Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
Chapter 23


__ADS_3

Mama Ele, Papa Lio dan Lana duduk di sofa panjang, sedangkan Paman Lana duduk di sofa singel.


"Jadi mana bukti yang kalian katakan itu?" Tanya Paman Lana dengan wajah datarnya. Lalu Papa Lio memberikan semua bukti - bukti ke Paman Lana, dari tes DNA, foto,dll. Dan juga Papa Lio menceritakan kejadian di mana putrinya Ella di culik hingga pertemuan kembali dia dengan putrinya 3 tahun yang lalu.


Setelah mendengar cerita dan melihat bukti - bukti yang diberikan Papa Lio ke Paman Lana, akhirnya paman Lana mempercayainya.


"Jadi kami ke sini selain untuk memberitahu kepada keluarga yang sudah merawat anak kami. Kami ke sini juga untuk akan membayar hutang orang tua angkat anak saya. " Jelas maksud Papa Lio ke Paman Lana.


"Baiklah. Kita akan membayar hutang itu langsung ke orangnya. " Ajak Paman Lana kepada mereka bertiga.


"Tunggu dulu pak! Ada satu hal lagi yang ingin saya katakan ke bapak. "Ujar Papa Lio.


"Hal apakah itu? " Tanya Paman Lana bingung.


"Jika nanti ada orang yang bertanya siapa kami, bapak jangan menjawab kalau kami adalah orang tua dari Ella, eh maksudnya Lana. " Mendengar hal itu membuat Paman Lana bingung bercampul kesal, karena dia mengira kalau orang tua Lana malu mempunyai anak seperti Lana.


"Maksud anda apa?! Anda malu bila dikatakan sebagai orang tua Lana?! " Papa Lio langsung meluruskan kesalah pahamannya.


"Bukan begitu pak. Sebenarnya ini rahasia, tapi mengingat anda adalah paman angkat anak saya, saya akan menceritakannya. " Papa Lio menceritakan akibat kalau Lana tidak menukar identitasnya dan kelicikan bibinya yang merupakan adik tiri dari ibunya, setelah mendengar cerita dari Papa Lio itu akhirnya Paman Lana mengerti apa yang dikatakan Papa Lio itu.


"Baiklah. Saya tidak akan memberitahu siapapun tentang keberangkatan Lana ke London, dan saya akan mengatakan kepada orang yang menanyakan siapa kalian, bahwa kalian adalah bos dari Lana. " Mendengar perkataan Paman Lana, itu membuat semua orang yang duduk disana bernafas lega.


Setelah selesai mereka berbincang, mereka pergi ke rumah milik juragan Bordan yang diikuti oleh bodyguat Papa Lio. Saat di perjalanan banyak yang menanyakan siapa Papa Lio dan Mama Ela, dan dengan santainya Paman Lana menjawab bahwa mereka adalah bos Lana.


Mereka tiba di depan rumah yang cukup besar, di luar rumah juragan Bordan ada beberapa preman yang menjaga rumah juragan Bordan.


"Maaf ada keperluan apa datang ke sini? " Hadang salah satu preman itu saat dia melihat banyak orang yang berbaju hitam mengikuti Paman Lana dan keluarga Lana.


"Bilang kepada Bordan! Kalau saya pak Indra pamannya Lana ke sini untuk membahas tentang hutang! " Perintah Paman Lana ke preman itu. Tanpa menunggu lama preman itu masuk ke dalam rumah juragan Bordan. Setelah beberapa saat akhirnya preman tadi kembali dan langsung menyuruh mereka masuk.


"Maaf pak. Hanya kalian berempat saja yang boleh masuk! Selain kalian tidak diperbolehkan masuk. " Karena kesal dengan perkataan preman itu, salah satu bodyguat Papa Lio mau berjalan maju, tapi Papa Lio langsung menahan bodyguatnya.


"Kalian tunggu disini saja! "Dan itu langsung mendapat protes dari bodyguat Papa Lio.


"Tapi tuan... " Papa Lio langsung menotong perkataan bodyguat nya itu.


"Kalian tenang saja. Bila nanti ada masalah, saya akan memanggil kalian menggunakan jam ini. " Ujar Papa Lio sambil menunjukkan jam yang terpasang sempurna ditangannya. Jam yang memiliki banyak fungsi, bisa sebagai pelacak, sebagai alarm untuk memanggil orang lain, sebagai telepon dan vidio call tapi kegunaan yang hebatnya adalah jam itu bisa berubah menjadi senjata yang diinginkan pemakainya.


Mereka berempat masuk ke dalam rumah itu. Setelah masuk mereka melihat juragan Bordan yang sedang duduk di sofa singel dengan sombongnya.


"Akhirnya calon pamanku dan calon istriku sudah datang, aku sangat menanti - nantikan kedatangan calon istriku yang tercinta. " Juragan Bordan berjalan maju ke arah Lana, tapi saat juragan Bordan itu mau membelai wajah Lana. Tangan juragan Bordan ditahan dan langsung dihempaskan oleh Papa Lio yang mengeluarkan aura dingin bercampur marah sambil menatap dengan tajam ke arah juragan Bordan. Bagaimana tidak marah, saat melihat putri kesayangannya mau disentuh oleh orang yang genit, songong, ditambah udah tua lagi, yah pasti kesal lah masak enggak.


Meliahat tangannya dihempas oleh orang saat mau menyentuh wajah Lana, hal itu membuat juragan Bordan murka.


"Siapa kamu?! Berani - beraninya menghentikan says saat saya mau menyentuh wajah calon istri saya?! " Bentak juragan Bordan. Tapi itu tidak dianggapi oleh Papa Lio dan dengan santainya Papa Lio membersihkan tangannya pakai hendsenitaizer pada tangan yang memegang tangan juragan Bordan tadi. Melihat itu juragan Bordan semakin marah.


"Katakan Pak Indra! Siapa dia sebenarnya?! " Sambil menunjuk Papa Lio.

__ADS_1


"Huff.... Dia adalah orang yang akan membayar hutang kakak dan kakak ipar saya. " Dan Papa Lio langsung mengeluarkan cek sejumlah 100 juta rupiah.


"Heh! Saya tidak menerima cek. Saya menerima uang cast. " Tanpa menunggu lama Papa Lio menelpon bodyguat nya untuk mengambil tasnya yang bewarna hitam di dalam mobil.


"Uang saya ada di salah satu bodyguat saya. Jadi suruh preman - preman anda untuk itu untuk mengizinkan bodyguat saya masuk! " Perintah Papa Lio ke juragan Bordan.


"Izinkan satu bodyguat nya masuk! " Perintah juragan Bordan ke preman nya.


Salah satu bodyguat Papa Lio masuk dengan membawa dua tas bewarna hitam dan langsung undur diri. Papa Lio mengambil satu tas tersebut yang dimana didalamnya ada uang senilai 100 juta rupiah.


"Ini uang yang anda minta. " Ujar Papa Lio. Dengan tatapan sinis juragan menjawab.


"Heh! Apakah anda yakin kalau jumlah uangnya cukup untuk membayar hutang mereka. "


"Kalau anda tidak percaya silahkan dihitung, pasti didalamnya pas 100 juta rupiah. " Lalu disambut oleh tawa juragan Bordan.


"Hahhahah! 100 juta?! Anda bilang seratus juta! Asal anda tau ya total hutang mereka 200 juta, karena mereka telambat membayar satu hari. " Ujar juragan Bordan dengan senyum kesenangan. Tapi itu tidak membuat Papa Lio terpengaruh, Papa Lio langsung mengambil satu tas hitam lagi yang dibawa oleh bodyguat nya. Dan Papa Lio membuka isi tas itu yang isinya sama dengan isi tas yang pertama.


"Ini isi uang didalamnya ada 100 juta. Berarti total semuanya adalah 200 juta rupiah, hutang mereka sudah lunas bukan? Dan kami pamit undur diri dulu. "


Saat mereka mau berjalan keluar, tiba - tiba juragan Bordan menarik Lana dengan kasar.


"Aaaakkk!! " Teriak Lana dan langsung membuat Papa, Mama dan Pamannya menoleh ke Lana. Disana mereka melihat bahwa juragan Bordan meletakkan pisau dileher Lana.


"Bila kalian tidak mau menikahkan saya dengan Lana. Maka lebih baik saya membunuh dia. " Dengan menggoreskan sedikit leher Lana, walaupun sedikit tetap saja darah yang keluar agak banyak dan rasanya perih. Melihat putri kesayangannya terluka membuat Mama Ele berteriak histeris.


"Kenapa anda mengingkari janji anda Borgan?! anda bilang bila saya atau Lana sudah mendapatkan uangnya, maka Anda akan melepaskan ponakan saya! " Bukannya menjawab juragan Bordan malah ketawa keras.


"Hhahahhahh! Anda yang terlalu mudah percaya dengan ucapan saya Pak Indra. Karena tujuan saya yang sebenarnya bukan uang itu, melainkan ponakan anda yang cantik ini. " Sambil membelai wajah Lana tapi Lana langsung mengindarinya.


"Lepaskan tangan kotor anda dari putri saya! "Murka Papa Lio. Sedangkan juragan Bordan hanya tersenyum sinis ke Papa Lio.


"Heh! Kalau saya tidak mau anda mau apa?! Tiba - tiba ada sesuatu yang menempel di kepalanya. Yang tidak lain adalah pistol yang ditodongkan oleh salah satu bodyguat Papa Lio.


"Kalau anda tidak mau melepaskan putriku, maka peluru itu akan menembus kepala anda. " Ancam Papa Lio.


"Tembak saja saya. Bila anda menembak saya, saya pastikan wanita ini juga ikut mati dengan saya! " Saat juragan Bordan itu mau menyayat lagi leher Lana, dengan sigap bodyguat Papa Lio menahan tangan dan membekap juragan Bordan dan mengambil pisau itu.


Setelah terlepas dari juragan Bordan Lana langsung berlari ke arah Mama Ele dan masuk ke dalam pelukan wanita yang telah melahirkannya itu.


"Mama!"Panggil Lana. Ke Mama Ele.


"Apakah luka kamu sakit sayang? " Tanya Mama Ele sambil melihat luka anaknya.


"Tidak apa - apa mah, cuma perih sedikit aja kok mah. "


"Syukurlah kamu tidak mendapat luka yang lebih parah my princess. Mama tadi takut sekali tadi saat melihat orang itu mau menyayat leher kamu menggunakan pisau. " Ujar Mama Ele bersamaan air matanya yang tidak berhenti mengalir.

__ADS_1


"Mana tenang saja. Aku sudah tidak apa - apa kok. " Kata Lana menenangkan Mama Ele.


"Iya nak. " Lalu Mama Ele kembali memeluk putrinya itu.


Sedangkan Papa Lio sedang berdiri depan juragan Bordan yang sudah ditahan oleh bodyguatnya.


"Lepaskan saya! Kamu tidak tau siapa saya hah! Bila kamu tidak mau mati lebih baik lepaskan saya! " Ujar juragan Bordan berusaha memberontak.


"Saya akan melepaskan anda bila polisi sudah datang kemari. " Balas Papa Lio dengan wajah dingin.


"Heh! Anda may melaporkan saya ke polisi?! Atas dasar apa anda menpenjarakan saya! "


"Banyak hal yang membuat anda pantas untuk dipenjara. Dari Pemerkosaan, penipuan, pemaksaan, kekerasan, pembunuhan dan KDRT. Apakah ada yang tertinggal dari perkataan saya ini? " Mendengar perkataan Papa Lio. Membuat juragan Bordan berkeringat dingin dan dia langsung memohon ke Papa Lio.


"Ampuni saya tuan. Saya tidak akan mengganggu Kailana lagi, dan saya juga tidak akan menerima uang itu. Tapi jangan sampai saya di penjara. "Tapi pemohonan juragan Bordan itu tidak di indahkan oleh Papa Lio.


Beberapa saat kemudian tibalah Polisi yang akan membawa juragan Bordan.


"Permisi pak. Kami akan membawa saudara Bordan dan anak buahnya. " Hormat Polisi itu ke Papa Lio.


"Silahkan dibawa Pak. Dan pastikan dia mendapatkan hukuman setimpal dengan perbuatannya. "


"Saya tidak mau! Lepaskan saya, kalian tidam bisa membawa saya seperti ini! " Juragan Bordan berusaha memberontak.


"Bila bapak ada pertanyaan silahkan bertanya di kantor polisi." Juragan Bordan dan anak buah nya masuk ke dalam mobil polisi.


Melihat juragan Bordan dan anak buah nya tertangkap membuat semua orang senang. Karena banyak dari mereka korban korban dari juragan Bordan. Bukan warga saja, istri - istri juragan Bordan itu juga bahagia karena mereka bisa berpisah dengan juragan Bordan yang selalu membuat mereka menderita.


*


*


*


*


*


*


*


**Gak nyangka aku nulis sampai 1593 kalimat. Mau dibagi dua, tapi gak bisa soalnya ini satu chapter, yaudah deh biarin saja. Semoga suka ya, salam hangat dari author tukang typo.


See you next chapter 😘😘


♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/

__ADS_1


__ADS_2