
"TUNGGU ANGGA! " Teriak seseorang itu yang tidak lain adalah Ella.
Mendengar suara Ella, Angga sontak membalikkan badannya ke sumber suara. Ella berlari kecil ke arah Angga, setelah sampai di depan Angga, Ella menghentikan langkahnya.
Ella mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum bicara. Leo, Mama Ele dan Papa Lio memutuskan untuk pergi dari sana, karena mereka tau kalau Ella dan Angga membutuhkan waktu untuk berbicara empat mata.
"Aku akan menjawab lamaran kamu kemarin. " ujar Ella setelah berhasil mengstabilkan nafasnya. Angga hanya bisa menelan lu*ahnya dengan kasar, dia sangat gugup saat menunggu apa yang akan Ella pilih, apakah akan menerimanya atau menolaknya.
"Aku mau minta maaf, jika pilihanku tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. " Ujar Ella dengan nada sedih sambil memberikan kotak persegi yang bewarna merah ke Angga.
Saat melihat Ella memberikannya kotak yang bewarna biru ke Angga. Dan Angga menerima kotak itu dengan perasaan kecewa dan sedih.
"Gak pa pa kok Ella. Aku tau, kamu pasti berat menerima aku setelah apa yang telah aku lakukan di masa lalu. Mungkin kita memang tidak berjodoh, makanya Allah tidak membukakan hatimu untukku. " Ujar Angga sambil tersenyum, yang dimana senyuman itu ada kesedihan yang mendalam.
"Dan aku harap, aku masih boleh bertemu dengan Gara dan Fana, dan aku harap kamu bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari pada aku. "
Ella tidak membalas perkataan Angga, dia hanya memandang Angga dengan tatapan yang susah diartikan.
"Kalau begitu aku berangkat dulu. Assalamualaikum. " Setelah mengatakan itu Angga membalikkan badannya dan berjalan maju. Tetapi, hanya beberapa langkah dia melangkah, dia menghentikan langkahnya karena perkataan Ella.
"Kata siapa kita tidak berjodoh! " ucap Ella.
Angga membalikkan badannya lagi, dan menatap Ella dengan tatapan bingung.
"Apa maksud kamu? Bukannya kamu sudah menolak aku? " tanya Angga lagi.
"Kata siapa aku menolak kamu? " tanya Ella jail.
"Dari kotak ini. Bukannya didalam kotak ini berisi kalung emas? Yang berarti kamu menolak aku jika kamu memberikan aku kotak ini? " Tanya Angga tidak mengerti apa maksud Ella.
"Emangnya kotak itu ada kalung bewarna emas? "
__ADS_1
"Ada kok, kan aku yang memberikan ke kamu. Kalau gak percaya biar aku buka kotak ini. " Angga membuka kotak persegi itu, dan betapa Angga tercengangnya bahwa kotak itu kosong.
"Kok kotaknya kosong? " tanya Angga, entah kenapa saat ini otak Angga tidak bisa diajak kerja sama.
"Jadi, maksudnya adalah bahwa aku..... " Ella tidak meneruskan perkataan, lalu mengambil kotak yang bewarna biru didalam sakunya. Lalu Ella membukanya kotak persegi bewarna biru tersebut, dan didalam kotak itu terdapat dua kalung emas dan perak.
"Jadi maksudnya kamu.... " tebak Angga, tapi trbakannya itu tidak dia Katakan ke Ella.
"Bahwa aku menerima lamaran kamu dan maaf pilihanku tidak sesuai dengan harapanmu, soalnya sayang kalau cuma pilih satu. Jadinya aku pilih dua deh. " ujar Ella sambil tersenyum nyengir ke Angga.
Angga tidak mengatakan apapun, soalnya tiba - tiba saja otak Angga tidak singkron untuk mencernah.
Ella merasa heran saat melihat ekspresi Angga yang hanya terdiam saja.
"Hallo! Angga? Kamu kenapa? Kok diam saja? "
"Ella, cubit aku! " Perintah Angga, dan dengan ekspresi bingung Ella mencubit Angga hingga si empunya memekik kesakitan.
"Ja-jadi ini bukan mimpi? Ja-jadi lamaranku diterima? " Tanya Angga dan dianggukin mantap oleh Ella
"Yes!! Akhirnya lamaranku diterima! Yuhuui! " Teriak Angga kesenangan sambil melompat - lompat.
Sedangkan Ella hanya menutupi wajahnya malu saat semua orang melihat ke arah mereka. Untung saja semua orang tidak tau apa yang dikatakan oleh Angga, kalau tau pasti dia makin malu disana.
Dan saat Angga mau memeluk Ella, tapi tiba - tiba...
Attention, Blacknow 557 passengers, the London - Indonesia tarmac, to board immediately, as in five minutes' time.
(Perhatian, bagi penumpang pesawat, Blacknow 557 landasan London - Indonesia untuk segera memasuki pesawat, karena 5 menit lagi pesawat akan baranngkat.)
Karena pemberitahuan itu, akhirnya Angga tidak jadi untuk memeluk Ella. Karena hal Itu Angga memasang wajah masamnya.
__ADS_1
Ella terkekeh saat melihat wajah masam Angga itu, bagi Ella wajah Angga itu sangat lucu.
"Gak pa pa kok. Kamu pergi saja, nanti aku akan menyusul kamu ke Indonesia. " Kata Ella. Memang benar Ella sudah merencanakan untuk menetap di Indonesia jauh - jauh hari sebelum Angga melamarnya, karena perusahaan Papa Lio dan Leo yang ada di London sudah diserahkan kepada Pamannya Ella, dan mereka mau fokus mengurus perusahaan mereka yang ada di Indonesia, perusahaan yang tidak kalah besar dari pada perusahaan mereka yang ada di London.
Bukan hanya perusahaan Papa Lio dan Leo saja, perusahaan yang dikelolah oleh Ella juga diserahkan ke Mona, sepupunya Ella. Karena Ella juga mau mengurus perusahaan Yuniver Babahne yang ada di Indonesia. Dan juga untuk mengurangi pekerjaannya yang terasa semakin hari semakin sedikit waktu untuk anak - anaknya.
"Uh! Sepertinya bukan saatnya. " Lirih Angga. Lalu mengeluarkan gawainya untuk menelpon seseorang.
"Hallo Rian, kamu tunda rapatnya. Karena saya akan balik besok, Assalamualaikum! " Angga mematikan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Rian, dan pasti kalian sudah ketebak gimana kesalnya Rian saat ini😂.
"Ayok kita jalan - jalan! Aku tidak jadi pergi hari ini. " Sambil menggandeng tangan Ella.
Sedangkan Ella hanya memandang cengo atas apa yang Angga lakukan.
Jadinya, hari ini tidak ada acara perpisahan yang menguras air mata, karena Angga pulangnya besok.
*
*
*
*
*
Ini foto kalung yang Angga berikan ke Ella
__ADS_1