Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 17# Perasaan


__ADS_3

"Kak Edo?! " Panggil Lana kaget. Setelah itu Edo membawa Lana pergi duduk ke salah satu bangku yang ada disana.


"Kak Edo tau dimana aku disini? " Tanya Lana sedikit canggung, sebab dia selalu menghindari Edo saat dia berpapasan dengan Edo.


"Aku tau dari bundaku, kalau orang tuamu meninggal dunia. " Mendengar perkataan Edo tadi membuat Lana bertanya - tanya siapakah bundanya Edo?


"Memangnya bunda kak Edo siapa? " Tanya Lana gugup plus bingung. Lalu Edo menunjukkan senyuman tipisnya yang menghiasi wajahnya.


"Kamu pasti mengenal bundaku. "


"Siapa? "


"Dia sahabat ibu kamu, namanya bu Dewi. " Sontak itu membuat Lana kegat dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Hah! Buk Dewi! Berarti Kak Edo adalah kak Nicola rafaelliedo! " kaget Lana.


"Akhirnya kamu mengingat nama kakak ya Kai. " Ujar Edo sambil mengembangkan senyum di wajah tampannya itu.


"Tunggu tunggu! Kalau kakak adalah kak Nicol, kenapa kakak tidak ngomong ke aku? Dan terus kenapa nama kak Nicol berubah menjadi Edo?" Mendengar perkataan Lana itu, membuat senyum Edo luntur diwajahnya dan berubah menjadi raut wajah kesedihan.

__ADS_1


"Kalau masalah nama kakak sih, itu karena saat kakak belajar di Paris teman - teman kakak sering tertukar saat memanggil nama kakak. Soalnya nama Nicol banyak disana, supaya tidak tertukar dan bingung akhirnya mereka panggil kakak dengan sebutan Edo deh sampai sekarang terbawa bawa.... "Perkataan Edo terhenti sesaat untuk menghela nafas. "Kalau masalah kakak gak ngomong sama kamu soal kakak adalah kakak Nicol, itu karena dulu saat kakak tau kamu kuliah di jakarta, kakak meminta ke ayah kakak untuk sekolah di Unniversitas tempat kamu kuliah.


Awalnya ayah kakak tidak mengizinkan, tetapi karena kakak terus memaksa akhirnya ayah kakak mengizikan kakak untuk kuliah di Jakarta, tapi itu juga dengan syarat kakak harus meneruskan usaha ayah kakak. Karena kakak ingin bertemu dengan kamu untuk menyatakan cinta kakak, jadinya kakak menerima syarat itu.


Tetapi harapan kakak untuk bisa menyatakan cinta dengan kamu, itu pupus karena kamu sudah menjalin hubungan dengan pria lain. Awalnya kakak mengikhlaskan kamu dengan pria itu, karena kakak lihat dia sangat tulus dengan kamu Kai.


Tapi semenjak kamu dan pria itu menikah, kakak melihat kamu selalu bersedih, maka kakak bertekat untuk merebut kamu dari pria itu. Ternyata cinta kamu ke pria itu terlalu besar sehingga tidak ada celah untukku untuk mengisi hatimu. " Jelas Edo panjang lebar dengan pandangan mata tidak pernah lepas dari Lana.


"Tapi saat aku mendengan pria bren**ek itu mengceraikan kamu karena wanita lain, kakak menjadi geram dan kakak memutuskan untuk mengatakan siapa aku sebenarnya. Dan kita bisa kembali bersama seperti dulu Kai. Dan kakak sangat mencintaimu Kai, dari dulu hingga sekarang dihati kakak hanya ada nama kamu selalu. " Sambil memegang tangan Lana. Tapi Lana melepaskan pegangan itu dengan lembut.


"Maaf kak. Aku tidak bisa menerima cinta kakak, karena cintaku ke kakak sudah hilang semenjak aku mengenal mas Angga. " Mendengar perkataan Lana itu membuat emosi Edo memuncak.


"Kenapa Kai! Kenapa kamu masih mencintai pria yang sudah membuat kamu menderita! Kenapa Kai! " Tanya Edo sambil mengguncang guncangkan bahu Lana. Lalu Lana menurunkan tangan Edo yang ada dibahunya.


"Itu lah namanya cinta kak. Cintaku ke mas Angga terlalu besar, sehingga aku masih mencintai mas Angga. Walaupun mas Angga telah kasar kepadaku. Tetapi mas Angga bukan mengceraikanku karena wanita Lain, tetapi karena perusahaan mas Angga diambang ke hancuran. Dan mas Angga juga sudah tidak bisa menafkahi aku lagi makanya mas Angga mengceraikanku. " Ujar Lana sambil tersenyum dan matanya lurus melihat ke depan.


"Walaupun gitu, tidak bisakah kamu menerima kakak Kai. Kalau kamu tidak mencintai kakak, kakak akan menikahi kamu dan membahagiakan kamu, kalau masalah cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. " Harap Edo. Tapi itu mendapatkan gelengan oleh Lana.


"Tidak kak, aku tidak bisa. Aku tidak bisa menerima kakak atau menikahi kakak. Suatu hubungan yang dimulai tanpa ada cinta itu akan menyakitkan kakak, karena belum tentu aku bisa melupakan mas Angga. Dan aku juga tidak mau kakak tersakiti nantinya. " Ujar Lana menatap Edo dengan senyum seduh. Lalu dia berdiri dari tempat duduknya dan berpamitan dari Edo.

__ADS_1


"Sekali lagi maaf kak, Aku pamit pulang dulu. Assalamualaikum. "


Edo hanya bisa melihat punggung Lana menjauh dari taman itu sampai menghilang dengan air mata yang mengalir di wajahnya.


*


*


*


*


*


*


******Maaf ya jarang up, soalnya lagi ngurus keperluan untuk lebaran nanti. semoga suka ya, salam dari author tukang typo.


See you next chapter😘😘

__ADS_1


♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*******)/


__ADS_2