Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 15 Perpisahan


__ADS_3

Suara adzan subuh membangunkan Lana dari tidurnya. Dia melihat sekeliling ruangan tamu yang dia sulap menjadi dekorasi yang indah sejak kemarin untuk merayakan Unniversery pernikahannya dengan Angga berakhir dengan batal karena Angga tidak datang, itu sangan membuat Lana sedih. Gimana tidak sedih, dia bekerja dari selesai subuh sampai sore. Tetapi Angga suaminya tidak datang dan juga Lana nanti harus pergi ke bandara pukul 09.00 Wib. Jadi tidak ada kesempatan buat dia dan Angga menghabiskan waktu bersama untuk terakhir kalinya.


Dengan Langkah berat, Lana harus membuang makanan yang dia buat semalam karena sudah basi. Lalu Lana bergegaa untuk membersihkan dirinya setelah itu dia melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah Lana sudah rapi, Lana kembali menulis diary dengan menangia sesegukkan. Karena mengantuk Lana memutuskan tidur sebelum dia berangkat pergi kr bandara.


Jam 08.15 Wib Lana terbangun. Langsung dia bergegas mandi karena dia kesiangan, untung saja dia sudah mengemasi barangnya terlebih dahulu, kalau tidak sudah dipastikan dia tertinggal pesawat.


Setelah selesai Lana turun kelantai bawah. Dan disana dia melihat Angga suaminya, eh larat mantan suaminya karena Lana sudah menandatangani surat perceraian itu.


" Kamu sudah siap Lana? Kalau sudah biar saya antarkan kamu! " Tanya Angga dengan wajah datar.


"Mas Angga kenapa kemarin tidak datang? " Tanya Lana lirih.


"Oh itu, kemarin saya mengantarkan Joel ke rumah sakit." Jawab Angga santai tanpa dosa. Itu membuat dada Lana kembali sesak, tetapi Lana mencoba untuk menahannya.


"Oh. Be-begitu, a-aku ngerti kok. Mmm, aku pergi dulu ya mas. Tapi...... Aku boleh memeluk mas Angga tidak? " Harap Lana. Lalu Angga menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.

__ADS_1


Lana Langsung memeluk badan kekar Angga, awalnya Angga ingin membalas pelukan Lana. Tapi langsung dia diurungkan niatnya. Sedangkan Lana sangat senang karena bisa kembali menghirup wangi tubuh Angga dan merasakan dekapan Angga yang selama ini dia rindukan. Setelah puas Lana melepaskan pelukannya, lalu dia tersenyum kepada Angga dan berkata.


"Semoga mas Angga selalu bahagia setelah kepergianku. Dan aku harap mas Angga menemukan pendamping yang baik dan sempurna dari aku. Maaf ya mas, karena selama kita menikah aku selalu berbuat kesalahan dan tidak becus menjadi istri. Semoga ini menjadi keputusan terbaik untuk kita. " Dengan tersenyum tulus yang dimana didalamnya ada kesedihan.


"Mas Angga gak usah saja mengantarku, aku bisa pergi naik taksi online yang aku pesan tadi. Kalau begitu aku pamit ya mas. Assalammualaikum!" Lalu Lana mengambil tangan kanan Angga dan menyalaminya.


"Biar saya saja yang mengantar kamu. Itung - itung perpisahan terakhir kita. " Dan itu mendapat gelengan dari Lana.


"Gak usah mas. Mas Angga pasti sibuk mengurus Perusahan mas, aku bisa pergi sendiri kok. " kekuh Lana.


"Kalau gitu aku pergi dulu ya mas. Assalammualaikum! " Lalu Lana menyeret kopernya ke taksi online yang sudah dia pesan tadi.


Saat taksi itu keluar dari perkarangan apartemen itu, Lana menumpahkan semua kesedihannya. Dan karena kasihan supir taksi itu menyodorkan tisu ke Lana.


Hanya lagu dari Jorja smith. Yang berjudul don't watch me cry. Yang bisa mewakilu hati Lana.


*

__ADS_1


*


*


*


*


*


**Ini masih ada kelanjutannya, tapi kemungkinan upnya nanti siang. Dan maaf bila ketelambatan up nya, author kemarin lagi sedang gak enak badan. Tapi untung saja sekarang sudah sembuh.


Jangan lupa like dan komen untuk kritikan penulisan author yang absurt ini. Salam hangat dari author tukang tupo.


See you next chapter😘😘


♪\(*^▽^*)/\(*^▽^***)/

__ADS_1


__ADS_2