Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 13 # Perceraian


__ADS_3

"Mas... " Kata itulah yang bisa dikatakan Lana kerena saking bahagianya saat melihat orang yang dia rindukan ada di depannya. Sedangkan Angga hanya memasang wajah datarnya ke Lana.


Karena tidak mau kehilangan kesempatan itu Lana menghamburkan kepelukan Angga. Awalnya Angga kaget dengan reaksi Lana, tetapi Angga kembali ke mode dinginnya dan juga dia tidak membalas pelukan Lana. Tetapi itu adalah hal yang biasa bagi Lana. Setelah puas berpelukan dengan Angga Lana melihat wajah Angga dan tersenyum kepadanya.


"Aku kangen banget sama mas Angga. Mas kabarnya gimana? " Tanya Lana tanpa berpaling menatap wajah Angga.


"Saya sehat. " Singkat jelas padat, itulah jawaban yang didengan oleh Angga.


"Mas sudah makan? Kalau belum biar aku buatin makanan buat mas. " Saat mau menuju ke dapur lengan Lana decengkram oleh Angga.


"Lana tunggu! "


"Iya? Ada apa mas? " Tanya Lana bingung. Tanpa menunggu lama Angga memberikan sebuah berkas ke Lana. "Ini apa mas? "


"Kamu lihat saja sendiri. " Tanpa menunggu lama, Lana langsung membuat isi berkas itu dan betapa terkejutnya dia saat berkas itu berisikan surat perceraian.


"I-ini apa Maksudnya mas? " Tanya Lana dengan nada bergetar.


HUFF


Angga menghela nafas sebelum menjelaskan kepada Lana.


"Seperti yang kamu lihat, bahwa saya memintak cerau dan talak kepadamu! " Mendengar kata 'Talak dan cerai' membuat Lana bagaikan tersambar petir di siang bolong.


"Ta-tapi kenapa mas.... Apa salahku?! Katakan mas! Aku bakalan memperbaikinya, tapi jangan pernah ada kata pisah diantara kita mas.....! " Histeris Lana sambil bersimpuh dan menarik baju Angga.


"Lepas Lana! Saya menceraikan kamu karena tidak sanggup membiayai kebutuhan kamu! Perusahaan saya di ambang kebangkrutan Lana! Kamu ngerti gak! " Mendengar pejelasan Angga membuat Lana tenang, ternyata Angga mau meminta pisah ke dia karena sudah muak dengan Lana.


"Kalau itu yang mas cemaskan. Insyaallah aku sanggup kok bersama mas Angga saat mas Angga dalam keadaan tidak mempunyai apapun. Aku menikah dengan mas Angga bukan karena harta mas Angga, tapi karena cinta yang atas nama Allah. " Ujar Lana tulus. Mendengar hal itu membuat hati Angga menghangat, tetapi rasa itu dia tepis jauh - jauh karena tujuan dia ke sini untuk menceraikan Lana.

__ADS_1


"Haisss......! Walaupun kamu tidak apa - apa bersama saya saat saya sedang kesusahan, tapi saya yang pusing jadinya karena harus fokus mencari nafka untuk memenuhi kebutuhan kamu! Kamu bakalan memjadi beban saya tau gak! "


Mendengar perkataan Angga tadi membuat Lana tersentak kaget. Kalimat itu selalu menjadi tanda tanya di otaknya, apakah benar dia beban. Haruskah dia menyerah dalam rumah tangga yang sudah hampir 2 tahun ini mereka bina bersama. Setelah memikirkan itu, akhirnya Lana membuat keputusan.


Huff.... Bismillah, semoga ini merupakan keputusan yang. terbaik untuk hamba ya Allah.


"Baiklah mas, a-aku akan menandatangani surat ini. Tetapi, aku mohon mas dan aku merayain Unniversery pernikahan kita yang ke-2 besok lusa. " Mendengar hal itu Angga mengangguk mengiyakan.


Lana menandatangani surat perceraian itu dengan badan yang bergetar menahan tangisnya.


"Saya akan memberikan kamu akan memberiman kamu atm, mobil dan tanah sebagai tunjangan. " Angga memberikan Atm, kunci mobil dan sertifikat tanah ke Lana.


"Maaf mas Angga, aku tidak bisa menerima ini semua. " Tolak Lana halus.


"Kenapa? Masih kurang? Saya tadikan sudah bilang, kalau perusahaan saya su..... "


"Bukan itu mas! " Potong Lana "Aku tidak perlu ini semua, mas merayakan Unniversery pernikahan kita aku sudah cukup kok mas. Dan juga, gunakan ini sebagai modal buat perusahaan mas. " Karena Lana bersikeras untuk tidak menerima tunjangan dari Angga. Akhirnya Angga menyerah dan mengambil kembali apa yang akan diberikannya untuk Lana.


"Mas jangan lupa ya lusa nanti. "


"Mmm. "


Setelah Angga menutup pintu apartemen, Lana terduduk dan menangis tersedu sedu.


...___________🌸🌸🌸🌸___________...


Setelah keluar di dari apartemen, Angga mengangkat handponenya yang sejak tadi berdering.


"Lana sudah menandatangani suratnya. "

__ADS_1


" ....... "


"Kamu harus sabar. Dia menunggu sampai lusa setelah merayakan Unniversery pernikahan, baru dia pergi! "


" ....... "


"Mmm. "


Lalu Angga membanting handponenya ke bangku sebelahnya setelah tiba di mobil.


"Heh! Berani sekali kamu mengancamku. Kamu lihat saya apa yang bakalan saya lakukan untuk menyingkirkan kamu. " Guman Angga.


Dan Angga melajukan mobilnya keluar pakiran. Lalu dia menuju ke rumah orang tuanya.


*


*


*


*


*


*


*


**Maaf semua author udah beberapa hari ini gak up. Soalnya author lagi gak enak badan, ini sebenarnya author masih sakit😣, Maaf ya dikit dulu. Salam dari author tukang typo

__ADS_1


See you next chapter 😘😘


♪\(*^▽^*)/\(*^▽^***)/


__ADS_2