Sang malaikat kecilku

Sang malaikat kecilku
CHAPTER 60# Obsesi


__ADS_3

Setelah Ella berdiskusi dengan Angga, akhirnya mereka berempat pergi ke tempat yang telah dikatakan oleh Edo, saat Ella mengchat Edo menggunakan handpone Angga. Itu semua karena Angga melarang Ella untuk memasukkan nomor Edo ke dalam kontak Ella.


Beberapa saat setelah mereka menjalankan mobil Angga, yang dikemudikan oleh Angga. Akhirnya mereka sampai di rumah yang terbilang cukup sederhana.


Saat mereka keluar dari mobil, semua penduduk desa menatap mereka dengan tatapan penasaran. Sampai mereka semua berkerumun melihat kedatangan mereka berempat, karena bagaimanapun mobil yang mereka berempat kendarai adalah mobil BMW keluaran terbaru. Karena hal itu membuat Fana berada dalam dekapan Daddy nya, sebab Fana belum terbiasa dengan khalayak ramai.


Sesampai di depan pintu, Angga langsung mengetuk daun pintu itu sambil mengucapkan salam diikuti oleh Ella.


"Assalammualaikum! " salam mereka bersamaan.


"Waalaikumsalam. " jawab seseorang pria paru baya yang berada dibalik pintu.


Betapa terkejutnya lelaki itu saat melihat siapa yang datang bertamu di rumahnya.


"Lana..? " kaget orang itu.


"Paman? " ujar Ella yang tidak kalah kaget.


"Paman kenapa bisa tinggal disini? Bukannya rumah paman itu..... " belum sempat Paman Ella menjawab, tiba - tiba saja muncullah Karina dari belakang Paman Ella.


"Eh? Kalian sudah sampai, silahkan masuk! " ajak Karina, dan mereka berempat masuk ke dalam.


Disana sudah ada Edo yang menyambut dengan senyum senang, lebih tepatnya senyuman itu untuk Ella. Tapi senyum itu memudar saat melihat Gara yang digandeng oleh Ella, dan Fana yang digendong oleh Angga.


"Silahkan duduk! Aku pergi menyiapkan minum dulu ya! " saat Karina hendak pergi, Ella langsung memanggilnya.


"Tidak usah Rin. Aku dan mas Angga tidak bisa karena kami harus sampai ke bandara sore nanti. " jelas Ella, lalu dianggukan kepalanya tanda mengerti.


Setelah semuanya duduk di atas sofa yang sudah sedikit usang. Mulailah Karina angkat bicara.


"Terima kasih telah menerima ajakan aku ke sini Lana. Aku.... Aku mau meminta maaf ke kamu.... atas semua yang telah aku.... Aku lakukan di masa lalu. " lalu Karina menarik nafasnya dalam - dalam dan dia juga mengangkat kepalanya ke atas agar air matanya yang dia tahan tidak jatuh.


"Aku sadar, bahwa apa yang aku lakukan dimasa lalu itu... Itu sangat.... Sangatlah keterlaluan. Sebenarnya aku mau meminta maaf ke kamu beberapa tahun yang lalu... Tapi, karena kamu sudah pergi... Jadinya aku tidak bisa meminta maaf ke kamu..... Dan sekarang, akhirnya aku bisa lagi bertemu dan meminta maaf ke kamu.... Kamu mau kan, Lana? Memaafkan aku? " harap Karina.


Lalu Ella membalasnya dengan senyuman, lalu Ella menggenggam tangan Karina.


"Rin, sebelum kamu meminta maaf ke aku. Aku sudah memaafkan kamu kok, karena bagaimanapun kamu tetaplah sepupuku. " mendengar perkataan Ella membuat tangis Karina runtuh seketika, dan Karina juga mengucapkan banyak terima kasih ke pada Ella karena telah memaafkannya.


Semua orang tersenyum bahagia melihat hal itu, apalagi Paman Ella, sekaligus ayah Karina. Dia bahagia melihat perubahan anaknya itu.


"Oh iya Rin? Bibi kemana? Kenapa sejak tadi aku tidak melihat Bibi? " tanya Ella heran karena sejak tadi dia tidak melihat kehadiran Bibinya, ibu dari Karina dan istri dari Pamannya.


"Ibu sudah meninggal 2 tahun yang lalu, saat berusaha membawa kabur semua harta ayah, bersama dengan....... Suami barunya. " sontak penjelasan dari Karina membuat Ella keget, dia sungguh tidak percaya bahwa ibu sekaligus istri dari Pamannya melakukan hal yang kejam itu. Memang Ella akui, kalau sifat bibinya itu tidak baik, tapi mrlakukan hal tersebut Ella rasa tidak percaya, mengingat Bibinya sangat sayang dengan anaknya dan menghormati suaminya.


Ella tidak mau Karina maupun Pamannya mengingat hal yang menyakitkan bagi mereka. Ella langsung mengalihkan topik pembicaraannnya.

__ADS_1


"Oh iya Paman. Bagaimana kabar Paman, Paman sehat? " basa basi Ella.


"Paman sehat kok nak. Mereka berdua anak kamu ya? " tanya ayah Karina yang sejak tadi penasaran dengan Gara dan Fana.


"Iya Paman, ini anakku dengan Mas Angga. Kenalin yang cowok namanya Anggara Sinartia Graham dipanggil Gara, dan yang cewek namanya Saffana nasha Fawziah dipanggil Fana. " Ella mempekenalkan anak - anaknya satu persatu.


"Ternyata benar mereka anak kalian, karena wajah mereka sangat mirip dengan nak Angga. " ujar Ayah Karina sambil menampilkan senyumannya.


"Gara, Fana! Salamin Kakek, tante Karina sama.... Om Edo yuk! " suruh Ella ke Gara dan Fana. Gara melakukan apa yang di printahkan oleh Mommy nya, tapi tidak dengan Fana. Fana masih betah didalam dekapan Daddy nya.


Melihat anaknya yang masih betah dalam dekapannya, akhirnya Angga membantu Ella untuk membujuk Fana.


"My princess Daddy, coba lihat wajah Daddy! " perintah Angga dengan nada lembut, lalu Fana melihat ke arah wajah Daddy nya.


"Kenapa Fana tidak mau salim ke Kakek, tante dan Om? " tanya Angga dengan halus.


"Fana takut. " cicit Fana.


"Kenapa Fana takut? Mereka juga keluarga kita loh. Mana ada keluarga yang menyakiti keluarga mereka? Jadi Fana gak perlu takut. " Fana menatap kr arah Ayah Karina, Karina dan Edo, lalu dia kembali menatap Angga, Ella, Gara dan kembali ke Angga.


"Fana masih takut? " lalu Ella menggelengkan kepalanya tanda tidak.


"Kalau begitu salam yuk! Ke Kakek, Tante Karina dan.. Om Edo. " Angga agak menjeda nama Edo, karena dia masih kesal dengan Edo tentang kejadian tempo hari.


"Oh iya Paman. Saya mau menyampaikan bahwa, saya dan Ella akan menikah 3 hari lagi. Bila memungkinkan, kami harap kalian bisa hadir di acara pernikahan kami. " hal itu membuat Ayah Karina dan Karina tersentak kaget, karena mereka berpikir kalau Ella dan Angga sudah rujut saat mengingat Angga dan Ella sudah mempunyai seorang anak.


"Paman kira kalian sudah rujuk. " kaget Ayah Karina.


"Belum Paman. Pasti Paman mengira kalau kami sudah rujuk saat melihat Gara dana Fana. Kami belum rujuk kok Paman, dan soal Gara dan Fana... Aku mengandung mereka sebelum aku bercerai dari Mas Angga, dan saat aku dan Mas Angga sudah bercarai baru aku mengetahui kehamilanku. " lalu Ayah Karina dan Karina mengangguk mengerti.


"kalau begitu kami pamit pergi dulu ya semuanya. " pamit Ella, tapi Karina langsung menahan mereka.


"Tunggu! Kalian tidak makan dulu? Kita makan bersama - sama yuk, aku juga sudah masak untuk kalian. " harap Karina, melihat Karina sudah memasak untuk mereka, akhirnya Ella dan Angga memutuskan untuk makan di sana, mengingat mereka juga belum makan pagi.


Karina menata makanan di meja makan dibantu oleh Ella, yang sejak tadi memaksa untuk menolong Karina.


"Kamu dan Kak Edo mempunyai hubungan apa? Sampai - sampai Kak Edo juga ada disini? " tanya Ella yang masih fokus menata makanan.


"Aku dan Kak Edo dua minggu lagi akan menikah Lana. " hal itu langsung membuat Ella mengucapkan ucapan selamat ke Karina.


"Selamat ya Rin, semoga pernikahan kalian selalu Sakinah mawadah warohma. " tetapi Ella mengerutkan dahinya saat melihat ekspresi Karina.


"Kenapa kamu kelihatan tidak senang Rin? "


"Huff.... Gimana aku bisa senang Lana, jika orang yang akan ku nikahi malah mencintai orang lain. " Ella bukanlah orang yang tidak peka dengan penjelasan Karina itu, dia tahu siapa yang dinaksud oleh Karina. Dia adalah dirinya sendiri Ella.

__ADS_1


"Huff.... Aku tahu. Sakitnya saat suami sendiri tidak mencintai kita. Tapi Rin, cobalah sedikit lagi kamu meluluhkannya, karena dari yang aku lihat bahwa Kak Edo itu hanya terobsesi sama aku, dia tidaklah mencintai aku. Jika kak Edo tetap tidak mencintai kamu. Maka tinggalkan dan batalkan pernikahan itu, jika kamu tetap kekeuh untuk mempertahankannya. Takutnya kamu akan mengalami apa yang aku alamin dulu.


Kamu jangan takut, tentang masalah keuangan. Aku bisa membantu kamu, karena bagaimanapun Paman juga sangat berjasa kepadaku dulu. " setelah mendengar perjelasan dari Ella, akhirnya Karin memutuskan untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh Ella.


" Baiklah Lan, aku akan melakukan apa yang kamu katakan Lan. Dan, Terima kasih ya. Kamu telah mendengarkann curhatanku. "


"Sama - sama Rin. "


Setelah semuanya tertata rapi, Ella dan Karina memanggil semua orang untuk makan, setelah makan bersama. Akhirnya mereka pamit pulang, tapi sebelum pulang, Ella meminta izin ke Angga dan Karina untuk berbicara berdua dengan Edo. Awalnya Amgga tidak menyetujui itu, tapi karena bujukan dan rayuan Ella, akhirnya Angga menyetujui walaupun tidak 100%.


Ella dan Edo sekarang berada di kebun yang ada disamping rumah Karina, mereka berdiri berhadapan satu sama lain.


" Aku mengajak kak Edo ke sini untuk mengucapkan terima kasih, karena sudah membawa aku bertemu dengan Paman dan Karina. Lalu...... aku juga mengucapkan selamat kepada kak Edo, karena sebentar lagi Kak Edo akan menikah dengan Karina. " mendengar kata selamat dari Ella membuat Edo tersenyum kencut.


"Kamu tahukan, kalau aku tidak mencintai Karina? " tanya Edo dengan nada pelan.


"Iya, aku tahu. Tapi, aku harap kak Edo mencoba mencintai Karina, sebelum kak Edo kehilangannya nanti, baru kak Edo meyadari arti Karina dalam hidup kak Edo. "


"Tapi itu tidak mungkin Kai. Aku hanya mencintai kamu saja, Karina itu hanya aku anggap sebagai adikku sendiri, tidak lebih! " tegas Edo.


"Apakah benar perasaan kak Edo ke aku itu adalah cinta? Dan apakah benar, kak Edo hanya menganggap Karina sebagai adik kak Edo saja? Cobalah kak Edo pikirkan lagi. Bisa jadi, rasa cinta yang kak Edo katakan itu hanya obsesi semata. " Edo menjadi terdiam dengan perkataan Ella itu.


"Hanya itu yang mau aku katakan, aku pamit dulu. Assalamualaikum! " Ella pergi meninggalkan Edo yang masih termenung disana.


Angga, Gara dan Fana sudah menunggu Ella didepan mobil mereka.


"Sudah selesai urusannya? " tanya Angga dengan nada cemburu.


"Sudah " jawab Ella tanpa mempedulikan Angga yang sedang cemburu.


"Kalau gitu kami pergi dulu Paman, Karina. Assalamualaikum! " Salam Angga dan diikuti oleh Ella, Gara dan Fana.


"Hati - hati ya nak. " ujar Ayah Karina.


Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil dan meluncur menuju Bandara.


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2