Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 27


__ADS_3

Anna pun berusaha tegar untuk menjalani semua ini, dan Anna berharap kakak dan ibunya itu akan baik-baik saja. Berhubung Domanick tau bahwa Bright dan Anna sedang berada di kediaman orangtuanya, Domanick memutuskan untuk datang dan berkumpul bersama mereka.


Domanick ingin sekali keluarganya dapat berkumpul bersama-sama, terpikirkan olehnya untuk menelpon Britney agar datang ke rumah orangtuanya.


Kring..


Britney yang sedang berada di salah satu tempat perbelanjaan bersama Daniel, mendengar handphonenya berdering.


"Telpon dari kak Nick!"


"Yasudah angkat sayang!"


Britney pun mengangkat panggilan telepon itu.


"Hallo kak,"


"Hallo gadis manjaku!"


"Ih kak Nick, jangan lagi panggil aku gadis manja sebal deh!"


"Lalu apa? Nyonya Daniel begitu?"


"Iya begitu lebih baik!"


"Kau dimana?"


"Aku sedang belanja dengan suamiku!"


"Datanglah ke rumah momy dan Dady, disana ada Bright dan Anna,"


"Oh ya? Kapan kak Bright dan kak Anna tiba di negara ini? Momy dan Dady tidak memberitahuku kak,"


"Mereka habis bulan madu! Mungkin momy lupa memberitahu mu,"


"Baiklah aku dan Daniel akan berkunjung ke rumah momy dan Dady, kau sendiri apa sudah kembali dari Jerman?"


"Iya, aku sudah di bandara! Memangnya si kutu buku Bright saja yang butuh liburan, aku juga akan berlibur di negara ini,"


"Asik, kita kumpul-kumpul semua! Ya sudah sampai ketemu di rumah ya kak!"


Britney mengakhiri panggilan telepon dari Domanick, sementara Domanick segera menelpon supir di kediaman Tuan Lan untuk menjemputnya.


Tok.


Tok.


Tok.


"Tuan, Nyonya, saya mendapat telepon dari Tuan muda Nick untuk menjemputnya di bandara!" supir pribadi Tuan Lan mengetuk pintu kamar Tuan Lan.


Klek.


"Apa benar anakku mengatakan sudah di bandara?"


"Benar Tuan, sekarang saya akan ke bandara!"


"Yasudah cepatlah jemput anakku!"


"Baik saya permisi Tuan!"


Tuan Lan sangat senang mendengar Domanick telah tiba di negara ini, dan langsung menggedor-gedor pintu kamar mandi karena Larisha tengah berada didalam kamar mandinya.


"Dad kau bisa sabar tidak aku sedang mulas nih!" Larisha berteriak dari dalam toilet.


"Nick baru saja tiba di bandara mom, Nick pulang!" teriak Tuan Lan.


"Apa? Nick pulang," Larisha langsung mengakhiri aktivitas setornya dan buru-buru keluar dari dalam toilet.

__ADS_1


"Apa benar dad? Nick pulang, mana dia dad?"


"Masih di bandara mom,"


Tak lama berselang, seorang pelayan mengetuk pintu kamar Tuan Lan.


Tok..


Tok..


Tok..


"Tuan, nona Britney dan Tuan Daniel tiba di rumah ini!"


"Britney mom,"


Larisha dan Tuan Lan pun segera membuka pintu kamar untuk menemui anak perempuan satu-satunya itu.


"Mana Britney?"


"Di ruang keluarga Tuan,"


"Ayo mom," Tuan Lan menggandeng Larisha untuk menuju ruangan keluarga tempat dulunya mereka dan anak-anak mereka menghabiskan banyak waktu.


Tidak ada kebahagiaan yang lebih berarti bagi kedua orangtua selain berkumpulnya anak-anak mereka, Tuan Lan dan Larisha sangat bahagia bila anak-anaknya datang mengunjungi mereka dan berkumpul bersama seperti saat mereka masih kanak-kanak. Hati Larisha rindu berat karena setelah dewasa anak-anaknya memiliki kehidupan sendiri-sendiri dan jauh dari Larisha.


"Momy, Dady!" Britney langsung memeluk orangtuanya.


"Oh my God Britney, kau pulang nak! Momy dan Dady senang sekali kau dan Daniel berkunjung ke rumah kami!"


"Maaf dad, kami jarang berkunjung karena kami baru saja pulang liburan!"


"Tidak apa-apa Niel, yang terpenting sekarang kalian datang dan momennya pas karena ada Bright dan Anna juga Nick yang sedang dalam perjalanan ke rumah ini!"


"Pelayan!" Larisha memanggil salah satu pelayan.


"Tolong panggil Bright dan Anna didalam kamarnya bilang ada Britney dan Daniel!"


"Baik Nyonya,"


Pelayan pun pergi meninggalkan ruangan keluarga untuk memberitahukan Bright dan Anna tentang kedatangan Britney.


Didalam kamar masa kecil Bright, saat ini Anna sedang bermanja-manja didalam dekapan suaminya itu!


"Bright aku kecewa karena ibuku benar-benar menyerang ke rumah ini!"


"Sabar Anna, aku ingin menemui ibumu dan mencoba meraih hatinya!"


"Yang ada kau ditembak mati oleh ibuku l, Bright,"


"Kau ini, kan belum dicoba An! Siapa tau Ibumu terpesona oleh ketampananku dan dia melupakan dendamnya terhadap dadyku!"


"Ih kau ini terlalu percaya diri tau," Anna mencubit perut Bright.


"Mengaku sajalah An, kau tertarik sejak dulu padaku karena aku tampan bukan?" Bright menaikkan satu alisnya sambil menatap Anna.


"Mau berkelit juga tapi memang kenyataannya kau sangat tampan!"


Anna memandangi wajah Bright, dan Bright pun meraih tengkuk leher Anna lalu langsung melum at bibir Anna dengan rakus.


Bright langsung menaiki tubuh Anna, dengan terus menciumi bibirnya Anna dengan liar! Dinaikkannya kaos putih yang dikenakan oleh Anna hingga keatas dadaa Anna dan membuat labu import milik Anna terlihat.


Bright pun melepaskan ciumannya, lalu diraihnya pengait b r a milik Anna hingga kedua labu import itu menyembul keluar dari tempatnya.


"Dokter Bright kau mau apa?"


"Dokter juga perlu banyak nutrisi dan gizi Anna,"

__ADS_1


Bright segera melahap satu labu import milik Anna dengan lemah lembut hingga membuat Anna mele nguh nikmat.


"Ahh Bright,"


Tok..


Tok..


Tok..


Ketukan pintu menggagalkan pergulatan keduanya, Anna langsung kalang kabut memakaikan kembali pengait b r a yang dilepaskan oleh Bright, dan Bright pun membantu Anna menurunkan kembali kaos yang dikenakannya.


"Tuan Bright, ada nona Britney di ruang keluarga!"


"Iya, iya aku segera kesana!" teriak Bright.


"Baiklah Tuan!"


Anna yang kesal karena Bright tidak bisa melihat tubuhnya menganggur sedikit saja pasti langsung disergap oleh Bright.


"Kau itu naf suan ya ternyata!" celetuk Anna.


"Mungkin efek obat dari Dady masih, eh astaga keceplosan!" Bright langsung mengepak bibirnya sendiri.


"Apa obat dari Dady? Jadi kau minum obat? Obat apa itu Bright, pasti bukan vitamin seperti yang kau katakan kan?" Anna langsung mencecar Bright dengan rasa penasarannya.


"Tidak Anna itu vitamin, sungguh!"


"Bohong, katakan cepat!"


"Anna diluar ada Britney,"


"Yasudah kalau begitu aku akan menanyakan sendiri pada Dady didepan Britney!"


"Ish Anna!" Bright menahan tangan Anna.


"Baik, aku mengaku!"


"Mengaku apa? Katakan dengan jujur!"


"Aku minum obat kuatt pemberian Dady makanya aku tahan sampai pagi melakukannya padamu!"


"Bright kau licik sekali, pantas saja kau tidak henti-hentinya melakukan itu padaku! Kau ini menyebalkan,"


"Anna, tapi aku lihat dari wajahmu kau sangat menikmatinya bukan?"


"Tidak, maksduku kapan wajahku memperlihatkan menikmati itu!"


"Setiap saat ketika kita melakukannya terus menerus!"


"Sudahlah, intinya aku marah Bright!"


"Jangan marah An, mengaku sajalah kalau kau suka timun import milikku kan?"


"Apa si Bright, cepat kita keluar kamar!"


"Hei tunggu Anna, setelah belasan tahun kau menyukaiku kau senang kan kau mendapatkan tubuhku?"


"Tidak!"


"Anna ayolah jujur dulu!" Bright kekeh tidak mau melepaskan tangan Anna.



♥️♥️♥️


Formasi keluarga udah lengkap, jangan sampai lagi kumpul begini tiba-tiba penghancur datang, ngeri maak😔

__ADS_1


Jangan lupa like komen votenya ya biar makin semangat buat up terus.


__ADS_2