Sebatas Ibu Sambung

Sebatas Ibu Sambung
Bab 22


__ADS_3

Beberapa sebelumnya....


Kinara masuk ke mobil Tama dengan perasaan kesal, dia bahkan sengaja membanting pintu mobil tersebut agar pria yang sudah menjadikanya ibu sambung itu sadar bahwa dia sedang marah. Alih-alih mendapatkan reapon, Tama justru menyalakan mesin mobilnya tanpa merasa berdosa.


"Berhenti!" seru Kinara ketika mobil itu mulai melaju. "Aku bilang berhenti!" kali ini Kinara memberanikan diri untuk menriaki laki-laki yang sedang mengemudi di sampingnya.


Ciiittttt!


Tama menuruti kemauan Kinara. Dia menatap Kinara dengan tatapan sebal.


*Kenapa? Mau merengek lagi? Aku sudah bilang, kalau kamu tetep merengek aku akan memecatmu." Tama kembali memberi Kinara peringatan.


"Pecat saja, aku tidak takut. Toh suamiku kaya raya dan bisa menafkahiku," jawab Kinara tak mau kalah. "Lagian kalau Bapak memecatku, aku pastikan file proposal kerjasama dengan Tuan Leonardo yang sudah kuperbaiki, akan aku hapus. Perlu Bapak ingat, aku belum memberikan salinan file itu kepada Anda kan Pak Tama?" Kinara balik mengancam.


Tama menghembuskan napas berat. "Terus mau kamu apa?" tanyanya.dengan nada malas.


"Bukankah Bapak menikahiku karena ingin menjadikanku ibu sambung buat kedua anak Bapak. Dan sebagai seorang ibu aku tidak bisa meninggalkan mereka dalam keadaan sedih seperti itu. Jadi.... " Kinara menggantung kalimatnya.


"Jadi apa?"


"Bagaimana kalau kita ajak mereka saja. Lagian aku sudah menyelidiki tentang Pak Leonardo."


"Lalu?"


"Dia jarang meeting dengan siapa pun lebih dari satu jam. Kadang kalau dia sudah yakin akan menerima tawaran kerja sama itu, dia bahkan tidak memerlukan kita untuk menjelaskan dan akan langsung menandaranganinya."


"Tidak usah muter-muter, katakan saja apa yang kamu mau!" Tama menginterupsi.


"Aku ingin Bapak membawa mereka berdua ikut ke tempat meeting dan setelah selesai meeting kita langsung jalan-jalan berempat, bukankah Bapak pernah berjanji kepada mereka untuk mengajak mereka jalan-jalan?"


"Ck dan kamu pikir Tuan Leonardo bakal setuju? Hei, Nona ingat kita itu mau kerja bukan mau berkarya wisata."

__ADS_1


"Bagaimana kalau Pak Leonardo tidak keberaran, apalagi hal yang akan kita bicarakan kan bisnis fasion anak?"


Tama sudah mau menyahut, namun langsung diinterupsi oleh Kinara lagi.


"Dan satu lagi, Pak. Aku bukan Nona, tapi Nyonya Tama Wijaya ingat itu! Apa pun alasnya, tapi faktanya kita sudah menikah." Kinara berbicara dengan tegas.


"Terserah."


"Terserah yang mana nih?"


"Dua-duanya," jawab Tama ketus.


"Yey, makasih Sayang." Tama melotot. "Maksudku Pak Tama," ralat Kinara.


Wanita yang tidak mau dipanggil dengan sebutan nona itu langsung turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah untuk membawa kedua putranya ikut serta.


Dan beruntungnya saat Kinara menghubungi asisten pribadi Leonardo untuk meminta izin membawa Taki dan Maki, Tuan Leonardo mengizinkan apalagi alasan yang disampaikan Kinara cukup masuk akal. Wanita itu mengatakan akan membawa dua model yang akan memperagakan baju yang akan dipasarkan oleh brand yang dimiliki perusahaan milik Leonaedo di negara ini.


*


"Serius sayang dan ternyata kalian makin menggemaskan saat mengenakan baju itu." Kinara mencuit hidung kedua putranya dengan gemas.


Iya, sewaktu didalam mobil Kinara menyuruh kedua putranya untuk berganti baju dengan baju anak-anak brand milik perusahaan milik Leonardo.


Kinara mendandani Taki dengan setelan formal lengkap dengan dasi dan sepatu pantofel anak. Namun yang membuat Taki agak keberatan setelan formal itu berwarna cerah. Padahal bocah itu tidak menyukai baju berwarna seperti itu. Dia lebih menyukai baju dengan warna hitam atau putih. Dan untuk Maki, Kinara sengaja mendandaninya dengan baju santai yakni celana training dan sweater, lagi itu pun Maki sedikit keberaran karana sweaternya berwarna pink. Padahal bocah 5 tahun itu anti dengan warna itu. Apalagi dia juga disuruh memakai topi kelinci berwarna serupa hanya saja ada kombinasi warna putih pada topinya.


"Ma, aku mau ganti aja ya," rengek Maki.


"Tadi sudah janji apa sama Mama?" tanya Kinara mengingatkan.


Taki dan Maki tak lagi merengek, keduanya tetap menurut meski dengan wajah cemberut. Namun, wajah cemberut itu segara pudar kala Kinara memberikan ciuman di kening Taki dan Maki. Keduanya terlihat bahagia mendapatkan ciuman itu. Sejak dulu mereka menginkan ciuman di kening dari sosok ibu. Keduanya selalu iri ketika teman-teman mereka dicium oleh ibu mereka.

__ADS_1


"Ma," panggil Maki."


"Hm, ada apa sayang?" tanya Kinara.


"Bolehkah mulai sekarang kami mendapatkan itu tiap pagi?" tanya Maki.


"Mendapatkan apa?" Kinara tampak bingung.


"Ciuman, kami ingin dicium Mama setiap pagi," jelas Maki sambil menunduk. Kinara tersenyum. Dia menarik kedua putranya ke dalam dekapan dan menghadiahi mereka dengan ciuman yang bertubi-tubi.


"Ternyata kalian benar-benar merindukan sosok ibu. Aku janji akan selalu menyayangi kalian," batin Kinara.


Tama melihat adegan tersebut melalui kaca spion yang tergantung di atas dash board, diam-diam tersenyum melihat itu semua.


Perjalanan menuju ke tempar meeting tidak memakan waktu yang terlalu lama, hanya sekitar 20 menitan. Mobil yang dikendarai Tama itu akhirnya tiba di depan sebuah restoran mewah. Kinara bersama Taki dan Maki turun terlebih dulu karena Tama harus memarkirkan mobilnya. Sejak Kiara meninggal Tama tidak mau disopiri oleh siapa pun, dia selalau berkendara sendiri setiap pergi kemanapun karena itu bisa mengalihkan pikiranya karena harus fokus dengan mobil dan kendaraan lain yang ada di depanya.


"Hallo Tuan Leonardo, selamat datang di Indonesia," sapa Tama sambil menjabat tangan pria asal Spanyol itu.


"Hallo juga Tuan Tama terimaksih atas sambutanya," balas Leonardo.


Kinara juga ikut memberikan sambutanya. Setelah menyapa tidak lupa ia memperkenalkan Taki dan Maki. Leonardo begitu senang saat melihat kedua bocah itu memakai baju dari brandnya. Apalagi melihat sikap kedua bocah itu yang juga sangat ramah.


Meeting hanya dilakukan sebentar tidak lebih dari tiga puluh menit karena memang rincianya sudah dijelaskan melalui proposal. Mereka hanya menjelaskan pokok-pokok pentingnya saja. Dan akhirnya kesepakata pun diperoleh. Tama dan Leonardo menandatangi kontrak kerjama yang berlaku selama 10 tahun dan akan diperbaharui jika semua berjalan sesuai rencana. Setelah mengucapkan salam perpisahan mereka pun berpisah di lobi hotel.


"Yey, sekarang kita tinggal jalan-jalan. Asik." Maki bersorak senang ketika mereka semua sudah kembali masuk ke dalam mobil.


"Ya sudah, ayo kita jalan ke taman hiburan, Pak!" seru Kinara.


"Ma, boleh nggak kita pergi ke suatu tempat dulu sebelum ke taman hiburan?" tanya Maki.


"Em.... "Kinara melirik ke arah Tama. Dia takut jika asal mengiyakan suaminya itu akan marah.

__ADS_1


"Ma, boleh ya! Saat ini ada tempat lain yang ingin kami datangi dulu sebelum bermain di tempat hiburan!" kini Taki pun mengatakan hal yang sama.


"Boleh, katakan saja tempat mana yang ingin kalian datangi!" suruh Tama.


__ADS_2