Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 53#


__ADS_3

Angga, Mami Aluna, Papi Johan, Rian, Humairah ( istri Rian), dan kedua anaknya Rian dan Humairah yang bernama Adam( 3,5 tahun) dan Dzaki (2 tahun). Kalau kalian udah lupa siapa mereka, kalian bisa baca kembali chapter 27.


"Suamiku sayang, aku boleh minta tolong gak? " permintaan Humairah ke Rian.


"Apa itu istriku sayang? " tanya Rian.


"Nanti kamu jangan dekat - dekat aku ya. " pinta Humairah dan sontak membuat mata Rian melebar.


"What! Kok gitu sih sayang.. " meras Rian.


"Kamu tau gak ini keinginan anak kamu. " ujar Humairah sambil menunjuk perutnya yang sudah membuncit. Saat ini Humairah sedang mengandung, dan usia kandungnya berusia 6 bulan.


Dan selama itu pula Rian harus menghadapi keinginan istrinya yang terkadang tidak masuk akan dan yang pasti membuat dia frustasi.


"Huff.. Baiklah. " lesu Rian, sebab ini merupakan 5 kalinya istrinya itu tidak mau dekat dengan dirinya, walaupun itu hanya sebentar tapi tetap saja hal itu membuat Rian frustasi.


"HAHAHAH! " terdengar suara tawa yang bersautan dari belakang Rian, dia sudah tau siapa yang sedang menertawakan dirinya itu. Yang tidak lain adalah Mami Aluna dan Angga.


"Makanya Rian, jangan suka buat istri bunting terus. " ejek Mami Aluna.


" Apa salahnya Mih, istri - istri aku. Ya sah sah aja. Asalkan jangan istri orang aja dihamilin. " kesal Rian, dan tanpa dia ketahui bahwa Humairah sejak tadi mendengar perkataannya.


"Oh! Jadi kamu mau hamilin istri orang?! Iya gitu! " kesal Humairah.


Mendengar suara istrinya itu membuat Rian menelan l*dahnya dengan kasar.


Mati gue


Batin Rian.


"Eh, sayang. Kata siapa aku mau hamilin istri orang, sedangkan istriku saja jauh lebih seksi dan cantik. " puji Rian, tetapi hal itu tidak membuat kekesalan Humairah mereda.

__ADS_1


"Alah, alasan aja kamu! Pokoknya nanti malam kamu tidur sendiri! aku mau tidur sama Adam dan Dzaki aja! Titik! " setelah mengatakan itu Humairah masuk ke dalam mobil bersama dengan kedua Putranya.


"Eh! Kok gitu sih sayang! Sayang! Sayang! " panggil Rian tapi tidak di indahkan oleh Humairah.


"HAHAHH! " Gelak Mami Aluna dan Angga semakin pecah karena nanti malam Rian akan tidur sendiri.


"Makanya Rian, kalau ngomong itu jangan asal ngomong aja. Jadinya tidur di luarkan. Hahahh. " ejek Angga, lalu dia menepuk pundak Rian sebelum pergi masuk ke mobil dengan tawa yang masih belum mereda.


"Dasar! Gak anaknya gak emaknya, sama - sama nyebelin. " umpat Rian. Lalu tiba - tiba ada yang menepuk pundak Rian, yang ternyata adalah Papi Johan.


"Sabar, ini ujian. " setelah mengatakan itu Papi Johan pergi menyusul Mami Aluna ke dalam mobil.


"Dasar! Keluarga gak ada akhlak! " Umpat Rian.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


Mereka sampai di depan pintu gerbang keluarga Graham, pintu terbuka saat Angga mengklakson mobilnya.


Mereka masuk ke dalam sana dengan diberi hormat oleh penjaga yang ada disana.


"Angga, sepertinya calon istri kamu berasal dari keluarga yang sangat berpengaruh ya? " ujar Mami Aluna dan langsung dianggukan oleh Angga.


"Sayang... Aku bantu ya, " tawar Rian, tapi langsung ditolak mentah - mentah oleh Humairah.


"Tidak usah! " jawab Humairah dengan nada ketus.


Jadinya Humairah turun dari mobil tanpa dibantu oleh Rian, tapi untuk berjaga - jaga Rian berdiri dibelakang Humairah takut nanti ada sesuatu hal yang terjadi dengan istrinya itu mengingat istrinya lagi hamil besar.


Dan benar saja, Humairah hampir saja terjatuh. Untung saja Rian dengan sigap menolong Istrinya itu. Jika tidak pasti akan berakibat fatal nantinya.


"Makanya, kalau aku tawarkan untuk membantu kamu, kamu jangan ngeyel dong! " Tanpa sadar Rian membentak istrinya itu.

__ADS_1


Kedua mata Humairah memerah karena Rian membentaknya.


"Kok kamu bentak aku sih.. Hiks " isak Humairah, karena bentakan dari sang suami.


Rian menyadari bahwa tanpa sengaja dia tanpa sengaja membentak istrinya. Lalu dia membawa istrinya kedalam dekapannya.


"Maafin aku ya sayang, aku tidak sengaja membentak kamu tadi. Itu karena aku khawatir sama kamu, aku takut kalau terjadi apa - apa sama kamu dan calon anak kita. " Humairah menganggukan kepalanya yang masih terisak didalam pelukan suaminya.


"Aku juga minta maaf Mas, karena keras kepalaku aku hampir saja membuat calon anak kita celaka. " Maaf Humairah didalam dekapan Rian.


Rian tersenyum hangat lalu dia menguraikan pelukan itu, Rian menghabus jejak air mata yang ada di pipi istrinya.


"Sudah, tidak perlu dipikirkan lagi. Aku ngerti kok kalau emosi kamu tidak stabil karena hamil. " Sambil mengelus pipi istrinya yang cuby.


"Yaudah, kita masuk yuk. Mereka sudah nungguin kita. " ajak Rian sambil menggandeng Humairah.


Bagi kalian bertanya dimana Anak - anak mereka, jawabannya anak - anak mereka sudah dibawa oleh Papi Johan tadi.


Setelah Rian dan Humairah tiba, Angga menekan bel rumah itu, dan pintu itu dibuka oleh pelayan.


"Selamat datang Nyonya dan Tuan, silahkan masuk semua orang sudah menunggu kalian. " hormat pelayan itu sambil mempersilahkan mereka masuk.


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


...****Jangan lupa like dan komen ya****...


__ADS_2