Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 18# Hutang


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Edo tadi, Lana langsung pulang ke rumah orang tuanya. Dan di sana ia disambut oleh bibi, paman dan putri mereka.


"Assalamualaikum. " Salam Lana saat memasuki rumah kedua orang tuanya.


"Heh! Akhirnya kamu pulang juga. " Ujar bibi Lana sinis.


"I-ya bi. Bibi dan paman kenapa nungguin aku? " Mendengar itu, Lana mendapatkan tatapan sinis dari mereka berdua kecuali paman yang hanya memasang wajah garang.


"Apakah kamu lupa, kalau ada yang harus kita bicarakan?! " Tanya paman Lana dengan nada kesal.


"Ti-tidak paman, aku ingat kok? "


"Alah, bilang saja kamu tidak mau melihat kami disinikan?! Dasar tidak tau diri! " Hardik putri mereka yang bernama Karina itu.


"Bu-bukan begi..... " Perkataan Lana terhenti oleh pamannya.


"Sudah jangan bahas itu lagi. Lagian saya tidak peduli mau kamu senang atau tidak dengan kedatangan keluarga saya disini, tapi yang pasti ada hal yang harus saya sampaikan ke kamu!" Sambil mengeluarkan berkas lalu meletakkannya di meja.


"Apa itu paman? " Tanya Lana sambil menjalan ke meja tersebut.


"Disana tertulis kalau orang tua kamu berhutang dengan juragan Bordan sebesar 100 juta rupiah. Kamu hanya bisa memilih 3 pilihan.


Yang pertama: kamu harus melerakan seluruh aset peninggalan orang tuamu dan saya diambil oleh mereka sebagai pelunas hutang.


Kedua: Kamu harus menikahi juragan itu kalau tidak mau aset orang tuamu dan saya diambil


Dan yang ketiga: atau kamu harus membayar seluruh hutang dan bunganya ke juragan Bordan itu.


Karena kamu sudah menikah, jadi kamu harus memilih 2 persyaratan itu. Oh tidak sepertinya kamu janya bisa memilih satu pilihan, karena saya tidak mau aset saya diambil oleh mereka. " Itu sontak membuat Lana terkejut saat mendengar fakta yang sebenarnya.


"Un-untuk apa uang sebanyak itu oleh ayah dan ibuku paman? "

__ADS_1


"Dasar kamu anak tak tau diuntung! Orang tua lagi sakit saja tidak tau! " Hardik Karina.


"A-apa sakit? Siapa yang sakit? Kenapa mereka tidak pernah memberi tahuku? " Tanya Lana terkejut.


"Asal kamu tau ya! Ibu kamu itu menderita kangker hati stadium 2, dan mereka memerlukan uang untuk biaya operasi dan temotrapi! Sedangkan anak mereka asik dengan suami kayanya tanpa mempedulikan kedua orang tuanya yang berjuang untuk melunasi utang mereka, hingga akhirnya mereka kecelakaan dan meninggal dunia! " Sinis Karina. Sedangkan Lana cuma bisa terkejut saat mendengar apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya.


"Aku memang tidak tau Nana, soalnya ibu dan ayah tidak pernah ngomong ke aku. "


"Itu juga karena kebodohanmu, karena tidak mengetahui keadaan mereka! " Dan itu membuat Lana bertanya tanya di dalam hatinya.


Apakah benar yang dikatakan oleh Nana tadi? Kalau ayah dan ibu dan ayah itu meninggal juga karena kesalahanku?


"Sudah Nana, sekarang bukan waktunya membahas itu. Sekarang kita harus menyelesaikan tentang aset kita yang juga menjadi taruhannya. " Perintah paman Lana ke anaknya itu.


"Karena suami kamu kaya raya, jadi kami harap kamu meminta uang ke suami kamu itu. " Usul bibi Lana. Mendengar itu membuat Lana menjadi bingung, sebab Lana dan Angga sudah bercerai.


"Ta-tapi bi, aku dan mas Angga sudah bercerai." Mendengar hal itu membuat paman dan bibinya kaget. Tetapi tidak dengan Karina dia hanya tersenyum megejek.


"Walaupun kamu bercerai, pasti kamu mendapatkan tunjangan dari suami kamukan? Kalau di hitung hitung dari kekayaan suami kamu itu, tunjangan yang dia kasih pasti cukup untuk melunasi hutang orang tuamu. " Mendengar pertanyaan pamannya itu, membuat Lana hanya bisa menunduk kepala bersalah karena tidak menerima tunjangan dari Angga.


"Ma-maaf paman, Lana tidak menerima tunjangan yang diberikan oleh mas Angga, karena Lana kasihan melihat kondisi mas Angga yang sedang berjuang karena perusahaan mas Angga sedang diambang kebangkrutan. " Mendengar itu membuat bibi Lana marah.


"Dasar bod*h! Kamu kasihan melihatnya, tetapi tidak kasihan melihat kami yang harus terpaksa mempertaruhkan aset kami kalau kamu tidak melunasi hutang itu! Kenapa kamu sebod*h ini sih" Setelah mengatakan itu bibi Lana beranjak keluar dan disusul oleh Karina yang hanya memandang Lana dengan senyum mengejek.


"Saya tidak mau tau, dalam waktu 48 jam kalau kamu tidak bisa mendapatkan uang dari suami kamu itu, maka kamu harus terpaksa menikah dengan juragan Bordan dan menjadi istri ke-8 nya! " Lalu paman Lana pergi meninggal Lana yang menundukkan kepalanya menahan tangisnya.


Bagaimana ini, aku tidak mau aset ayah dan paman diambil. Dan aku juga tidak mau menikah dengan juragan Bordan yang telah mempunyai 7 isti itu. Sepertinya aku harus kembali ke jakarta untuk meminjam uang ke mas Angga.


Lalu Lana melihat ke langit - langit rumahnya dan berkata.


Ya Allah.... Tolong permudahkan lah jalanku untuk menyelesaikan masalah ini ya Allah.

__ADS_1


Setelah itu Lana membersihkan dirinya. Lalu Lana melakukan sholat isya.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


Lana berangkat ke bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II pukul 07.00. Saat duduk di kursi pesawat Lana merasakan kepalanya pusing, dikarenakan Lana tidak tidur semalam karena memikirkan masalah yang dia hadapi.


Setelah melakukan perjalanan yang menghabiskan waktu 1 jam 10 menit. Lana akhirnya sampai di bandara Soekarno Hatta, dan Lana langsung masuk ke taksi online yang sudah dia pesan itu menuju ke perusahaan Angga.


Sesampai disana Lana meminta supir taksi itu menunggunya.


Huh... Kamu pasti bisa Lana. Semangat!


Dan Lana melangkahkan kakinya ke dalam perusahaan Angga itu.


*


*


*


*


*


*


****Maaf gays aku tadi keriduran jadinya aku telat updatenya deh. Sekali lagi maaf ya, dan semoga suka dengan novel ini jangan lupa tinggalkan like dan komen kritikan ke aku ya hehehe😂. Salam dari author tukang typo.


See you next chapter😘😘


♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*****)/

__ADS_1


__ADS_2