
Anna dan Bright tiba di halaman rumah, keduanya lantas masuk bersamaan kedalam rumah! Anna kembali bersikap manja dan genit pada Bright ketika pintu rumah sudah ditutup, digandengnya lengan Bright oleh Anna sambil kepalanya bersandar dipundak Bright.
"Anna lepas,"
"Kenapa si? Kau tidak mau aku bermanja-manja denganmu?"
"Bukan tidak mau, hanya saja Anna masih banyak masalah yang harus kita selesaikan, apalagi ini menyangkut orangtua kita,"
"Ayo lakukan lagi seperti tadi di gudang peternakan sapi," Anna menarik tangan Bright ke lantai atas rumahnya.
Saat sedang seperti ini Anna hanya terlihat seperti gadis cantik yang sangat lembut, sama sekali tak terlihat didalam tubuhnya mengalir darah seorang mafia. Keduanya tiba didepan kamar Bright.
"Kita sudah sampai didepan kamarmu Bright,"
Anna meletakkan kedua tangannya melingkar dileher Bright, tak ada lagi jarak antara tubuh Anna dan tubuh Bright.
"Apa sekarang aku boleh masuk Anna, aku ingin istirahat,"
"Oh begitu, yasudah kalau begitu," Anna menundukkan wajahnya.
Bright pun tersenyum melihat tingkah Anna yang manja seperti saat ini, Bright menaruh kedua tangannya dipinggul Anna.
"Tidurlah di kamar ini bersamaku Anna!"
Anna pun tersenyum hingga kedua pipinya merah merona mendengar Bright akhirnya mau tidur dengannya, keduanya menepis dan menyisihkan permasalahan serius diantara keluarga mereka, malam ini Bright memutuskan memandang Anna hanya sebagai wanita yang mencintainya, bukan sebagai anak dari orang yang sudah membuat Ayahnya koma selama lima tahun.
Bright membuka pintu kamarnya dengan Anna yang masih melekat dengan tubuhnya! Tubuh Bright dan Anna naik keatas ranjang, Bright berada diatas tubuh Anna saat ini dibelainya wajah cantik Anna, lalu disentuhnya hidung mancung Anna oleh jari-jari Bright perlahan jari-jari Bright menyentuh bibir Anna.
Diusapnya halus bibir Anna oleh jari jemarinya, namun lagi-lagi bayang-bayang kelam saat dulu Ayahnya koma hadir kembali dalam ingatan Bright.
"Bright ada apa?"
"Anna maaf aku tidak bisa melakukannya, hubungan kita harus benar-benar kita pikirkan lagi Anna," Bright menjatuhkan tubuhnya disamping Anna.
Anna pun dapat memaklumi jika Bright tidak bisa melakukannya sekarang, apalagi lusa bahaya akan mengintai kedua orangtuanya dan itu disebabkan oleh keluarga Anna sendiri.
"Bright kita akan bereskan masalah ini! Kau harus percaya pernikahan kita pasti akan berhasil,"
"Tidurlah Anna, besok kita ke bandara pagi-pagi sekali!"
Anna pun beranjak pergi dari kamar Bright karena tak ingin memaksakan. Malam ini keduanya tidak dapat tidur dengan nyenyak karena ada banyak hal yang mengganggu pikiran keduanya.
Keesokan harinya, Anna dan Bright berangkat ke bandara bersama-sama untuk pulang ke negara asal mereka. Setelah melakukan perjalanan selama beberapa jam di pesawat, Anna dan Bright tiba di bandara negara asalnya.
"Bright kau tidak memberitahu orangtuamu kalau kita pulang?"
__ADS_1
"Tidak An, biarkan ini jadi kejutan saja untuk mereka!"
"Yasudah kita naik taxi saja!"
"Anna tunggu!"
"Ada apa Bright?"
"Aku akan menemanimu bertemu ketua group Limson, aku yakin ketua akan percaya bila aku bersamamu!"
"Tidak Bright, aku bisa menanganinya sendiri!"
"Anna tolong sekali ini saja menurut padaku, kau adalah istriku, aku tidak mau sesuatu terjadi padamu! Biar aku ikut menjelaskan pada ketua group Limson, please Anna!"
"Bright apa ini rasa peduli mu padaku karena kasihan atau karena cinta?"
"A-aku, aku sendiri juga tidak tahu Anna,"
Anna pun sedikit kecewa dengan jawaban ambigu Bright, tapi yasudah lah toh perjalanan masih panjang dan Anna selalu yakin bahwa suatu hari nanti Bright akan jatuh cinta padanya.
Bright dan Anna akhirnya tiba di kediaman mewah Tuan Lan dan Larisha, mereka naik taxi dari bandara ke rumah Tuan Lan.
"Loh Tuan muda Bright, nona Anna kalian pulang?"
"Baik Tuan muda,"
"Dady dan momyku ada di rumah tidak?"
"Nyonya Risha sedang berada di halaman belakang bermain dengan anak kesayangannya Gabriel, sedangkan Tuan Lan sedang di kantor!"
"Yasudah aku dan Anna akan langsung ke halaman belakang,"
Pelayan pun membawa koper Bright dan Anna untuk dibawa ke kamar Bright. Sementara Anna bingung memangnya ada anak Tuan Lan dan Larisha yang bernama Gabriel.
"Bright apa kau memiliki saudara kandung lagi selain Britney dan Nick?"
"Tidak ada, kami hanya tiga bersaudara,"
"Tapi tadi pelayan bilang, momy Risha sedang bermain dengan anak kesayangannya yang bernama Gabriel,"
"Oh itu, harimau putih kesayangan momy An namanya Gabriel! Kau mau melihat Gabriel, dia lucu sekali An,"
"Harimau? Seekor harimau? Harimau sungguhan Bright?"
"Iyalah, masa boneka memangnya momy ku masih anak-anak main dengan boneka,"
__ADS_1
Anna pun menelan salivanya, bagaimana bisa mertua perempuannya itu bermain dengan seekor harimau yang notabenenya adalah bintang pemangsa.
Bright menuntun tangan Anna menuju ke halaman belakang rumahnya yang terdapat banyak bintang buas.
"Bright sebaiknya aku istirahat di kamar saja," kata Anna sambil merinding memikirkan harimau itu ada didepan matanya.
"Anna apa kau takut dengan harimau? Anna, Gabriel itu sangat lucu dan gemas kau jangan takut!"
"Astaga harimau dia bilang gemas? Apa harusnya aku menjadi seekor harimau saja agar Bright melihatku gemas?" Dalam hati Anna.
Bright dan Anna tiba di halaman belakang rumah yang dilengkapi oleh kandang-kandang besi untuk menjaga agar binatang-binatang peliharaan itu tidak masuk ke dalam rumah.
AUM...
AUM...
Suara harimau mengaum sudah mulai terdengar ditelinga Anna, selama menjadi istri dari Bright, Anna memang belum pernah pergi ke halaman belakang yang dibuat seperti kebun binatang.
"Nah itu momy,"
Larisha yang melihat anak dan menantunya datang secara tiba-tiba, langsung senang dengan kedatangan Bright dan Anna.
"Bright, Anna, kalian datang ke rumah kenapa tidak bilang momy? Momy kan bisa jemput,"
"Aku merindukan momy," Bright memeluk Larisha.
"Minggir Bright, kau bukan lagi anak kesayangan momy karena sekarang momy sudah punya Anna," Larisha pun memeluk Anna dan mengelus-elus rambut Anna.
Bright yang melihat Larisha begitu menyayangi Anna seperti anak kandungnya sendiri, semakin takut jika nantinya Larisha akan kecewa ketika mengetahui identitas Anna yang sebenarnya.
"Mom, bagaimana kabarmu kau sehat?" tanya Anna.
"Sebenarnya momy kurang sehat, karena belum menimang cucu dari kalian!" goda Larisha.
Bright dan Anna pun saling bertatapan.
"Eh malah saling tatap-tatapan, kalian itu sudah bulan madu belum?"
"Mom, masa anak sama menantunya baru sampai di rumah nanyanya udah bulan madu apa belum? Ajak kita duduk-duduk dululah mom, atau ajak kita makan kek didalam rumah!" Bright mengalihkan pembicaraan karena tau Anna pasti akan memanfaatkan pertanyaan Larisha untuk menggodanya.
♥️♥️♥️
Othor gak terima, kenapa nama harimaunya bagus banget woii Gabriel, udah kaya nama anak ganteng! Orang mah namain Markonah kek, atau Junaidi gitu ini Gabriel 🤣
Ayo An mumpung mama mertuamu bahas bulan madu, serang Bright dengan pancingan jitu mu😄😄
__ADS_1