Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 28# Si embul Gara


__ADS_3

"Kamu pasti sengajakan Boy? " Tanya pria yang bermata biru dan berambut hitam peka layaknya orang Asia, dia sedang menjalankan mobilnya menuju ke perusahaan Yuniver Babahne Compeny perusahaan milik Maminya yang diteruskan oleh adiknya. Dia adalah Maxielleo arbert Graham atau Gara biasanya memanggilnya dengan sebutan Papa, bukan tanpa alasan Gara memanggil Pamannya sendiri dengan sebutan Papa. Itu karena Gara yang sangat merindukan sosok seorang ayah, walaupun Gara tidak pernah berbicara pada siapa, tapi Leo yang selalu menemaninya saat bayi hingga Gara besar mengetahui apa yang dirasakan oleh Gara. Dan dia memutuskan untuk menyuruh Gara memanggilnya dengan sebutan Papa.


"Makcud Papa apa? Gala gak tau? " Kilah Gara tanpa berani menatap wajah Leo.


"Huff... Kamu jangan berbohong Boy. Papa tau semua yang kamu lakukan. " Gara langsung mengerucutkan bibirnya. Saat mendengar perkataan Leo.


"Yah.... Papa. Kok Papa bica tau cih? Kan gak acik namanya. " Karena tingkah Gara yang menggemaskan itu berhasil membuat Leo terkekeh sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Dasar kamu ini. Jadi apa tujuan kamu Boy? " Tanya Leo ke Gara dengan lembut.


"Gala cuma mau racanya dipeyuk oleh Daddy Pah. Gala juga mau Daddy dan Mommy belcama, nanti Fana pacti cenang Pah. " Sungguh hati Leo sangat sedih, saat melihat keponakannya yang sudah dia anggap anak sendiri harus merasakan tanpa kasih sayang seorang ayah, dan karena itulah yang membuat Gara cepat dewasa dari pada anak - anak seusianya.


"Apakah kamu ingin sekali kalau Daddy dan Mommy kamu bersama - sama dengan kamu dan Fana Boy? " Tanya Leo memastikan. Dan dengan mantap Gara mengangguk mengiyakan.


"Huff... Baiklah. Papa akan menolong kamu supaya Daddy dan Mommy kamu bisa bersama - sama dengan kalian. Tapi kamu jangan bilang ke Mommy kamu ya Boy kalau kita ketemu dengan Daddy kamu. " Peringatan Leo ke Gara.


"Oke Pah. " Jawab Gara dengan antusias. Melihat Gara sangat bahagia membuat Leo ikut bahagia juga.


Bila kalian ingin tau kenapa Gara bisa tau kalau Angga adalah ayah kandungnya? Jawabannya ialah, karena Gara pernah melihat sebuah foto yang tersimpan di dalan kotak kubus yang letaknya dalam lemari Ella. Saat itu Gara iseng - iseng ingin bongkar lemari Ella, tapi dia malah menemukan foto pernikahan Ella dan Angga.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


Ruangan yang bernuasa biru dan putih yang membuat ruangan itu menjadi elegan. Disana terdapat seorang CEO yang perempuan yang memakai jas dipadu padakan dengan baju kemeja dan rok yang panjang dan mengembang sampai ke mata kami, dilengkapi dengan jilbab syariahnya. Dia adalah Maxiella Angel Yuniver, sang penerus dari Yuniver Babahne Compeny, sang ibu tunggal sejak 5 tahun yang lalu.


Ella yang sedang sibuk dengan berkas - berkas ditangannya. Tiba - tiba ada seseorang yang masuk keruangan nya, siapa lagi kalau bukan Gara dan Leo.


"MOMMY! " Teriak Gara saat memasuki ruangan Ella dan diikuti oleh Leo dibelakangnya yang sedang membawa dua paper bag.


"Hai sayang Mommy. Seru jalan - jalan dengan Papa Leo? " Tanya Ella lembut sambil menggendong Gara.


"Ceru Mom. Tadi Papa tadi didekatin cama cewek Mom, tapi Papa malah mengacuhkannya. Kalau cepelti itu kapan Papa dapat Ictli nya yah Mom? " Jawab Gara dengan polosnya yang membuat Ellla tertawa geli sedangkan Leo hanya melihat Gara dengan tatapan kesal.


"Dasar. Mulut anak kamu dek, lemas banget. " Bukannya menjawab Ella malah semakin memperkencang tawanya dan diikuti oleh Gara yang senang melihat wajah Papanya kesal.


"Kalian ini menyebalkan tau gak. Papa gak mau lagi main sama kamu Boy, mendingan Papa main sama Fana aja. " Lalu Leo duduk di Sofa yang ada disana sambil melipatkan kedua tangannya didadanya.


Melihat Abangnya kesal Ella langsung menyuruh Gara untuk membujuk Leo.

__ADS_1


"Sayang kamu bujuk tuh Papanya. Nanti Papanya gak mau lagimewujudkan keinginan yang kamu minta lho. " Bisik Ella ke telingan Gara.


Benal juga kata Mommy. Nanti kalau Papa gak mau bantu Gala buat catuin Daddy dan Mommy kan gawat. Oke, Gala bakalan bujuk Papa!


Gara turun dari gendongan Ella lalu dia berjalan menuju Leo yang sedang memalingkan mukanya ke samping.


"Papa..... " Panggil Gara tapi tidak ada sahutan dari Leo.


"Papa Ganteng deh. Gala minta maaf ya Pah, " Tapi Leo tidak menyahuti. Bukan Gara namanya kalau tidak banyak akal, dia langsung melompat ke dalam gendongan Leo, apa yang dilakukan Gara itu membuat Leo trrkejut bukan main. Dia terkejut bukan karena tingkah Gara, tapi Leo terkejut kalau takutnya Gara jatuh nanti.


"Boy! Kamu jangan begini dong, nanti kamu jatuh gimana?! Omelan Leo hanya direspon dengan senyuman oleh Gara.


"Papa jangan malah yah. Gala minta maaf, tadi Gala cuma belcanda caja. " Dengan melancarkan senjata handalannya yaitu Gara memasang wajah menggemaskannya, yang pastinya bakalan membuat


Leo luluh.


"Huff... Kamu ini bisa - bisanya ya membuat Papa luluh. Dasar anak nakal. " Leo langsung menggelitik Gara dan sontak itu membuat Gara tertawa geli.


"Hhahahha. Ampun Pah, ampun hahhahah. Gala gak kuat lagi. Hhahah. " Tapi Leo masih saja menggelitik Gara.


"Sudah Bang. Nanti dia nangis, bakalan susah membujuknya. " Leo menghentikan aksinya itu. Dia takut nanti Gara malah nangis hingga pulang dan ngadu ke Grandma dan Grandpa nya. Pasti Leo bakalan dimarahi habis - habisan karena sudah membuat cucu kesayangan mereka menangis.


"Oke. Papa berhenti. " Nyerah Leo sambil mengangkat kedua tangannya.


"Mmm. Dek! Kamu masih lama pulangnya? " Tanya Leo ke Ella.


"Sepertinya bakalan lama Bang. Soalnya ada beberapa masalah yang harus aku selesaikan. Abang sama Gara mau pulang, pulang aja dulu, kasihan Fana dirumah gak ada teman. " Kata Ella.


"Oke, kami pulang dulu. Kamu nanti pulang dengan supir yang kakak hubungi ya dek, nanti takutnya kalau kamu setir sendiri dalam keadaan lelah bakalan terjadi hal - hal yang tidak diinginkan sama kamu. " Khawatir Leo.


"Baik Bang. Nanti Ella bakalan pulang dengan supir yang Abang hubungi. " Jawab Ella.


"Ayo Boy, pamit ke Mommy kamu? "


"Gala pulang dulu ya Mommy. Muach muach "Lalu dia mencium kedua pipi Ella.


"Iya. Hati - hati ya sayang. Muach mmmuachh. "Dibalas dengan mencium kedua pipi gembul Gara dengan gemas.

__ADS_1


"Assalamualaikum. " Salan Gara dan Leo.


"Waalaikumsalam salam. "


Setelah kepergian Gara dan Leo, Ella langsung menghela nafasnya dan bersandar ke kursi sambil menghadap ke kaca yang disana terlihat gedung - gedung dan perumahan klasik.


"Kamu pasti rindu dengan kasih sayang seorang ayah kan nak. Mommy tau, walaupun kamu tidak pernah ngomong ke Mommy. Tapi Mommy tau kalau kamu ingin merasakan itu, walaupun Paman kamu menggantikan peran seorang ayah untukmu. Tapi itu tidak bisa mengobati rasa rindumu ke ayah kandungmu. Hahhh. "Desah Ella dengan air mata yang mengalir melihat nasib anaknya.


Setelah pergi dari perusahaan Ella. Gara dan Leo berkendara menuju Mansion keluarga Graham.


"Papa kapan membantu Gala? " tanya Gara.


"Kamu tunggu aja Boy. Papa mempunyai cara supaya Mommy dan Daddy kamu bisa ketemu seperti itu cuma kebetulan saja. "Sambil memasang senyum misterius. Tapi Gara hanya melihat Leo dengan ekspresi bingung.


Ditempat lain terdapat seaeorang yang memiliki rahang yang keras, bermata hitam, berhidung mancung dan ber alis tebal, dia yang sedang duduk sambil memegang dua buah foto ditangannya.


"Aku pastikan bahwa itu kamu. Dan aku bakalan mencari tahu semuanya sampai ke akar - akarnya. " Ujar Pria itu tanpa melepaskan pandangannya ke foto itu.


*


*


*


*


*


*


****Lanjut, lanjut gak ya😅😅. Lihat saja nanti ya, bakalan aku lanjut atau tidak.


Next chapter


Or


See you next chapter?

__ADS_1


__ADS_2