
H-5 sebelum Angga dan Ella melangsungkan pernikahan. Ella meminta kepada Angga dan kedua orang tuanya untuk mengizinkan dia pergi ke pemakaman orang tua angkatnya.
Karena bagaimanapun tanpa mereka Ella pasti tidak bisa seperti sekarang ini, jika tanpa orang tua angkatnya Ella pasti sudah menjadi gelandangan seperti orang yang dipinggiran jalan sana.
Orang tua Ella dan Angga menyetujui hal itu, dan disinilah mereka sekarang ini, mereka berada didalam pesawat umum, tepatnya di ruangan VVIP. Sebenarnya Angga juga mempunyai jet pribadi, tapi karena Ella mengusulkan untuk menaiki prsawat umum. Itu bertujuan supaya jika nanti si kembar Gara dan Fana terbiasa berada ditempat khalayak ramai, dan mereka juga tidak canggung lagi nantinya jika mereka naik pesawat sendiri saat mereka sudah cukup umur.
Mereka pergi cuma berempat saja, karena baik orang tua Ella dan Angga sangat sibuk untuk menyiapkan acara pernikahan Angga dan Ella, bukan hanya orang tua Angga dan Ella saja yang sibuk. Leo juga ikut sibuk, mengingat dia harus mengurus perusahaannya. Mengingat dia baru pindah ke Indonesia.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam 10 menit, akhirnya mereka tiba di bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.
Saat sampai di Bandara mereka sudah dijemput oleh bawahan Angga yang bekerja di kantor cabang Angga yang ada di palembang. Yah, semanjak Ella meninggalkannya, Angga membangun cabang perusahaan di palembang, itu semua dia lakukan supaya dia bisa mengetahui dimana Ella sekarang tinggal, mengingat kerabat dari orang tua angkat Ella tinggal disana.
Di sepanjang jalan Fana selalu girang, Karena apa? Karena di sepanjang jalan terdapat aneka jajanan khas palembang dari empek - empek, Tekwan, Laksan, mie celor, Es kacang merah dan masih banyak lagi.
"Mommy! Mommy! Fana mau itu! Itu juga! Juga itu Mommy! " teriak Fana sambil menunjuk - nunjuk jajanan yang bersejejer disana.
"Memangnya kamu bisa apa, menghabiskan itu semua?! Dasar rakus! " ejek Gara, yang membuat Fana cemberut.
"Fana tak lakuc ya! Gala jangan acal ngomong! " sungut Fana sambil melipatkan tangannya ke dadanya.
"kalau tidak rakus kenapa kamu mau beli ini beli itu! Itu Ra. ku. s namanya! " ujar Gara sambil menekan kata rakus.
"Ich! Fana tak lakus! Fana cuma mau makan itu saja! " ujar Fana, dan dengan air mata yang sudah membendung di matanya.
"Udah, udah sayang. Nanti kita beli ya, tapi bukan sekarang. Sekarang kita pergi ke tempat nenek dan kakek Gara dan Fana dulu. " lerai Ella, saat mendengar perkataan Mommy nya membuat Fana teriak kegirangan sambil mengeluarkan lidahnya mengejek Gara dan Gara hanya mendengus kesal karena ulah saudara kembarannya.
Setelah beberapa saat kemudian, tibalah mereka di pemakaman umum. Dan mereka berjalan menuju kedua makam yang sudah dilapisi oleh kramik yang indah, dan diatas makam itu terdapat bunga - bunga yang biasanya tumbuh di atas makam.
Sesampai di sana, Ella. dan diikuti oleh Angga dan si kemabar Langsung duduk di tempat yang terbuat dari semen dan kramik, yang memang di buat diduduk oleh orang yang ziarah ke makam itu.
__ADS_1
"Ayah.... Ibu.... Maafkan Ana, Ana baru bisa ziarah ke makam Ayah dan Ibu..., Ana juga sudah tau.... Kalau Ana... Ana bukan anak kandung Ayah dan ibu..... Hiks... Tapi Ana.... Ana tetap akan selalu mengangap ayah.... Da-n ibu, sebagai orang tua Ana..... Hiks... " Ella menghentikan perkataannya karena Ella tidak bisa membendung lagi tangisnya.
(Ps: Ana adalah nama panggilan kesayangan Ayah dan ibu angkat Ella)
Melihat hal kondisi Ella, Angga langsung menyandarkan kepala Ella ke dadanya, lalu Angga mengelus - elus punggung Ella untuk menenagkan Ella.
Fana yang melihat Mommy nya menangis, langsung bertanya ke Mommy nya.
"Mommy kenapa manangis? Mommy cakit? " tanya Fana sambil memiringkan kepalanya ke kanan.
Melihat anaknya itu, Ella langsung menegakkan kepalanya lalu menyeka jejak air matanya yang ada dipipinya.
"Mommy gak sakit kok sayang, Fana sini duduk dipangkuan Mommy yuk! " ajak Ella sambil menepuk nepuk pahanya.
Lalu Fana duduk dipangkuan Mommy nya, begitu pula Gara yang duduk di pangkuan Daddy nya, sambil menatap dua makam yang ada di depannya.
"Tapi, dimana kakek neneknya Mommy? " tanya Fana saat dia tidak melihat kakek dan neneknya berupa manusia, tapi Fana hanya melihat gundukan tanah yang dilapisi oleh semen dan kramik.
"Kakek dan nenek Fana ada disini, mereka sudah berada di surga sayang. " jelas Ella ke anaknya.
"Tapi kenapa kita harus panggil kakek dan nenek Dad? Bukankah kakek dan nenek kami itu, Grandma Ele, Grandpa Lio, Oma Aluna dan Oppa Johan? " ini bukan Fana yang bertanya, melainkan Gara yang sejak tadi memang penasaran dengan Kakek dan nenek yang Fana sebutkan.
"Ini ayah dan ibu angkat Mommy kamu boy, jadi intinya kamu mempunyai 3 kakek dan 3 nenek. " jelas Angga ke Gara, dan mengangguk mengerti.
"Beri salam dong ke Kakek dan neneknya sayang! " perintah Ella ke Gara dan Fana.
"Assalamualaikum. kakek, nenek! "
"Accalammualaikum. Kakek, nenek! "
__ADS_1
Salam Gara dan Fana bersamaan.
"Ayah, ibu. Ini anak - anak Ana, cucu kalian. Yang cowok namanga Gara dan yang cewek namanya Fana, dan Ana ke sini bukan hanya bertiga saja, tapi juga mas Angga, " lalu Ella melihat ke arah Angga, sambil menampilkan senyumannya ke Angga dan dibalas dengan senyuman juga oleh Angga.
"kami mau meminta restu yang kedua kalinya kepada kalian, dan doakan pernikahan Ana dan Mas Angga ini, supaya menjadi pernikahan yang terakhir sampai hayat kami. " ujar Ella kepada kedua makan orang tua angkatnya.
"Aamiin. " Angga mengaminkan perkataan Ella tadi. Setelah mengatakan itu Angga dan Ella membaca doa yang dipimpin oleh Angga.
Setelah membaca doa untuk kedua orang tua angkat Ella, mereka berempat pergi ke tempat yang sejak tadi diinginkan oleh Fana.
Tapi sebelum pergi, Angga berkata kepada makam ayah dan ibu Angkat Ella di dalam hatinya.
' Maafkan saya ayah, saya tidak bisa menepati janji saya ke ayah untuk menjaga dan membahagiakan anak putri kesayangan kalian, tapi malah saya malah membuat dia menderita. Tapi kalian tenang saja, kali ini saya pastikan akan membahagiakan Ella. '
Batin Angga sebelum melangkah pergi.
Tempat apa lagi yang akan mereka kunjungi kalau bukan warung pinggiran jalan menjual aneka jajanan palembang.
Beberapa saat kemudian mereka pergi ke warung pinggiran jalan, disana bersejejer aneka warung makanan.
Mereka mampir terlebih dahulu untuk membeli Es kacang merah,Es kacang merah adalah jajanan yang wajib di nikmati saat berkunjung di kota ini, campuran dari kacang merah yang dicampurkan dengan bongkahan es ini memiliki rasa manis yang menggugah salerah. Setelah itu mereka juga membeli pempek yang diolah dari perpaduan daging ikan, sagu dan telor yang menambahkan cita rasa yang nikmat yang di sajikan dengan saus cuka.
Tidak hanya itu, mereka juga membeli Tekwan. Tekwan adalah makanan unik palembang yang menyerupai bakso, yang diolah dengan perpaduan ikan dan tepung tapioka dalam bentuk pentol. Mereka tidak makan di tempat melainkan take away.
Saat menunggu Angga yang sedang membeli Tekwan bersama dengan Fana dan Gara, tiba - tiba bahu sebelah kiri Ella ada yang menepuknya.
Lalu Ella berbalik dan bertapa terkejutnya siapa orang itu.
"Kai.... "
__ADS_1