Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 53


__ADS_3

Bright menangis dihadapan Jay, hatinya ikut sesak saat mengetahui Anna semenderita itu dan dua malah sibuk dengan membenci Anna!


"Bright, kau dan Anna harus bersama kembali kalian berhak bahagia setelah semua penderitaan yang terutama banyak Anna alami,"


"Jay, kenapa? Kenapa harus Anna yang menderita seperti itu, kenapa bukan aku saja?" Bright terus menitihkan air mata.


Tidak bisa dia bayangkan saat Anna merangkak dengan darah yang sudah mengalir dari rahimnya, sementara ibunya bukan menolong justru terus menarik Anna dan memijat perut Anna agar bayi itu benar-benar tidak selamat.


"Apa Anna akan datang kesini?"


"Entahlah Jay, aku tidak akan menunggu disini aku harus mencari Anna sekarang juga!"


"Oke, selamat berjuang Bright ingat kalian berhak bahagia!" Jay menepuk-nepuk pundak Bright.


Bright menghapus air matanya sambil buru-buru menuju mobilnya untuk mencari Anna. Setibanya di wohnung tempat Anna menyewa salah satu kamar, penghuni sebelahnya mengatakan kalau Anna baru saja pergi dengan seorang laki-laki.


Bright terus mencari Anna hingga malam harinya, hampir semua cafe dan restoran sederhana di Desa itu Bright datangi demi bisa menemukan Anna.


Namun nihil, Bright semakin putus asa dia sangat ingin detik ini juga memeluk Anna mendekapnya dan mengatakan maaf sudah menjadi laki-laki yang tidak berguna untuknya.


Saat mobil Bright melintas disalah satu taman,. Bright melihat mobil James terparkir disana! Bright pun segera memarkirkan mobilnya di halaman taman berharap Anna benar ada di sana.


Saat itu taman sedang ramai dikunjungi meskipun hari sudah larut, tapi lampu di taman ini justru kelihatan terang dan warna warni, James sedang mengajak Anna berkencan di taman ini.


Siang tadi ibunya James mengirimkan pesan pada Anna agar Anna mau kencan hari ini dengan anaknya supaya besok James tidak menolak untuk diajak terapi dan sakit mental yang dia derita cepat pulih, akhirnya Anna terpaksa mau kalau sakit mentalnya sudah pulih Anna kan tidak perlu lagi berpura-pura menerima cintanya James.


"Anna, aku sangat menyukai mu sejak pertama kali kita bertemu di rumah sakit,"


"Saat aku diwawancarai untuk kerja disana?"


"Iya betul, wajahmu seperti malaikat tanpa sayap sempurna!"

__ADS_1


"Kau berlebihan James!"


James memegangi kedua tangan Anna, kini keduanya berhadap-hadapan dengan cukup intens.


"An, aku serius denganmu menikahlah denganku Anna!" James hendak mencium bibir Anna namun Anna memalingkan wajahnya dan menghindari James.


Namun James kekeh ingin minta ciuman dengan Anna sampai menarik-narik tangan Anna.


"James apa yang mau kau lakukan, lepas James!"


"Anna sekali saja An, berikan aku ciuman An aku suka dengan bibir lembab mu sayang, ayo An!"


"Tidak akan, lepas James kau keterlaluan!" Anna memelintir tangan James kebelakang lalu menendang bokongnya hingga James tersungkur.


James yang tidak terima bibirnya menyentuh tanah akibat dorongan Anna, langsung berdiri dan balik mendorong Anna hingga Anna pun hampir jatuh untung saja Bright menahan tubuh Anna.


"Bright!" lirih Anna.


"Dokter Bright jangan ikut campur ini urusanku dengan kekasihku!"


Bright mencengkram kerah James, lalu mendorongnya agar sedikit menjauh dari Anna.


Bug.


Sebuah bogem mentah dilayangkan oleh Bright pada James.


"Kurang ajar kau Bright, berani kau memukul atasn mu? Kau aku pecat!"


"Pecat? Aku rasa kau yang berada dalam masalah berurusan denganku!


Bright meraih tangan Anna dan meninggalkan James yang masih merasa kesal.

__ADS_1


"Ingat Bright rumah sakit itu milik keluargaku! Kau tidak akan bisa bekerja lagi disana termasuk Anna! Kalian aku pecat!" James terus berteriak.


Bright membawa Anna masuk kedalam mobilnya sementara Anna masih menatap wajah Bright dengan tatapan penuh kerinduan.


"Jangan ditatap terus nanti bisa-bisa kau jatuh cinta padaku!"


"Bright maaf, aku selalu saja membuat hidupmu sulit! Kau jadi dipecat gara-gara aku,"


"Memangnya kau pikir ada yang berani memecat pewaris group Limson! James kaki ini salah memilih lawan!"


"Maksudmu?"


Bright hanya menyunggingkan senyuman dibibirnya.


"Kita mau kemana Bright ini seperti bukan arah pulang ke wohnung?"


"Kita perlu bicara Anna, suruh siapa kau tidak datang ke kencan kita aku mencari mu kemana-mana An,"


Anna menatap wajah Bright, laki-laki itu kenapa tidak pernah jelek sekali pun disaat marah, kesal atau disaat diatas ranjang Bright selalu saja terlihat tampan dan mempesona, Anna pun tersenyum tipis.


"Coba senyum lagi!"


"Siapa yang senyum," Anna langsung tidak tersenyum lagi karena malu digoda oleh Bright.


"Ayolah senyum seperti tadi!" Bright terus melirik Anna.


Anna pun akhirnya kembali tersenyum dan tiba-tiba sebuah kecupan kembali mendarat dibibir Anna.


"Hmm manis sekali bibir mu saat aku cium dalam keadaan tersenyum seperti tadi!"


Anna pun langsung tersipu malu oleh perlakuan Bright kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2