
Leo, Angga dan Rian berlari di rumah sakit menuju ke ruangan ICU tempat Fana ditangani. Tadi Leo mendapatkan telepon dari Mama nya kalau kondisi Fana kritis dan harus cepat - cepat mendapatkan pendonor. Makanya Mama Ele menelpon Leo untuk membantu mencari pendonor untuk Fana secepatnya.
Mereka tiba di depan ruangan ICU Fana, disana mereka melihat Ella yang berada didalam pelukan Mama Ele dalam kondisi sedang menangis histeris.
Sungguh sakit rasanya hati Angga saat melihat kondisi Ella saat ini. Rasa bersalah perlahan - lahan mulai muncul lagi di dalam hatinya.
"Ingat! Apapun yang terjadi anda harus tetap diam! " Bisik Leo ke Angga. Dan dijawab dengan anggukan oleh Angga.
Setelah mengatakan itu Leo berjalan menghampiri anggota keluarganya.
"Mah, Pah! " Panggil Leo ke Mama dan Papanya.
"Ada apa Leo? " Tanya Papanya.
"Leo sudah menemukan seseorang yang mau menjadi pendonor Fana Pah. " Ujar Leo.
"Benarkah Bang?!Siapa dia?! " Tanya Ella penuh harap.
Lalu Leo menggeserkan badannya, yang disana memperlihatkan Angga dan Rian yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka. Melihat Angga dan Rian membuat senyuman Ella yang tadi terbit menjadi surut berganti dengan tatapan tajam ke Leo dan Angga.
"Ini apa maksudnya Leo! " Bentak Papa Lio. Papa Lio agak tidak suka dengan Angga, itu semua karena perlakuan Angga ke Putri kesayangannya Ella.
"Papa jangan salah paham. Dia tau semuanya sendiri, Leo tidak pernah memberi tahu dia tentang Ella. " Apa yang dikatakan Leo itu tidaklah bohong, sebab Leo memang tidak pernah memberi tau tentang Ella, Gara maupun Fana. Dia memberi tau Angga saat Angga sudah mengetahui yang sebenarnya.
"Tapi tetap saja, dia adalah orang yang sudah membuat adik kamu menderita! Kamu tau itu Leo! " Bentak Papa Lio.
"Leo tau Pah, Leo tau. Tapi sekarang hanya dia harapan terakhir kita, karena dia adalah ayah biologis Fana dan kemungkinan tulang Sumsumnya cocok untuk Fana Pah! " Jelas Leo.
"Tapi dia...... " Perkataan Papa Lio terhenti oleh Ella.
"Sudah Pah. Ella setuju kalau dia yang menjadi pendonor untuk Fana. " Pasrah Ella.
__ADS_1
"Tapi dia, orang yang sudah membuat hidup kamu menderita nak! " Tekan Papa lio sambil menunjuk Angga, sedangkan yang ditunjuk hanya bisa diam tanpa bergeming, karena bagaimanapun apa yang dikatakan oleh Papa Lio itu tidaklah salah. Dia memang adalah orang yang sudah membuat Ella menderita.
"Papa! Mama setuju dengan apa yang dikatakan oleh Leo dan Ella. Sekarang hanya kesembuhan Fana yang menjadi prioritas kita saat ini. " karena istri dan anak - anaknya sudah mengatakan setuju, mau tidak mau Papa Lio akhirnya setuju.
Karena sudah mendapatkan persetujuan keluarga Ella, maka Angga pergi ke ruangan tempat mengtes cocok tidak cocoknya tulang Sumsum Angga.
(Ps: Yang ada disana hanya keluarga Ella. Sedangkan keluarga Pamannya pergi ke Kanada, tempat keluarga Tante Ella tinggal, dan kalau Mona dia pergi menggantikan Ella tugas ke luar kota.)
Beberapa saat kemudian Angga keluar dari ruangan itu bersama dengan dokter yang mengtes nya.
(Seperti biasa, anggap saja mereka berbicara pakai bahasa inggris)
"Bagaimana dok? " Harap Ella.
"Selamat Pak, buk. Tulang Sumsum tuan Angga cocok dengan Nona Fana. Dan sekarang kita bisa melakukan operasi. " Semua orang yang ada di sana memanjatkan rasa syukur nya, karena akhirnya Fana mendapatkan pendonor juga.
Angga bersiap - siap masuk ke dalam ruang operasi dengan menggunakan baju operasi. Tapi saat mau masuk Angga meminta untuk berbicara berdua dengan Ella, awalnya Ella menolak. Tapi Ella juga tidak mau operasi Fana lama dilakukan, akhirnya Ella menyetujuinya.
Di sini mereka sekarang, mereka berada di taman dekat rumah sakit, disana tidak banyak orang. Tapi sejak tadi Angga belum juga mengutarakan apa yang akan dia katakan ke Ella.
"Tunggu! jangan pergi Kailana. " Cegah Angga.
"Namaku bukan lagi Kailana. Namaku MAXIELLA ANGEL YUNIVER, ingat itu. " Tekan Ella.
"Baiklah Maxiella. Kamu jangan pergi dulu, ada sesuatu yang ingin aku katakan ke kamu. " Ujar Angga. Setelah mendengar perkataan Angga itu, Ella kembali duduk.
"Apa itu? " Tanya Ella dengan nada dingin.
"Sebenarnya ini seharusnya sejak dulu aku katakan ke kamu, tapi aku tidak menemukan keberadaan kamu. Dan aku akan mengatakannya ke kamu.. " Jeda Angga. dengan kepala menunduk.
"Maafkan aku... Maafkan semua yang telah aku perbuat kepadamu.... Maafkan aku, yang dengan bo*ohnya percaya dengan kata - kata wanita Itu, tanpa mencari tau kebenaran yang sebenarnya... " Lalu Angga menatap wajah cantik Ella, wajah yang tidak pernah berubah sejak dia bertemu dengan Ella, semuanya tidak ada yang berubah dari Ella, kecuali Ella yang sekarang jauh lebih dewasa dan juga dia tidak dapat disentuh lagi oleh Angga.
__ADS_1
"Apakah kamu tau Ella....? Sejak aku kehilangan dirimu, aku menyadari satu hal. Yaitu, aku sangat mencintaimu. Baik itu dulu maupun sekarang, aku tetap mencintaimu Ella. " kalau saja Angga mengucapkan itu semua disaat dia belum telanjur sakit hati ke Angga, Ella pasti membalasnya dengan cintanya juga. Tapi, nasi sudah menjadi bubur, walaupun masih ada cinta di hati Ella untuk Angga, tapi rasa sakit yang Angga berikan kepadanya sangatlah besar, sehingga menurupi cintanya ke Angga.
"Aku juga mencintaimu Angga, sangat - sangat mencintaimu.... " Mendengar itu membuat senyum diwajah Angga terbit. "Itu adalah kata yang akan diucapkan oleh Kailana kepadamu, Kailana yang sangat mencintaimu, Kailana yang rela dibentak, disiksa dan dihina olehmu, hingga dia bisa dibilang sangatlah bo*oh.
Tapi, aku bukan lagi Kailana yang mencintaimu tanpa syarat. Aku adalah Maxiella, orang yang tidak akan bisa disentuh oleh siapapun, orang yang tidak akan mau ditindas oleh siapapun, orang yang selalu dikatakan tidak mempunyai perasaan kepada para lelaki. Dan aku tidak mungkin mencintaimu, karena hatiku sudah dikunci rapat - rapat untuk siapapun. " Senyum yang tadi ada di wajah Angga berubah menjadi senyum penyesalan. Benar yang dikatakan oleh Ella, bahwa dia bukanlah orang yang dulu lagi. Walaupun mereka orang yang sama tapi kepribadian mereka berbeda.
"Karena tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku pamit dulu. Assalamualaikum. " Pamit Ella.
"Waalaikumsalam. " Balas Angga. Setelah kepergian Ella, Angga menumpahkan air matanya. Yaitu air mata penyesalan.
Dan tanpa Angga ketehui, bahwa Ella juga menangis. Dia menangis disaat telah masuk ke kamar mandi, dia menangis sejadi - jadinya saat mengingat luka yang Angga berikan ke dia.
Setelah puas menunpahkan air matanya, lalu Ella mencuci wajahnya suapaya nanti tidak terlihat sembab habis menangis.
Saat dia telah sampai di depan ruangan ICU, lampu ruangan itu sudah bewarna merah yang menandakan bahwa operasi sedang berlangsung. Ella dan seluruh orang yang ada di sana hanya bisa berdoa untuk kelancaran operasi Fana dan juga Angga.
*
*
*
*
*
*
*
...**Segini dulu ya, dan semoga kalian suka. Salam dari author tukang typo....
__ADS_1
...See you next chapter 😘😘...
...♪\(*^▽^*)/\(*^▽^***)/...