
Anna membuatkan jus buah dua gelas untuk Bright dan juga dirinya, sedangkan untuk Darrel Anna memberikannya biskuit dan susu hangat.
"Ini diminum dulu sayang," Anna menyodorkan satu gelas jus buah pada Bright.
Diminumnya jus buah segar itu oleh Bright sambil tetap menggendong Darrel.
"Bright, apa kau sudah tau dimana momy dan Dady Lan tinggal selama di Jerman?"
"Sudah, aku menelpon Nick tadi siang!"
"Dimana?"
"Di rumah Nick yang dulu, sekarang momy dan Dady yang menempati,"
"Yey Darrel sebentar lagi ketemu Oma opa ya nak, Darrel senang tidak sayang?"
"Uma, upa," (Oma opa).
"Bright mudah-mudahan mereka bisa menerima Darrel ya,"
"Loh kok menerima Darrel kau juga lah An, kau kan ibunya Darrel,"
Anna pun ragu kalau Larisha dan Tuan Lan akan menerimanya kembali sebab terakhir bertemu di mall saja kedua mertuanya itu masih bersikap dingin pada Anna.
Keesokan harinya!
Bright, Anna dan Darrel sudah bersiap-siap untuk mendatangi kediaman Larisha dan Tuan Lan, mereka mampir dulu ke toko kue dan juga ke toko bunga sebagai buah tangan nantinya.
Anna berusaha menghibur diri agar tidak terlalu khawatir dengan pertemuan kali ini dengan mertuanya, dia berharap kehadiran Darrel bisa membuat Larisha dan Tuan Lan tidak lagi bersikap dingin padanya.
"Sebentar lagi sampai Anna, kau yakin? Jika kau ragu kita bisa kembali lagi,"
"Tidak Bright aku sangat yakin orangtuamu pasti senang bertemu kita lagi!"
Bright pun menghela nafas, akhirnya mobil Bright berhenti di kediaman milik Nick, disana lah Tuan Lan dan Larisha tinggal selama di Jerman. Anna turun dari mobil sambil menggendong Darrel, begitu juga Bright.
Keduanya melangkah menuju pintu rumah yang berwarna putih tulang dihadapan mereka.
Ting.
Nong.
Bright menekan bel rumah dan perasaannya campur aduk saat ini, antara rindu dengan orangtuanya, tapi takut dan khawatir jika Anna sampai terluka kembali.
Klek..
Larisha membuka pintu rumah dan mendapati anak yang dia rindukan selama ini berada dihadapannya.
"Bright!"
"Mom, iya ini aku," Bright memeluk Larisha lebih dulu.
__ADS_1
Lalu Larisha pun menangis haru setelah 3 tahun berlalu dan hari ini dia kembali bisa melihat wajah putranya. Anna yang sedang menggendong Darrel hanya bisa ikut bahagia melihat pemandangan dihadapannya kali ini, Bright juga terlihat menangis dipelukan Ibunya.
"Siapa mom?" suara berat khas seorang Tuan Lan semakin mendekat.
Tuan Lan menghentikan langkah kakinya saat melihat Bright sedang dipeluk oleh Larisha.
"Bright!"
Larisha meraba wajah Bright saking dia rindunya dengan Bright.
"Dad, ini Bright! Bright anak kita datang,"
"Dad!" lirih Bright.
Tuan Lan pun menghampiri Bright dan memeluk anaknya itu. Tak bisa disembunyikan kebahagiaan Tuan Lan saat mendapati Bright akhirnya datang menemuinya.
"Aku datang bersama dengan anak dan istriku, ku dengar kalian sempat bertemu dengan Darrel anak kami,"
Bright memperlihatkan Anna dan Darrel yang sejak tadi hanya diam menyimak. Seketika raut wajah Larisha dan Tuan Lan pun seperti tidak seceria tadi.
"Sini nak, ini Oma sama opa!" Bright menggendong Darrel.
"Cucu Oma, ayo masuk sayang!" Larisha mengambil alih Darrel dari gendongan Bright.
"Ayo Anna kita masuk," ajak Bright sambil merangkul Anna.
Mereka duduk di ruang tamu dan Bright bahagia sekali bisa melihat Darrel bermain dengan Omanya, Larisha juga terlihat sangat gembira mengajak Darrel berbicara.
"Kau masih menjadi Dokter?" tanya Tuan Lan.
"Lalu jika dua-duanya kerja, cucuku dengan siapa?" tanya Larisha.
"Kami memiliki pengasuh mom, namanya suster Ellina,"
"Kalau anak cuma satu ya baiknya diasuh orangtuanya sendiri saja Bright," saran Larisha.
"Iya mungkin nanti mom, karena untuk saat ini Anna masih betah kerja iya kan sayang?"
"Iya," Anna menjawab pelan.
"Apa benar group brotherhood itu sudah kau tutup Anna?"
"Benar dad, sudah lama sekali lagipula aku ingin membuka lembaran baru dan tidak ingin lagi terlibat akan hal-hal seperti itu,"
"Semoga saja itu benar!" kata Tuan Lan.
"Bright ini pegang Darrel dulu, momy akan buatkan minuman,"
"Biar Anna saja mom," Anna berusaha mendekatkan diri.
"Kalau kau mau ikut ke dapur, ikut saja!" kata Larisha.
__ADS_1
"Bright aku ke dapur dulu ya dengan momy!"
"Iya yasudah!"
Anna akhirnya menyusul Larisha ke dapur.
"Momy akan buat minuman apa?"
"Hanya kopi!"
"Biar Anna yang buat ya mom!" Anna bergegas mengambil empat cangkir.
"Ku dengar group brotherhood kembali dibangkitkan oleh mantan-mantan anggotanya, bukankah mereka juga terus berusaha menghubungi mu untuk bergabung?"
"A-apa? A-aku tidak tau soal itu mom,"
"Oh ya, apa kau benar tidak tau? Atau kau berusaha menutupinya dari Bright?"
"Mereka memang masih berusaha membujukku mom, tapi kau jangan khawatir aku tidak akan pernah menerima tawaran itu!"
"Rupanya benar dugaan ku, kau tidak memberitahu suamimu sendiri bahwa masih dikejar-kejar oleh mantan anggota brotherhood,"
"Aku hanya tidak mau Bright kepikiran,"
"Aku tidak akan pernah memaafkan mu Anna kalau sampai cucu dan putraku berada dalam bahaya karena masa lalu mu yang belum selesai!"
Larisha menuangkan air hangat kedalam cangkir yang sudah terisi kopi.
"Tunggu apa lagi, bawa minumannya kedepan!"
"Iya mom," Anna membawa kopi hangat itu ke ruang tamu dengan perasaan tidak nyaman setelah mendengar kata-kata dari Larisha.
Di ruang tamu Tuan Lan tengah menggendong Darrel, tawa bahagia Tuan Lan menggendong cucunya membuat rasa tidak nyaman dihati Anna seketika luruh.
Anna menyajikan kopi diatas meja, sementara Larisha menyusul dengan membawakan beberapa makanan ringan.
"Bright tinggallah disini bersama kami!" saran Larisha.
Bright pun melirik kearah Anna, dan melihat wajah istrinya yang merasa kurang nyaman berada didalam rumah orangtuanya.
"Tidak mom, aku dan Anna kan sudah memiliki rumah masa tinggal disini,"
"Momy hanya khawatir saja! Lagipula anak kalian kan tidak mendapatkan perhatian penuh dari orangtuanya, kalau disini momy bisa menjaga Darrel,"
"Anna sebentar lagi juga berhenti kerja kok mom, jangan khawatir Darrel akan baik-baik saja dengan susternya,"
"Biarkan saja mom, Bright sudah memiliki pilihannya sendiri jangan dipaksa lagi!" kata Tuan Lan.
"Tidak memaksa kok dad, momy hanya menawarkan saja karena disini sepertinya lebih aman!" Larisha melirik kearah Anna.
Anna memang masih sering dihubungi bahkan ditemui oleh mantan para anggota brotherhood yang sedang membangun group itu kembali, ada yang menyamar sebagai orangtua anak dari pasien Anna di rumah sakit, ada juga yang terus mengirimkan pesan pada Anna.
__ADS_1
Namun Anna memang tidak memberitahukan itu pada Bright, karena selama ini Anna sudah menolak tegas itu semua jadi Bright tidak perlu tau apalagi sampai khawatir.
"Tadinya Dady ingin pensiun dan perusahaan disini kau yang ambil alih, tidak mungkin kan semuanya Nick yang menghandle! Tapi ya berhubung kau masih betah menjadi Dokter, Dady jadi belum bisa pensiun!"