Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 34# Kondisi Fana drop


__ADS_3

Ini bukan diulang ya ceritanya. Ini adegan tentang Ella.


Saat Ella menemani Gara bermain tiba - tiba handponenya berbunyi.


DRRRT DRRRT DRRRT


"Gara! Mommy angkat telepon dulu ya, kamu jangan main jauh - jauh. " Kata Ella ke Gara


"Oke Mom. " Jawab Gara tanpa memalingkan wajahnya dari bunga - bunga yang ada di sana.


Ella menjentiikan jarinya, lalu salah satu pengawal nya yang berbadan besar dan kekar, yang mempunyai kepala yang botak. Dia adalah pengawal yang selalu menemani Gara bila Ella dan Leo ada keperluan yang mendadak dan harus meninggalkan Gara sebentar.


"Kamu jaga Gara! " Perintah Ella.


"Baik Nona. " Jawab pengawal itu dengan sopan.


Setelah mangatakan itu Ella agak jauh dari Gara, dan dia langsung mengangkat teleponnya yang disana tertera nama ' Abang Leo'.


"Assalammualaikum. Ada apa bang? "


"Waalaikumsalam. Kamu harus segera ke rumah sakit milik keluarga Graham sekarang dek! "


Mendengar perkataan Abangnya itu membuat Ella dilanda kepanikan.


"Memangnya siapa yang sakit Bang?!


"Fana dek! Kondisi Fana kembali drop, sekarang dia ada di ruang ICU. "


Mendengar kondisi anaknya kembali drop membuat Ella panik bercampur Khawatir.


"Aku akan segera disana Bang. Aku memanggil Gara dulu ya Bang. "


"Eh, tunggu dek! "


"Ada apa bang? " Tanya Ella dengan nada yang agak kesal dan Panik.


"Sebaiknya kamu jangan beritahu dan mengajak Gara ke rumah sakit. Takutnya Gara tertular virus atau penyakit yang ada di rumah sakit. "


"Oke kak. Aku bakalan nyuruh Si Botak untuk menjaga Gara sampai orang - orang pulang. "


Percakapan itu berakhir setelah mereka mengucapkan salam.


Ella pergi ke tempat Gara bermain tadi, tapi Gara dan Si Botak tidak ada di sana.


"Mereka kemana? " Guman Ella sambil celingak - celinguk kiri kanan mencari mereka. Karena Ella tidak melihat keberadaan Gara maupun Si Botak, akhirnya dia menelpon Si Botak.


TUT TUT TUT


"Hallo Nona. "

__ADS_1


"Hai Botak. Apakah Gara ada dengan kamu? "


"Tuan muda dan saya di dekat taman bunga Nona. "


"Sekarang bawa Gara pulang dan kamu tunggu hingga Mama, Papa atau siapa saja pulang ke rumah."


"Tapi Nona, tuan muda masih mau main di sini Nona. "


"Masih mau main lagi? Coba bujuk kamu Gara untuk pulang. "


"Saya sudah membujuk tuan muda Nona, bukannya pergi tuan muda malah nangis Nona. "


Hah! Menangis? Tidak biasanya Gara menangis. Apakah mungkin dia memang mau main ya?


"Kamu berikan handponenya ke Gara. Saya mau bicara dengannya. "


"Baik Nona. "


Lalu diseberang sana terdengar suara cendelnya Gara yang agak serak akibat baru selesai menangis.


"Hallo Mom. "


"Hai sayang. Apakah benar yang dikatakan Om Botak, kalau kamu gak mau pulang. " Ujar Ella dengan lembut.


"Iya... "


"Kalau boleh Mommy tau, kenapa Gara gak mau pulang? "


"Oh, Gara masih mau main sama Om ya. Tapi pulang ya, kan di rumah Gara bisa main juga sama Om. "


Ella tidak tau kalau Om yang dikatakan oleh Gara itu adalah Angga, Ella mengira kalau Om yang dimaksud Gara adalah Om Botaknya Gara.


"Enggak, Gala macih mau main di cini. "


"Baiklah. Tapi nanti kalau sudah pulang ke rumah, Gara ditemanin sama Om botak ya. Sebab dirumah gak ada orang selain pekerja disana. "


"Memangnya cemua olang mau ke mana Mom? "


"Gak kemana - mana kok, cuma ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan Fana. Kamu tunggu dirumah ya. "


"Oke Mom. Gala sayang Mommy muach. "


"Mommy juga saya Gara. Muach. "


Setelah selesai menelpon dengan Gara, Ella langsung ke pakiran yang diikuti oleh beberapa pengawal.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


Ella sampai di GRAHAM HOSPITAL. Ella langsung berlari menuju ruangan ICU tempat Fana biasanya ditangani.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Fana Ma?! Dan kenapa kondisinya menjadi drop?! Padahal tadi pagi Ella lihat Fana baik - baik saja Ma?! " Tanya Ella dengan nafas yang bergemuru.


"Kamu tenang nak. Sekarang ini Fana sedang ditangani oleh dokter. Nanti kalau dokter sudah selesai menanganinya kita tanya apa penyebabnya. " Lalu Mama Ele mendudukkan Ella dibangku yang ada di sebelahnya.


Bibir Ella tak henti - hentinya mengucapkan doa untuk keselamatan putrinya, dan juga air matanya tidak berhenti juga menetes sejak tadi.


Setelah lama menunggu akhirnya lampu ruang operasi itu berganti warna. Dan semua orang disana langsung berdiri saat dokter keluar di ruangan itu.


(Anggap saja ini mereka berbicara pakai bahasa inggris ya)


"Bagaiman keadaan putri saya dok?! " Tanya Ella


"Keadaan Nona Fana sekarang sudah stabil Nona. Tapi, kita harus segera mungkin menemukan tulang Sumsum yang cocok untuk Nona Fana. Kalau tidak akan ada kemungkinan buruk yang terjadi dengan Nona Fana. "


"Hal buruk seperti apa maksudnya dok? " Tanya Leo.


"Hal buruknya adalah Nona Fana tidak akan bisa hidup lebih lama lagi. Usia Nona Fana kemungkinan tinggal beberapa hari atau yang lebih lama tinggal 1 bulan lagi, kalau kita tidak melakukan tulang sumsum segera. " Bagai disambar petir disiang bolong, seluruh keluarga Graham sangat terpukul menerima kabar ini. Dan Ella yang tidak bisa lagi membendung air matanya.


"Gak dok, gak! Fana pasti akan hidup lebih lama. Fanaku gak mungkin ninggalin Mommy nya, gak mungkin dok. " Histeris Ella.


"Maaf Nona, tapi itu Kenyataannya. " Ujar dokter itu.


"Udah sayang, kita akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan pendonor yang lebih cocok untuk Fana. Kamu yang kuat ya sayang. " Ujar Mama Ele sambil memeluk putrinya itu.


"Aku gak akan biarin Fana ninggalin aku Mah. Fana dan Gara itu adalah sumber kekuatanku, aku gak tau nanti aku bakalan gimana bila salah satu dari mereka ninggalin aku Mah. Hiks... Hiks.. " Isak tangis Ella. Melihat Ella sedih membuat seluruh Anggota keluarga yang ada disana juga ikut sedih.


Leo hanya bisa melihat adiknya bersedih, karena dia tidak tau harus berbuat apa. Karena kunci dari kebahagiaan adiknya itu sekarang adalah kesembuhan keponakannya Fana.


Tiba - tiba dia teringat dengan Gara yang ditinggal sendiri dirumah bersama dengan Si Botak.


"Pah. Leo pulang dulu ya pah, kasihan Gara cuma bersama Si Botak saja disana. "


"Iya nak. Kamu lebih baik pulang saja, kasihan Gara kita tinggalin. Dan belum tentu juga kita akan pulang mengingat kondisi Fana sekarang ini. " Kata Papa Lio.


Dan Leo pulang ke rumah setelah berpamitan dengan seluruh anggota keluarganya.


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2