
Anna langsung beringsut mendengar Bright akan minum obat, Anna khawatir kalau Bright tengah sakit saat ini, Anna yang hanya menutupi tubuhnya dengan selimut segera menghampiri Bright yang sedang berada didekat meja untuk minum obat pemberian Tuan Lan.
"Bright, apa kau sakit?" Anna memegang dahi Bright.
Glekk, glek..
Diminumnya air putih digelas setelah Bright berhasil menelan obat pemberian Tuan Lan, lalu menatap Anna.
"Tidak, aku baik-baik saja!"
"Lalu obat apa yang kau minum? Kau pasti sedang sakit kan?" Anna benar-benar cemas.
"Oh obat itu, itu vitamin dari Dady!" Bright menyembunyikan senyuman liciknya dari Anna.
"Oh vitamin, ku kira kau sakit,"
Anna menghela nafas panjang.
"Tapi mungkin kau yang akan sakit Anna, sakit pinggang mungkin," Bright meraih tubuh Anna.
Sehingga saat ini tubuh Anna didekap oleh Bright.
"Kau mau apa?"
"Mau yang seperti tadi,"
"Bright, tadi kan sudah!"
"Sampai pagi,"
"Tidak, sana kau jepit saja timun mu itu dipintu depan! Itu sama sempitnya kok,"
"Ish Anna, kau tega sekali pada suamimu sendiri nanti yang ada timunku patah dan jika timun import ini patah kau sendiri nanti yang sengsara,"
"Biar saja habis tidak ada puasanya, sudah awas lepaskan aku Bright!" Anna meronta.
Bright pun mendorong tubuh Anna sehingga tubuh Anna menempel ke tembok, diputarnya posisi tubuh Anna agar berhadapan dengan tembok dan membelakangi Bright.
"Anna, layani hingga pagi aku tidak akan melepaskan mu!" lirih Bright.
Bright langsung melepaskan selimut yang dipakai Anna untuk menutupi tubuh polosnya, dan langsung mendaratkan ciuman di pundak Anna.
__ADS_1
"Emttth Bright,"
Bright terus menciumi bagian pundak Anna dan menjalar keleher bagian belakang Anna. Obat itu sudah mulai kembali bereaksi Sehun timun import itu kembali mengeras bahkan kali ini hingga membuat tubuh Bright seperti dimabuk has rat yang berkobar-kobar.
Bright terus mendaratkan ciumannya di leher belakang Anna, kemudian turun ke punggung belakang Anna setiap inci kulit punggung Anna merasakan ciuman bibir Bright yang membuat tubuh Anna menggeliat kegelian. Bright menunduk dibelakang Anna lalu kedua tangannya sudah berada dikedua paha Anna dan mengelus-elus kedua paha Anna.
Membuat Anna secara otomatis melebarkan kedua pahanya, sementara ciuman itu terus turun menyusuri bongkahan bokong Anna, dan Bright menciuminya dengan bringas, membuat seluruh tubuh Anna bergetar dan merinding.
Kedua tangan Anna hanya bisa bertumpu pada tembok dihadapannya, tubuhnya lemas saat Bright terus menerus menciumi seluruh tubuhnya tanpa terlewatkan sejengkal pun.
Bahkan ciuman itu terus turun dikedua paha belakang Anna kemudian lebih turun lagi hingga Bright harus berjongkok dibelakang Anna untuk bisa terus menciumi betis Anna dan kaki jenjang Anna.
"Bright naf su mu besar sekali, ahhh!"
Puas menciumi Anna, Bright membalikkan tubuh Anna dan lalu mencium bibir Anna dengan melu ma t bibir bawah Anna lalu bibir atas Anna secara bergantian, ciuman itu tak lama dibibir Anna karena Bright beralih mendaratkan ciumannya dileher Anna.
Bright meny e sap leher Anna dengan kuat membuat jejak merah dileher Anna, halmitu terus dilakukan berulang oleh Bright hingga leher Anna saat ini dipenuhi oleh jejak kepemilikan Bright.
"Bright kau kenapa seperti ini, ahhh Bright ah!"
"Aku sangat naf su sekali An, aku inginkan tubuhmu An layani aku sayang,"
Bright sudah dikuasai oleh obat pemberian Tuan Lan yang membuatnya brutal dengan tubuh istrinya, Bright bergerak liar dengan mer e mas kedua labu import milik Anna lalu melahapnya kedalam mulutnya.
"Aw, sakit Bright!"
Bright meny e sap kedua labu import itu dengan kencang selama beberapa menit, hingga membuat kedua labu import itu lecet dibuatnya.
Didorongnya tubuh Anna keatas ranjang, lalu Bright langsung menindih Anna! Bi ra hi itu sudah menguasai jiwa Bright dan mengeluarkan seluruh has rat kelelakiannya yang selama ini tersembunyi rapat.
Bright segera memposisikan timun import itu lalu mendorongnya dengan kasar hingga masuk langsung kedalam donat Anna.
"Oughttt Bright, ah!"
"Anna, sssttt Anna nikmat Anna ah layani aku sampai puas An,"
Bright langsung menggerakkan pinggulnya dengan kecepatan penuh, membuat Anna men de sah kencang, namun menikmati setiap hentakan timun import itu didonat milik Anna.
"Bright kau perkasa sekali, emmthhh ah,"
Bright terus bergerak cepat dibawah sana, tak ingin setiap detiknya ia sia-siakan untuk kembali menikmati donat milik Anna. Hingga setelah cukup lama, Bright meraih kepuasannya.
__ADS_1
Malam ini Bright sama sekali tidak membiarkan Anna menganggur, entah kenapa efek obat itu tak kunjung hilang, jadi begitu Bright sudah berhasil mencapai puncaknya, beberapa menit kemudian timun import itu kembali membuas.
Anna terus melayani naf su suaminya itu, meskipun kedua matanya sudah mengantuk dan tubuhnya sudah lemas dibuat oleh Bright, tapi kenikmatannya membuat Anna juga ingin selalu melayani suaminya itu.
Ditengah gempuran Bright terhadap tubuh Anna yang penuh dengan eluhan, de sahan dan er a ngan! Didekat markas group Limson, kakak laki-laki Anna sudah bersiap melakukan penyerangan bersama dengan para anak buah group brotherhood yang sudah sejak beberapa tahun terakhir dilatih kekuatan bertarungnya.
Markas group Limson nampak sepi, dan kakak laki-laki Anna merasa bahwa kemenangan akan segera diraihnya! Kakak laki-laki Anna yakin, sebagian anak buah group Limson pasti sudah tertidur dan itu artinya mereka bisa leluasa menghabisi semua anggota group Limson termasuk ketua sekarang.
"Serang!"
Hiya....
Seluruh anggota group brotherhood menyerang markas group Limson, namun saat memasuki gedung group Limson, gedung itu kosong dan gelap.
"Sial, kemana mereka? Kenapa markasnya kosong?" Kakak dari Anna bertanya-tanya.
Namun belum sempat mendapat jawaban, satu persatu anggota grup brotherhood terkapar kelantai dan terdengar suara tembakan yang terus menerus!
"Brengsek! Keluar kalian!" Kakak laki-laki Anna mengeluarkan pistol miliknya.
Cessss....
Tak lama gas air mata menyeruak memenuhi seisi gedung markas group Limson dan membuat seluruh anggota group brotherhood kalang kabut karena mata mereka perih dan nafas mereka sesak.
Dan disaat itulah seluruh anggota group Limson keluar dari halaman belakang menumpas satu persatu anggota group brotherhood dengan membabi-buta.
Dikediaman Tuan Lan, Ibu kandung Anna beserta ketiga anak buahnya turun dari mobil dan langsung menekan bel kediaman Tuan Lan, saat security membuka.
Dor..
Dor..
Security-security itu ditembak hingga terkapar dilantai! Pelayan-pelayan yang mendengar suara tembakan segera membuka pintu untuk melihat apa yang terjadi didepan kediaman mewah itu, namun Ibu kandung Anna beserta anak buahnya itu langsung masuk kedalam rumah membuat para pelayan histeris ketakutan.
"Aaaa tolong!!!! Si-siapa kalian?"
"Katakan dimana Alan Limson?"
♥️♥️♥️
__ADS_1
Bisa bayangkan kalau Anna tidak membantu group Limson dan tidak membawa Larisha dan Tuan Lan pergi honeymoon bersama dirinya dan Bright, bisa-bisa mereka semua habis ditumpas oleh group brotherhood 🥺good job Anna kamu rela mengkhianati keluarga mu sendiri demi menyelamatkan suami dan keluarganya 🥲