
"Om Angga! " Teriak Gara kesenangan, melihat reaksi Gara yang menggemaskan membuat Angga tersenyum. Itu adalah senyuman yang jarang diperlihatkan Angga kepada orang - orang.
"Apakah kamu tersesat lagi Gara? " Tanya Angga dengan nada lembut.
"No. Gala gak telcecat lagi kok paman. Tadi Gala belmain kejal - kejalan cama Om botak. " Jawab Gara dengan polos.
"Om botak? Siapa itu? " Tanya Angga.
It-.... " Perkataan Gara terpotong saat seseorang memanggilnya.
"Tuan muda! " Panggil pengawal itu, yang biasa dipanggil Om botak oleh Gara.
"Om botak! Cini! " Om botak itu langsung mengambil Gara dari gendongan Angga dan tidak lupa juga memberikan tatapan mengerikan kepada Angga, tapi Angga tidak takut dengan tatapan si Om botaknya Gara itu.
"Kenapa Om botak gendong aku cih?! Aku kan mau digendong cama Om Angga. " Kesal Gara sambil mengcebik kan bibirnya.
"Tapi dia orang asing tuan muda. Kita tidak tau apa yang akan dia pembuat ke tuan muda. " Ucap Om botak dengan suara agak keras, dan pastinya didengar oleh Angga.
Cih, dasar!
Umpat Angga didalam hatinya.
"Gala kenal kok cama Om Angga, Papa juga kenal. Om Angga bukan olang acing. Om Angga juga olang Indonesia kok " Ujar Gara sambil berusaha turun dari gendongan Om botak.
"Oh begitu. Maaf sebelum saya salah paham kepada anda, tapi saya tetap tidak percaya dengan anda. " Sungguh rasanya Angga ingin sekali memberi bongkeman di kepala botaknya itu.
"Mari kita ke tempat Mommy tuan muda. Mommy tuan pasti mencari tuan muda. " Ajak Om botak. Tapi Gara langsung menggelengkan kepalanya.
"No! Gala tidak mau! Gala mau main di cini belcama Om Angga! " Tolak Gara.
"Tapi tuan muda, nona pasti akan mencari anda tuan. " Bujuk Om botak. Tapi Gara kekuh tetap tidak mau pergi, melihat itu akhirnya Angga turun tangan.
"Gara sini lihat ke Om. " Ujar Angga dan dia mensejajarkan badannya dengan Gara.
"Gara harus pergi, nanti orang tua Gara nyariin Gara" Tapi ucapan Angga tetap tidak mempan kepada Gara.
"Gak mau, Gala mau main cama Om Angga. " Dengan Mata yang berkaca - kaca dan beberapa detik kemudian terdengarlah tangisan dari Gara.
Melihat Gara yang menangis dengan sigap Angga menggendongnya dan menepuk - nepuk punggung Gara agar tangisnya mereda. Sedangkan Om botak dibuat bingung dengan sikap Gara yang hari ini tidak seperti biasanya.
Saat Om botak mau berbicara, tiba - tiba handponenya berbunyi yang disana tertulis nama kontak Nona Ella.
DRRRT DRRRT DRRRT
"Hallo Nona. "
" ....... "
" Tuan muda dan saya di dekat taman bunga Nona. "
" ....... "
__ADS_1
"Tapi Nona, tuan muda masih mau main di sini Nona. "
" ....... "
"Saya sudah membujuk tuan muda Nona, bukannya pergi tuan muda malah nangis Nona. "
" ....... "
"Baik Nona. "
"Tuan muda, ada panggilan dari Mommy tuan muda untuk anda! " Ujar Om botak sambil menyerahkan handponenya ke Gara yang masih di dalam gendongan Angga.
"Hallo Mom. " Ucap Gara dengan nada suara yang lemas akibat menangis.
" ....... "
"Iya... "
" ....... "
"Coalnya Gala macih mau main disini cama Om. "
" ....... "
"Enggak, Gala macih mau main di cini. "
" ....... "
" ....... "
" Oke Mom. Gala sayang Mommy muach. "
" ....... "
Panggilan itu berakhir setelah Ella menyuruh Om botak untuk menjaga Gara selama dia pergi.
"Sekarang kamu senang Gara? " Tanya Angga yang sejak tadi penasaran dengan Mommy nya Gara.
"Iya Om. Kita sekarang bisa belmain balcama. " Karena gemas dengan Gara, Angga mengacak - ngacak surai Gara dengan gemas.
Mereka bermain bersama yang di kawal oleh Om botak, hingga Rian datang menghampiri Angga, Gara dan Om botak.
"Tuan! " Panggil Rian. Lalu Angga melihat ke sumber suara.
"Iya ada apa Rian? " Tanya Angga dengan mengalihkan pandangannya kembali ke Gara.
"Tuan gak ada niatan untuk pulang ya? Kita kan ada dinner dengan klien malam ini. " Ujar Rian ceplas ceplos. Hadueh, Rian.... Rian. Untung aja Angga temanmu kalau tidak, sudah dipastikan Rian bakalan dipecat hari ini juga karena cara berbicaranya itu.
"Batalkan! "
"Hah! Maksudnya tuan? " Tanya Rian dengan nada terkejut.
__ADS_1
"Batalkan dinner nya. "
Apa! Batalkan dinnernya? Dasar Angga, tidak tau apa kalau klien ini nyebelinnya minta ampun. Duh, gini amat jadi bawahannya Angga.
Lalu pandangan Rian terkunci ke arah Gara yang sedang bermain dengan Angga.
Eh! Ini anak siapa? Tapi... Kenapa wajahnya mirip dengan Angga waktu kecil? Apa jangan - jangan ini anak Angga. Apa Angga ada main dengan wanita lain saat Lana pergi?
"Pst, tuan! " Bisik Rian.
"Ada apa lagi Rian. " Jawab Angga dengan nada malas.
"Ini anak siapa tuan? "
"Kamu lihat saja sendiri dia anak siapa. "
"Apa! Jadi benar kalau tuan pernah tidur dengan wanita lain selain Nona! "Ujar Rian dengan sedikit berteriak. Untung saja mereka ada di London, kalau mereka ada di Indonesia, sudah dipastikan mereka akan jadi bahan gibah orang - orang.
"Kurang ajar kamu Rian! Kamu menuduh saya selingkuh hah! " Bentak Angga.
"Kalau begitu, ini apa?! " Rian menunjuk Gara. Gara yang ditunjuk hanya bisa memasang wajah bingung.
"Aku kenapa Om? " Tanya Gara bingung.
"Gak ada apa apa kok. Om cuma ingin menunjuk kamu. " Kata Rian asal.
"Ceritanya panjang, dan yang pasti. Saya tidak pernah tidur ataupun selingkuh dengan perempuan lain. Ingat itu! " Mendengar penjelasan Angga membuat Rian merasa lega.
Oh syukurlah.
Karena hari sudah mau sore akhirnya Angga mengantarkan Gara dan Om botak pulang ke rumah.
*
*
*
*
*
*
*
*
**Segini dulu ya, semoga suka. Salam dari author tukang typo.
...See you next chapter 😘...
__ADS_1
...♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/...