
Lima tahun kemudian
Sudah lima tahun berlalu Angga tidak pernah menemukan jejak Lana. Lana bagaikan lenyap ditelan bumi, tidak ada satu pun jejak yang Angga temukan. Baik itu dari CCTV, identitas dan lain lain.
Dan setelah kejadian itu Angga menjadi orang yang dingin baik itu ke orang terdekatnya maupun orang lain. Angga juga menjadi orang yang tidak berperasaan kepada orang - orang yang berbuat kesalahan. Tapi satu hal yang diinginkan oleh Lana terjadi pada Angga, dan itu adalah Angga menjadi hambah yang taat kepada Allah. Tidak pernah sekalipun dia tinggalkan sholat, mengaji, dan melakukan hal - hal yang diperintahkan oleh tuhannya.
Oh iya, satu lagi. Angga sekarang menjadi orang yang anti dengan perempuan tapi dia sangat sayang pada anak - anak. Angga sering ke panti asuhan miliknya yang dia bangun 2,5 tahun yang lalu. Angga sengaja membangun panti asuhan itu untuk mengobati rasa rindunya ke istri dan anaknya, yang pergi bertahun - tahun karena kesalahannya.
TOK TOK TOK
"Masuk! " Perintah seorang CEO yang dikenal sangat dingin dan tidak berperasaan kepada orang yang berbuat kesalahan. Baik itu kesalahan besar maupun kecil. Dia adalah Angga Johan Bramasta, sang CEO yang diusia masih muda sudah membawa perusahaan sampai ke luar negeri dan perusahaannya yang bernama Bramasta Dream grub menjadi perusahaan terbesar nomor 1 di Asia dan nomor 5 didunia.
"Permisi tuan. Saya mau memberitahu anda, bahwa besok kita harus ke London itu meninjau perusahan yang ada disana. " Kata seorang yang menjabat sebagai presdir sekaligus sekretari Angga. Dia adalah Rian Andhika Pratama, yang 3 tahun yang lalu sudah diangkat menjadi presdir oleh Angga, tapi karena Angga anti perempuan dan juga tidak ada kadidat laki - laki yang tahan dan cekatan seperti Rian, jadi mau tidak mau Rian harus menjabat dua profesi sekaligus. Dan untungnya Angga telah menempatkan 3 sekretari untuk membantu pekerjaan Rian.
(Ps: Rian sebenarnya tidak pernah marah sama Angga, cuma dia tidak suka saja Angga menyakiti seseorang yang sangat baik seperti Lana. Tapi saat Angga meminta maaf ke Rian, awalnya Rian tidak mau karena dia mau ngasih pelajaran buat Angga. Tapi saat melihat Boss sekaligus sahabatnya itu frustasi, akhirnya Rian memaafkan Angga dan juga menolong Angga mencari Lana. Walaupun itu mustahil, sebab Lana bagaikan ditelan bumi, tidak ada satu pun info yang mereka dapatakan.)
"Baiklah. Saya akan menyelesaikan ini dan nanti malam kita langsung ke London. Jangan tunggu sampai besok, waktu itu adalah uang. " Rian tidak akan lagi berani membantah perintah Angga, karena perintah Angga adalah mutlak dan tidak ada seorang yang bisa membantah kalau mereka ingin tetap hidup dengan damai.
"Baik tuan. " Setelah mengatakan itu Rian pergi dari ruangan Angga. Beberapa saat setelah kepergian Rian Angga mengambil sebuah bingkai foto yang berdiri tegak di atas mejanya. Foto itu adalah foto Lana dan Angga sebelum menikah dulu, Angga mendapatkan foto itu di instagram milik Lana. Karena Angga tidak pernah menyimpan foto Lana didalam galeri handponenya.
"Kamu dimana sayang......? Sudah lima tahun berlalu, tapi akj belum juga mendapatkan informasi keberadaan kamu. Apakah kamu baik - baik saja disana? Pasti anak kita sudah bisa berjalan dan ngomong Mommy Daddy. Mungkin kamu sudah mendapatkan laki - laki yang lebih baik dari pada aku, dan mungkin saja kata Daddy pertama kali diucapkan oleh anak kita untuk orang lain. Andai saja aku dulu mencari tau kebenarannya, pasti kita akan menjadi keluarga yang sempurna. " Sudah beberapa banyak air mata yang Angga keluar selama lima tahun ini. Saat mengingat istri dan anaknya pergi karenanya.
Tidak banyak yang tau dibalik watak Angga yang dingin itu, terdapat suatu penyesalan dan kerinduan yang dalam untuk istri dan anaknya. Hanya keluarga dan Rian saja yang tau apa yang terjadi dengan Angga.
Setelah perkejaannya selesai bertepatan suara adzan di handponenya berbunyi yang menandakan waktu masuknya sholat ashar. Tanpa menunggu lama, Angga langsung mengambil whudu dan sholat di musholla yang ada diruangannya itu. Angga sengaja membuat musholla disana, mushollah itu dibuat supaya Angga tidak susah susah ke lantai bawah dan tidak harus menunggu saat mengambil whudu. Walaupun kamar mandinya luas, tapi tetap saja dia harus menunggu karena Angga membuat suatu peraturan di perusahaan, yaitu bagi muslim harus meninggalkan pekerjaannya dan pergi melaksanakan ibadah sholat. Dan bagi non muslim boleh beristirahat sebentar selama orang muslim melaksanakan ibadah.
Begitu juga sebaliknya, bagi non muslim boleh tidak masuk ke kantor atau telambat masuk ke kantor bila mereka melaksanakan ibadah mereka. Sedangkan muslim harus masuk kacuali ada halangan itupun harus minta izin dan izinnya harus bisa diterima.
Saat mau sholat, Rian tiba disana untuk melakukan sholat juga. Rian memang selalu sholat dengan Angga, dikarenakan bila sholat dibawah dia harus menunggu lama, Rian tidak mempunyai waktu yang banyak, sebab pekerjaannya banyak yang harus ditangani.
"Ayo Yan, kita pergi pulang untuk berkemas - kemas! " Setelah mengatakan itu Angga langsung berjalan ke luar menuju lift tanpa menunggu jawaban dari Rian.
Huff.... Nasib - nasib. Belum juga dijawab dianya sudah pergi dulu. Untung boss gue kalau enggak udah gue jintak tu kepala!
Semenjak 5 tahun yang lalu, sifat Angga dan Rian seakan bertugar. Rian yang dingin dan cuek berubah menjadi si cerewet dan humoris, sedangkan Angga yang dulunya ramah dan humoris bagi orang terdekatnya menjadi dingin dan kejam. Setelah di telusuri ternyata Rian berubah semenjak dia dijodohkan oleh orang tuanya dengan wanita percicilan, cerewet, cantik dan baik hati yang membuat Rian lama - kelamaan jatuh cinta dengannya dan sifat wanita itu menular ke Rian.
Dia bernama Humairah Laila Homes. Mereka dulu tidak langsung menikah tapi mereka hanya bertunangan dulu, karena Rian mengingat keadaan Boss nya yang sedang tidak baik. Tapi berjalan 1 tahun pertunangan mereka, Angga mengetahui hal tersebut dan menyuruh Rian untuk cepat - cepat menikah. Dan sekarang Rian sudah menikah dan mempunyai 2 orang putra yang satu berumur 3,5 tahun yang bernama Wiratama Adam Arkhan Pratama dan yang satu lagi berumur 2 tahun yang bernama Zuhair Dzaki Makarin Pratama.
Angga sering bermain dengan anak - anak Rian dan mereka juga memanggil Angga dengan sebutan Daddy. Itu yang selalu di ajarkan oleh Rian dan Mairah untuk mengobati rasa rindunya ke istri dan anaknya.
Angga mengemasi bajunya sendiri tanpa dibantu oleh siapapun. Karena Angga tidak mau ada orang yang menyentuh barangnya selain dirinya dan orang - kepercayaannya.
Sebelum berangkat Angga sholat isya terlebih dahulu. Setelah selesai barulah Angga turun ke bawah apartemennya, Angga memang belum bisa meninggalkan apatemennya itu. Sebab disana terdapat banyak kenangan tentang Ella maupun dirinya, baik itu buruk maupun baik.
Saat turun Angga sudah di tunggu oleh Rian. Melihat Boss nya itu, Rian langsung turun dan memasukkan koper boss nya ke garasi mobil. Setelah selesai mereka langsung meluncur ke bandara, Angga dan Rian memilih pesawat umum dari pada pesawat pribadi milik keluarga Bramasta.
Mereka memilih kursi VVIP, setelah pesawat take out Angga memakai waktunya untuk istirahat, supaya nanti mereka sudah sampai di London. Tubuh Angga sudah fit untuk beraktifitas.
Perjalanan Jakarta ke London berkisar 15 jam 40 menit. Angga tiba di London saat jam 01.00 Pm. Dengan menggunakan baju kaos putih, celana jeans hitam ditambah lagi dia memakai kaca mata hitam begitu juga dengan Rian. Melihat penampilan mereka itu pastinya membuat bule - bule yang ada disana terpesona, tidak sedikit juga berani terang - terangan medekati mereka, tapi mereka hanya acuh tak acuh menanggapinya. Karena ada hati yang sedang dijaga.
(Cielah, author mau juga dong punya jodoh seperti mereka. Kalau ada yang tau dimana belinya, silahkan hubungi aurhor😂😂😂canda canda. Author masih bocil, belum boleh nikah, tapi kalau ada yang seperti mereka. Insyaallah hari itu juga author ke KUA🙃)
Diluar bandara mereka sudah ditunggu oleh supir pribadi di Mansion Angga.
"Good afternoon Mr. Angga and Mr. Rian. Kita langsung ke Mansion atau pergi kelilingin London dulu? " Tanya Sopir itu.
"Good Afternoon. " Jawab mereka bersamaan.
__ADS_1
"Kita pergi ke kafe yang kopinya terkenal di London. " Rian langsung mendapat tatapan tajam dari Angga.
"Tuan jangan salah paham dulu. Kita kesana karena kafe itu terkenal dengan kopinya yang bisa membuat orang rirlek saat meminumnya. Saya mau mengajak tuan minun itu supaya nanti pikiran kita sudah rilek saat meeting besok. "Jelas Rian.
"Baiklah. " kata Angga singkat, jelas dan padat. Pikirnya tidak salah juga sekali - kali dia mengrilekkan tubuhnya.
...___________🌸🌸🌸🌸___________...
Mobil mereka berjalan menuju kafe yang mereka maksud. Disana banyak pengunjung yang berkunjung di kafe itu untuk merilekkan pikiran mereka dari jabwal sibuk mereka. Angga dan Rian memesan meja VVIP.
Tidak perlu menunggu waktu lama pesanan Angga dan Rian akhirnya datang.
Mereka berdua meresapi kopi itu, dan benar saja dari aromanya hingga kopinya bikin siapapun rilek. Tapi tidak dengan Angga, setelah kopinya habis Angga kembali mengingat kenangannya bersama sang istrinya dulu. Dulu saat mereka pacaran Lana/Ella pernah bercita - cita pergi kota impiannya, yaitu London dan Turky.
Air mata Angga kembali terbendung, akhirnya Angga ke toilet sebelum air matanya tumpah. Angga membersihkan wajahnya di wasafer, setelah merasa baikan Angga keluar dari sana. Tapi tiba - tiba
BUKK
Seorang anak kecil tidak sengaja menabrak Angga, hingga mengakibatkan anak kecil itu hampir saja terjatuh ke lantai tapi untungnya Angga dengan sigap menahan tubuh mungilnya itu.
"Are you oke? " Tanya Angga ke anak kecil yang berjenis kelamin laki - laki itu.
"I'm fine uncle. Mmm and I'm sorry uncle, for bumping into an ar. "
(Aku tidak apa - apa uncle. Mmm dan aku minta maaf, karena sudah menabrak om.) " Kata bocah itu dengan kepala tertunduk. Melihat tingkah bocah itu membuat Angga menjadi gemas dan dia mengusap - usap kepala bocah itu.
"Don't worry. "
(Tidak masalah.) " mendengar perkataan Angga membuat bocah itu mengangkat kepalanya untuk melihat Angga lalu dia tersenyum.
DEG
Melihat Angga termenung membuat bocah iti dengan gemas memiringkan kepalanya tanda bingung.
"Uncle! Are you oke? " Perkataan anak kecil itu membuat lamuan Angga buyar.
"Ah! Uncle fine. " Jawab Angga.
"Uncle from Indonecia? " Tanya bocah itu.
"Yes. Uncle from Indonesia. " Mendengar jawaban Angga itu membuat senyum bocah itu semakin mengembang.
"Aku juga olang Indonecia Om. Tapi lebih tepatnya dalah campulan kata Grendma ku. " Kata bocah itu dengan gaya khas anak kecil.
"Oh ya. Memangnya nama kamu siapa? " Tanya Angga sambil berjongkok supaya tinggi mereka menjadi sejajar.
"Namaku Anggala Sinatria Graham. Biacanya aku dipanggil Gala om. " Ujar bocah kecil itu yang bernama Gala eh, maksudnya Gara😂😂. Kalian pasti tau kan Gara itu siapa, bagi yang tidak tau sikahkan baca Sinopsisnya.
"Jadi nama kamu Gala. " Sambil menarik pipi gembul Gara dengan lembut.
"Butan Gala om, tapi Gala! " Bukannya takut Angga malah gemes melihat Gara marah.
"Iya maaf Gara. Kamu disini sama siapa? " Saat Gara mau menjawab tiba - tiba ada seorang yang memanggilnya.
"Gara! " Panggil orang itu.
"Papa! Cini! " Melambai - lambaikan tangannya ke orang yang dia panggil Papa itu.
__ADS_1
"Boy. Kamu dimana saja sih, untung kamu tidak hilang. Kalau kamu sampai hilang, bisa - bisa Papa digantung oleh Mommy kamu. " Bukannya bersalah Gara malah tersenyum mendengar ocehan orang yang dipanggil Papanya itu.
"Hehehe. Tenang Pah, nanti kalau Papa meninggal Gala bakalan doain buat Papa. "
"Kamu ini ya. " Ujar Papanya Gara kesal.
"Hehhehe. Oh ya Pah, tadi Gala tidak cengaja menablak Om ini. Tapi untung Om ini gak malah, Om ini olang Indonecia loh Pah. " Ujar Gara sambil menunjuk Angga.
"Oh benerkah. Maaf ya tuan atas kelakuan anak saya yang tidak mau diam ini. " Sambil menunjuk ke arah Angga yang memasang wajah cemberut.
"Gak masalah kok. Kan biasa namanya anak kecil. "
"Oh iya tuan. Perkenalkan nama saya Maxielleo Arbet Graham. " Ujar Papa Leo sambil menjulurkan tangan kanannya.
"Nama saya Angga Johan Bramasta. "Membalas jabatan tangan Papa Leo. Mendengar nama itu membuat Papa Leo menjadi kaget.
"Apa? Anda Angga Johan Bramasta?" Kaget Leo.
"Iya memangnya kenapa? " Tanya Angga dengan sedikit curiga.
"Oh tidak apa - apa. Ternyata anda pengusaha muda yang perusahaannya terbesar nomor 5 didunia itu yah. Senang bertemu dengan anda. " Jawab Papa Leo dengan senyum misterius.
"Saya juga senang juga bertemu dengan tuan muda Graham. "
"Ternyata anda juga tau saya. "
"Bagaiman saya tidak tau dengan tuan muda Graham yang perusahaannya terbesar nomor 4 didunia. " Balas Angga.
"Hhaahh. Senang bertemu denga anda, kalau begitu saya pamit dulu. Sepertinya Gara sudah mengantuk. " Benar saja Gara sudah menyandarkan kepalanya di bahu Papa Leo.
Saat mereka sudah pergi, Angga kembali ke mejanya yang disana terdapat Rian yang baru selesai Vidio call dengan istri dan anak - anaknya.
"Rian! Kamu nanti kamu selidiki seseorang. " Perintah Angga.
"Siapa yang harus saya selidiki tuan? "
" Selidiki bocah laki - laki yang bernama Anggara Sinatri Graham dan Maxielleo Arbet Graham. "
"Baik tuan. Saya akan selidiki mereka. "
*
*
*
*
*
*
*
**Jangan kalian katakan ini pendek ya. Author nulis sampai 2000 kata lebih loh. Kalau ada aku kasih cium online kalian😂 canda canda. Eh, tapi beneran ini 2000 kata lebih. Author juga mau kasih info nih, author akan Update SMK cuma senin - jumat saja gays. Soalnya author banyak kerjaan saat weekend. Jadi mohon dimengerti ya, Salam hangat dari author tukang typo.
See you next chapter 😘😘
__ADS_1
♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*) /♪