Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 61


__ADS_3

Anna menggenggam kedua tangan Bright tatapan kedua mata Anna begitu tulus untuk suaminya itu.


"Aku tidak masalah Bright, aku paham sikap momy dan Dady mu itu karena kebohongan yang sudah aku lakukan pada keluarga kalian, tapi aku ingin berusaha meyakinkan orangtuamu bahwa kau bisa bahagia bersamaku,"


"Anna, kita tida mungkin kembali ke rumah momy dan Dady, mereka tidak menyetujui aku kembali padamu sampai kapanpun jadi kita jalani berdua saja ya!"


Anna pun mengangguk jika memang itu keinginan Bright maka Anna tidak bisa menolak. Keesokan harinya Bright dan Anna memutuskan untuk kembali ke Jerman hidup berdua tanpa restu dari kedua orangtuanya tidak menghalangi perasaan cinta keduanya.


Hari-hari berlalu begitu saja, Anna dan Bright hidup bahagia meskipun masih berdua tanpa adanya buah hati yang sudah mereka dambakan, malam ini Anna berdandan cantik begitu juga dengan Bright yang memakai setelan jas berwarna biru tua, keduanya akan menghadiri pesta pertunangan Jay dan Katlyn.


Pertunangan itu diadakan secara sederhana disalah satu restoran di Desa itu, dengan dekorasi yang tidak mewah namun Jay dan Katlyn merasa bahagia keduanya akan resmi bertunangan malam ini.


"Anna, Bright!" Katlyn menghampiri Anna dan Bright.


"Wah kau cantik sekali Kat!" puji Anna.


"Benarkah?"


"Iya kau sangat cantik pantas saja Jay ingin segera bertunangan denganmu sepertinya dia takut kau akan diambil oleh laki-laki lain,"


"Ngomong-ngomong Jay dimana Kat?"


"Dia belum sampai Bright, mungkin sebentar lagi,"


"Bukankah acara kalian tinggal 10 menit lagu Kat?"


Katlyn pun melihat jam dinding,. ternyata 10 menit lagi acara akan segera dimulai tapi Jay belum juga datang.


Menit demi menit Katlyn terus gelisah karena Jay tak kunjung datang, Bright dan Anna pun membantunya menelpon Jay. Sebenarnya Bright ingin mengatakan apa yang dia ketahui tentang Jay, tapi Bright terlalu takut itu akan merusak pertemanannya dengan Jay.


Waktu keduanya untuk bertunangan pun sudah terlewat, para tamu yang sudah hadir juga sudah mulai bergunjing bahwa pihak laki-laki membatalkan pertunangan ini pastinya.


Air mata Katlyn mulai berurai, dan tak percaya Jay tega tidak menepati janjinya malam ini. Anna yang sudah melihat Katlyn menangis hingga tubuhnya ambruk dilantai segera memeluk Katlyn. Bright pun tidak tega melihat Katlyn menangis seperti itu.


"Bright sebenarnya kemana teman mu itu?"


Hiks.


Hiks.


"Bright katakan apa yang sebenarnya terjadi pada Jay, kenapa dia bisa tidak datang?" Anna ikut kesal.


"Kat, sebenarnya!" belum sempat Bright bicara seseorang menghampiri Anna dan Katlyn.


"Nona Katlyn?"


"Kau siapa?" Katlyn merasa tidak kenal dengan laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Ini ada surat untuk anda dari Tuan Jay!" diberikannya sepucuk surat itu untuk Katlyn.


(Katlyn aku minta maaf tidak bisa melanjutkan hubungan kita, aku mencintaimu tapi aku sudah memiliki seorang istri aku sadar meskipun aku tidak bahagia bersama istriku, tapi aku tidak bia menceraikannya).


Rasanya seperti tersambar petir saat Katlyn membaca isi dari tulisan laki-laki yang dia harapkan datang sekarang, Katlyn pun jatuh pingsan.


Kejadian di pesta pertunangan Katlyn yang gagal itu membuat Anna sedikit kelelahan, setibanya di rumah Anna langsung merebahkan dirinya diatas ranjang.


"Sayang kau lelah?"


"Iya, aku tidak menyangka Jay tega membohongi Katlyn,"


Bright pun memijit tangan Anna agar tubuh istrinya itu bisa lebih enak.


"Bright kepalaku pusing,"


"Bright pun memegang dahi Anna, namun Anna tidak demam.


"Aku ambilkan minum dulu untukmu!" belum Bright beranjak Anna sudah turun dari ranjang dan berlari sambil satu tangannya menutupi mulutnya sendiri.


Uwek..


Uwek..


Anna merasa sangat mual namun begitu dimuntahkan tidak ada muntahan yang keluar, melihat istrinya muntah-muntah begitu Bright memijat leher bagian belakang Anna.


"Anna, coba aku periksa keadaan mu dulu,"


Uwek..


Uwek..


Anna kembali merasa sangat mual dan terus ingin muntah.


"Jangan-jangan kau hamil sayang!"


Anna pun terdiam dan mengingat-ingat kembali kapan tanggal haidnya bulan ini, ternyata sudah lewat 6 hari dari tanggal seharusnya.


"Iya Bright kurasa begitu, saat dulu awal kehamilan ku juga mual dan pusing begini,"


"Aku ambilkan test pack dulu ya, kau tunggu disini,"


Bright segera pergi mengambil test pack lalu memberikannya pada Anna, meskipun takut telat 6 hari ini hanya harapan palsu dan hasilnya negatif namun harapan besar terlihat dari wajah Bright.


"Ya Tuhan mudah-mudahan garis dua!" Anna tak berani melihat test pack yang baru saja dia pakai.


Sambil menutup kedua tangannya, Anna memberikan test pack itu pada Bright yang sejak tadi menunggunya didalam kamar mandi.

__ADS_1


"Coba lihat, aku takut kecewa Bright,"


Bright pun menerima test pack itu lalu dilihatnya.


Hah..


"Kenapa? Apa garis satu? Kenapa kau mengembuskan nafas panjang begitu?"


Karena Bright tak kunjung menjawab, Anna pun membuka kedua matanya tak disangka Bright langsung menyambar bibirnya untuk beberapa saat.


"Bright apa yang kau lakukan?"


"Kita akan menjadi orangtua sayang, kau hamil!" Bright menunjukkan test pack garis dua itu pada Anna.


Aaa....


Anna berteriak dan langsung memeluk Bright ingin rasanya dia jungkir balik karena sangat bahagia akhirnya dirinya kembali hamil setelah dulu sempat keguguran.


3 tahun kemudian Larisha dan Tuan Lan yang sedang berada di Jerman untuk menghandle perusahaannya yang berada disini, menyempatkan dirinya untuk berjalan-jalan disebuah mall bersama dengan Tuan Lan.


Tiba-tiba seorang anak laki-laki tampan dengan bulu mata yang lentik dan hidung mancung, serta memiliki warna bola mata yang sama dengan Bright bertubrukan dengan Larisha hingga anak itu pun jatuh.


"Astaga, kau tidak apa-apa nak?" Larisha membangunkan anak laki-laki itu begitu juga Tuan Lan yang kaget karena anak kecil itu tidak kelihatan didepan mereka.


"Atu da pa-ap, tapi alian inta aaf ya cama atu kalena alian cudah nablak atu," (aku tidak apa-apa, tapi kalian minta maaf ya sama aku karena kalian yang sudah nabrak aku).


Hahaha..


Tuan Lan pun tertawa mendengar anak kecil itu bicara.


"Kami minta maaf ya,"


"Iya," jawab anak laki-laki itu.


"Siapa namamu? Berapa umurmu nak? Dan kenapa kau sendiri?" tanya Larisha.


"Amaku Dallel, atu belumul 2 tahun, atu cedang neman momytu!" (Namaku Darrel, aku berumur 2 tahun, dan aku sedang menemani momyku) Darrel menunjuk kearah Anna yang sedang membayar belanjanya dimeja kasir.


Larisha dan Tuan Lan pun bersamaan menoleh kearah orang yang ditunjuk oleh Darrel, disaat yang sama Anna yang menyadari Darrel tidak ada disampingnya, langsung panik.


"Darrel!" saat menengok kearah belakang dilihatnya Darrel sedang bersama dua orang.


Anna secara spontan menjatuhkan barang belanjaan dari tangannya.


Bruk..


Tuan Lan dan Larisha pun tidak kalah terkejutnya dengan Anna saat ini.

__ADS_1


"Momy, dong atu!" (Momy, gendong aku) Darrel berlarian kearah Anna minta digendong.



__ADS_2