Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 19


__ADS_3

Anna pun langsung memasang raut wajah sedih dihadapan Larisha.


"Anna kenapa kau bersedih? Apa Bright menyakiti mu?" Larisha panik.


Bright pun melototi Anna, karena tau ini pasti akal bulus Anna untuk mulai menyerangnya.


"Momy jangan bicarakan bulan madu mom, Anna jadi sedih banget kalau inget bagaimana Bright sibuk dan tidak punya waktu untuk kami pergi bulan madu,"


"Astaga, Bright! Kau ini butuh uang berapa si sampai kerja terus begitu dan mengabaikan sesuatu yang penting seperti bulan madu dengan istrimu,"


"Mom," Bright bingung mau bicara apa sementara Anna mulai mengedipkan matanya pada Bright.


"Ayo kita masuk kedalam rumah, dan kita bahas bulan madu sambil minum-minum dan makan kue kering buatan momy,"


Bright pun mengacak-acak rambutnya karena ulah Anna, Larisha pasti akan mencecarnya terus hingga bulan madunya terealisasi.


Larisha, Anna dan Bright duduk di ruangan televisi pelayan pun sudah membawakan minuman dan beberapa cemilan untuk dihidangkan menyambut Bright dan Anna. Larisha menatap serius kearah Bright.


"Mom, aku sedang minum kenapa menatap ku seperti itu?" Bright kembali meletakkan gelasnya dan belum sempat minum akibat melihat Larisha menatapnya begitu.


"Jangan bilang, kalian belum mencetaknya,"


"Mencetak apa?" Bright bingung.


"Tentu saja mencetak bayi, Bright bulan madu itu sangat penting untuk membantumu mencetak bayi!"


"Ya ampun momy,"


"Sudah mom biarkan saja, mungkin Bright memang sedang turun staminanya jadi dia belum mengajakku untuk bulan madu," Anna bersikap seolah dia wanita lembut dan pemalu.


"Anna awas kau nanti!" Bright melototi Anna.


Namun Anna justru memainkan lidahnya dibibir.


"Pokoknya momy tidak mau tau! Momy akan pesankan tempat yang pas untuk kalian bulan madu di negara ini,"


Bright pun hendak menolak, tapi mengingat besok keluarga Anna akan menculik Tuan Lan, Bright pun jadi berpikiran ide bulan madu ini sangat pas.


"Oke Bright setuju untuk bulan madu dengan Anna, asal!"

__ADS_1


"Asal apa?"


"Asal momy dan Dady juga ikut!" Please kita kencan bersama, bagaimana?"


"Kayanya ide bagus Bright, momy juga jadi pengen bulan madu lagi dengan Dady mu!"


"Yasudah mom, Anna senang sekali kalau momy dan Dady ikut!" kata Anna bersemangat.


"Baiklah momy akan reservasi tempat untuk kita bulan madu besok! Ngomong-ngomong apa kalian cuti?" Larisha bertanya sambil kedua matanya fokus pada layar ponselnya, untuk memesan hotel yang pas untuk bulan madu.


"Iya mom, kami cuti!"


"Tumben Bright kau cuti tidak memberitahu momy tau-tau ada di rumah, tapi momy senang sekali akhirnya momy punya teman ngobrol lagi selain Gabriel, yaitu menantu cantik kesayangan momy," Larisha pun lagi-lagi mengelus kepala Anna sebagai bentuk rasa sayangnya.


"Nah sudah dapat! Anna, nanti momy ada hadiah untukmu, jadi besok begitu kita di hotel kau harus memakainya,"


"Hadiah?"


Larisha pun berbisik ditelinga Anna " itu lingerie seksi dan tembus pandang, momy memang sering beli dan banyak yang belum momy pakai, nanti kau saja yang pakai didepan Bright"


Anna pun sontak dibuat melongo oleh bisikan Larisha, namun ide Larisha bole juga. Anna tersenyum licik pada Bright seolah-olah sudah memiliki senjata jitu yang akan digunakan besok di hotel, untuk menaklukkan tembok pertahanan suaminya itu.


"Yah padahal momy masih kangen pengen ngobrol sama Anna, tapi yasudah kalau memang kalian ada perlu,"


"Terimakasih momy," Anna tersenyum manis pada Larisha.


Membuat Bright yang melihat Momy dan istrinya sekongkol seperti itu ketakutan sendiri bagaimana besok menghadapi bulan madu itu, Bright takut tidak bisa menahannya.


Sore harinya, Anna dan Bright meninggalkan kediaman Tuan Lan tujuan mereka adalah menemui ketua group Limson pengganti Tuan Lan. Bright pergi membawa salah satu mobil milik orangtuanya bersama Anna.


"Kau licik Anna,"


"Aku, licik? Memangnya aku berbuat apa?"


"Kau senang kan momy akhirnya meminta kita bulan madu?"


"Memangnya kau tidak senang?" goda Anna sambil tangannya menggerayangi paha Bright.


"Anna hentikan aku sedang menyetir!"

__ADS_1


"Berarti kalau engga lagi nyetir, boleh ya raba-raba paha suamiku ini?" Anna terus meraba-raba paha Bright.


"Anna, ssstt mmthh,"


Anna pun tersenyum puas melihat Bright gelisah seperti itu.


"Sabar ya Bright, besok kamu akan lebih gelisah dari ini,"


"Anna jangan salahkan aku nanti, dan ingat jika aku sudah memulai aku tidak akan melepaskannya lagi!"


"Memulia apa?" Anna menggigit bibir bawahnya.


"Anna kau mirip dengan Gabriel, sama-sama liar,"


"Tapi kau suka kan?"


"Sudahlah aku sedang menyetir Anna," Bright tersenyum malu.


Entah kenapa rasa benci terhadap Anna dihati Bright kian memudar, bahkan kini berada didekat Anna membuat Bright selalu bisa tersenyum dan bahagia. Mobil Bright akhirnya sampai di halaman markas sebuah gedung mewah milik group Limson, Bright dan Anna pun turun dari mobil.


Kedatangan keduanya langsung dihampiri oleh beberapa anak buah group Limson yang berjaga di depan gedung.


"Bukankah Anda Tuan muda Bright?"


"Iya dan ini istriku! Aku ingin bertemu dengan ketua, apa dia ada?"


"Apa Tuan sudah membuat janji dengan ketua?"


"Apa anak dari mantan ketua group Limson masih perlu untuk membuat janji dengan ketua sekarang?"


"Maaf Tuan muda Bright, silahkan masuk ketua ada didalam!"


Bright pun menggandeng tangan Anna, menggenggam tangan Anna dengan sangat erat lalu melangkah bersama memasuki markas group Limson.



♥️♥️♥️


Anna mama mertua mu mau ngasih lingerie yang jaring-jaring kaya saringan tahu itu ya An?😀

__ADS_1


Okelah lanjutkan An, buat Bright yang memohon-mohon nantinya sampai dia kebelet sendiri 😁😁😁


__ADS_2