
Angga turun dari lift berpapasan dengan Leo yang juga berlari masuk ke lift.
"Loe kenapa? " Tanya Angga saat melihat wajah Leo yang panik.
"Mau kabur dari Macan! " jawab Leo asal dan langsung masuk ke dalam lift dan meninggalkan Angga yang sedang kebingungan karena jawaban Angga.
Dari pada memikirkan perkataan Leo tadi, Angga memilih berjalan menuju ruangan keluarga milik Graham, sambil menyiapkan diri untuk mengatakan sesuatu ke keluarga Ella.
"Good afternoon! " sapa Angga
"Good afternoon! " balas serentak semua orang yang ada disana.
"DADDY! " teriak Fana dan langsung berlari ke arah Angga, dengan sigap Angga menyambut Fana lalu mengangkat Fana sebelum menggendongnya.
"Mari duduk Angga. " tawar Mama Ele.
"Thank you Mah. " Ucap Angga tanpa lupa tersenyum walaupun hanya sedikit. Dan Angga duduk sambil memangku Fana di pangkuannya.
Gara hanya bisa memandang kesal ke arah kembarannya itu, sebab Fana selalu manja secara berlebihan ke Angga.
"Dasar kekanak - kanakan. " Ejek Gara.
"Bialin! Wleekk! " balas Fana sambil menjulurkan lidahnya.
"Udah dong My prince, My Princess. Jangan berantem dong, gak baik. " nasehat Angga dengan nada lembut.
Angga menyantap nasi goreng buatan Ella, tanpa Angga tahu kalau yang membuatnya adalah Ella.
__ADS_1
Kok masakan ini sama seperti nasi goreng buatan Ella ya?
Batin Angga.
"Gimana Ga? Enak gak masakan Ella? " Goda Mama Ele saat melihat ekspresi Angga.
"Ah? Iya mah, masakan Ella memang selalu enak. " puji Angga tulus sambil melihat ke arah Ella. Sedangkan yang dilihat langsung memalingkan wajahnya yang sedang memerah karena pujian Angga.
Angga dan Mama Ele hanya terkekeh geli saat melihat ekspresi Ella. Sedangkan yang disana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kejahilan Mama Ele.
Dari sini kalian pasti tau, dari Leo mendapatkan sifat jail itu.
Akhirnya tiba semuanya selesai makan. Jadi sekarang Angga bisa memulai memberitahukan apa yang akan dia katakan ke semua orang yang ada disana.
"Sorry to interrupt your time. "
(Maaf mengganggu waktu kalian sebentar) " Ucap Angga sambil berdiri dari tempat duduknya dengan membawa Fana dalam gendongannya.
( Saya mau mengumumkan, bahwa saya akan kembali ke Indonesia pada mendatang.) " Angga menjeda ucapannya, lalu dia melihat Gara, Fana dan yang terakhir Ella yang juga sedang menatapnya dengan tatapan yang Angga tidak tau apa arti dari tatapan itu.
"And I thank everyone here, for being so kind to me.
And..... I am also every grateful to Ella to forgiving me for my mistakes, and allowing me for to meet with the children. "
( Dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang ada disini, karena sudah baik kepada saya.
Dan..... Saya juga berterima kasih kepada Ella karena telah memaafkan atas kesalahan saya, dan mengizinkan saya untuk bisa bertemu anak - anak.) "
__ADS_1
Setelah Angga mengatakan itu, Gara dan Fana langsung merengek dan menangis karena tidak mau Daddy nya pergi.
"Gak mau, Fana maunya Daddy dicini! " Rengek Fana sambil mempereratkan pelukannya ke Angga.
"Iya Dad, apakah tidak bisa Daddy tetap disini bersama aku dan Fana? " Walaupun Gara tidak menangis seperti Fana, tapi Gara sama seperti Fana. Sama sama tidak mau kalau Daddy nya meninggalkan mereka lagi.
"Maaf ya boy. Bukannya Daddy tidak mau tinggal disini bersama kalian disini, tapi Daddy punya pekerjaan lain yang harus Daddy urus. " Ujar Angga mencoba menenangkan anak - anaknya.
Gara hanya bisa mengangguk pasrah, berbeda dengan Fana yang masih menangis segukan didalam gendongan Angga.
"Berarti kamu besok pergi Angga? Nanti Mama suruh para pelayan untuk membereskan baju - baju kamu. " Ujar Mama Ele.
"Gak usah Mah. Barang - barang Angga susah selesai Angga kemasin tadi, Angga nanti langsung ke hotel saja. "
"Hotel? Kamu malam ini mau nginap dihotel? " Tanya Mama Ele kaget.
"Iya mah, kalau aku nginap disini takutnya nanti aku sampai di Indonesia tidak tepat waktu, mengingat Penthouse ini sangat jauh dari bandara. Dan juga nanti Angga akan menghadiri meeting di Indonesia nanti. " Jelas Angga ke Mama Ele.
"Tapi kamu tidak pergi saat ini juga kan? " Suara briton yang berasal dari lelaki yang sudah berumur tapi tetap awet muda, dia tidak lain adalah ayahnya Ella. Yaitu Julio gerart graham, jika kalian membacanya dengan teliti di chapter yang telah berlalu, kalian pasti tau dan ingat nama Papanya Ella.
"Tidak tuan, saya hanya akan pergi setelah Gara dan Fana sudah tidur. " Mendengar jawaban Angga, membuat kakek dari dua cucu itu mengangguk dan melanjutkan menyantap kopi hitamnya.
(Ps: Cuma Mama Ele yang memperbolehkan Angga memanggilnya Mama, sedangkan Papa Lio tidak ada sakalipun menyuruh Angga untuk memanggil dirinya dengan sebutan Papa.)
"Baiklah kalau gitu. Mama doain kamu selamat sampai tujuan ya Angga. " Doa Mama Ele.
" Thanks mah. " Jawab Angga, dan semua orang mendoakan semoga Angga selamat sampai tujuan, kecuali Ella Dan Leo yang memang sejak tadi sudah kabur entah kemana.
__ADS_1
Saat semau orang sudah meninggalkan meja makan itu, tinggallah Ella dan Angga berduaan disana. Karena hanya ada dia dan Angga saja berduan disana, akhirnya Ella memutuskan pergi dari sana, tapi sebelum pergi, pergelangan tangan Ella dicengkal oleh Angga.
"Ella, bisa kita bicara berdua sebentar. " Mohon Angga.