
"Berisik Anna, aku sudah bangun!" Bright berteriak.
"Oke sayang, aku tunggu di meja makan ya!" Anna kembali berteriak.
"Aneh, sebenarnya wanita itu sejenis burung atau bebek si? Suaranya sudah berkicau aja pagi-pagi begini!" Bright terus menggerutu sambil menuju kamar mandi.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Bright keluar kamar dan menuju meja makan entah kenapa pagi ini Bright merasa sangat lapar mungkin karena semalam dia tidak makan malam. Anna yang melihat Bright datang, langsung sumringah dan berharap Bright sarapan dengannya.
"Bright ayo duduk, lihat sarapannya enak-enak kan?"
Bright melirik sedikit ke sarapan yang sudah dibuatkan oleh Anna, rasanya cacing-cacing diperutnya semakin menari-nari dan menggigit lambungnya! Bright merasa sarapan yang dibuat oleh Anna sepertinya sangat enak, karena baunya juga sungguh menggoda. Namun gengsinya membuat Bright kembali memalingkan wajahnya.
"Kau gengsi Bright?"
Ahh sial, kenapa wanita itu tau kalau aku sebenarnya gengsi untuk makan sarapannya! Batin Bright.
"Kau jangan kepedean Anna, aku ke dapur hanya untuk mengambil minum! Sarapan buatan mu membuatku mual saja!"
Bright mengambil gelas lalu menuangkan air minum, sementara Anna hanya bisa memasukkan sarapannya ke dalam Tupperware untuk dia bekal dan dibawa ke rumah sakit! Percuma rasanya sarapan di rumah, kalau hanya sarapan sendiri terus tiap hari, Anna lebih memilih dijadikan bekal untuk dia sarapan di rumah sakit bersama temannya.
Sementara Bright meneguk air digelasnya hingga tandas, sambil melirik kearah sarapan yang sedang dimasukkan ke tupperware oleh Anna, meskipun masih sisa banyak sarapan yang dibuat Anna dipiring karena tidak muat untuk dimasukkan kedalam tupperware dan terpaksa harus ditinggal nantinya.
"Ayo Bright kita berangkat ke rumah sakit sekarang!" Anna memasukan bekalnya ke dalam tas.
"Kita? Aku tidak akan pernah berangkat kerja denganmu!"
"Ya sudah, aku berangkat duluan ya! Takut macet soalnya, aku naik bis umum Bright boros kalau naik tadi online terus," Anna menjelaskan berharap Bright sedikit iba mendengarnya naik bis umum.
Namun ternyata seperti dugaan Anna, Bright acuh dan masa bodo. Anna akhirnya keluar rumah untuk berangkat kerja duluan, melihat Anna sudah pergi! Bright buru-buru duduk dimeja makan, dia melahap sarapan yang tersisa dipiring seperti orang kelaparan, dia masukan kedalam mulutnya hingga rongga mulutnya penuh dengan masakan Anna yang lezat itu.
Tanpa Bright tau, Anna sebenarnya hanya berpura-pura menutup pintu depan padahal Anna masih ada di dalam rumah dan bersembunyi dibalik tembok ruang televisi yang terhubung ke dapur. Anna melihat Bright begitu lahap memakan sarapan buatannya, hingga tak terasa bibir Anna tak henti-hentinya tersenyum sampai membuat pipinya mengembang.
Setelah melihat Bright selesai memakan makanan dipiring hingga tandas, Anna berjalan perlahan untuk menemui Bright yang saat ini sedang minum.
"Enak sarapannya?
Byurrrr....
__ADS_1
Sontak saja mendengar suara Anna dibelakangnya, Bright yang saat itu sedang minum air putih langsung kaget hingga air didalam mulutnya menyembur keluar mulut. Bright berbalik dan melihat Anna berdiri dihadapannya sambil tersenyum manis.
"Hei Anna, kau mau membuatku jantungan ya?"
"Engga lah, nanti aku jadi janda muda kalau kau jantungan," goda Anna.
"Ke-kenapa kau masih disini? Pergi sana!"
"Enak aja pergi bayarlah! Kau sudah memakan sarapan yang aku buat dengan susah payah sampai habis begitu, masa tidak bayar?" Anna menunjuk piring yang bersih dari makanan karena Bright benar-benar tidak menyisakan makanan itu.
Bright mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.
"Ini ambil!"
"Kalau uang, aku juga punya Bright! Bayar dengan yang lain," Anna menaikkan satu alisnya.
Bright dengan wajah kesal terpaksa menerima permintaan Anna, karena sudah terlanjur malu memakan sarapan buatan istri yang dia benci itu.
Untuk pertama kalinya, Anna dan Bright pergi berangkat kerja ke rumah sakit bersama-sama, didalam mobil Anna tidak henti-hentinya menatap wajah Bright yang terlihat tampan dengan hidung yang mancung dan bibir yang imut, Bright terlihat tampan saat sedang menyetir atau memang wajahnya selalu tampan! Yang jelas, hati Anna berdebar-debar bisa berangkat kerja bersama suaminya.
Meskipun sepanjang perjalanan, Bright sama sekali tidak melirik kearah Anna.
"Jangan besar kepala Anna! Aku hanya mengizinkan mu ikut dimobil ku, bukan untuk mengajakku bicara,"
"Ya sudah, kalau begitu! Terimakasih ya, aku senang sekali hari ini, semoga kedepannya aku akan terus berangkat kerja bareng suamiku, i love you Bright,"
Bright diam saja, hingga akhirnya tibalah mobil Bright di parkiran rumah sakit! Anna melepaskan seat belt, dan bersiap untuk turun, lalu Bright pun melirik sedikit kearah Anna untuk melihat lipstik yang tadi dia pamerkan. Anna memang terlihat lebih mempesona dengan lipstik yang senada dengan warna bibirnya, yaitu merah muda.
Terlihat bibirnya yang lembab, sensual dan melirik kearah bibir Anna membuat Bright hilang konsentrasi.
"Bright, kau baru saja melirik ke arahku?"
"Aku melirik karena kau lama sekali keluar dari mobil ku, cepat sana!"
"Oh ku kira karena memperhatikan bibirku!"
Anna mengukir senyum lalu keluar dari dalam mobil Bright.
__ADS_1
Bright pun berjalan dibelakang Anna, karena tidak mau berjalan bersebelahan dengan Anna. Tiba-tiba Jennie datang dan langsung merangkul lengan Bright dan berbicara dengan nada tinggi.
"Hai sayangku Bright!
Membuat langkah kaki Anna terhenti!
"Jen tolong lepaskan!"
"Dok, kau tidak lupa kan ini jadwal aku untuk memeriksakan kembali kondisiku?"
Bright terlihat berusaha melepaskan rangkulan tangan Jenni, dan melihat Anna tapi justru Anna sama sekali tidak menoleh kearah Bright dan langsung pergi meninggalkan Bright dan Jennie.
"Jen, tolong bersikaplah seperti seorang pasien! Please," Bright melepaskan lengan Jennie.
"Bright kau segitunya marah padaku! Aku hanya bercanda Bright, lagipula itu karena perasaan ku terhadap mu masih sama,"
Bright bergegas meninggalkan Jennie karena perasaannya pada Jennie saat ini tidak karuan, kesal karena Jennie ternyata wanita murahan namun cinta yang sejak lama tumbuh juga belum hilang.
"Bright apa kau akan menceraikan Anna?"
"Itu bukan lagi urusanmu Jen!"
"Itu artinya iya kan? Aku tau Bright cepat atau lambat kau pasti akan menceraikan Anna, aku tau rahasia Anna sekarang!"
Langkah kaki Bright terhenti saat Jennie ternyata sudah mengetahui apa yang dari dulu dia ketahui tentang Anna. Bright akhirnya menghampiri Jennie.
"Jennie, kau tau?"
"Iya aku tau! Dan kau harus menceraikannya bukan? Aku tau kau tidak akan tahan menghabiskan hari-harimu semakin lama dengan Anna kau tidak akan bisa menahan kebencian itu Bright, dan disaat itu Bright aku siap menggantikan posisi Anna!"
♥️♥️♥️
Duh Anna sebenarnya kamu ngumpetin apa dari othor sampai-sampai Bright sebenci itu sama kamu? Hayo apa yang sudah kamu perbuat Anna? Sampai Bright ga kuat lihat wajah kamu lama-lama 😏
Anna tantik banget maak itu banget An!!
__ADS_1
lawan Anna nih