Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 39


__ADS_3

Hari Kamis adalah hari yang sangat dinantikan oleh suster Katlyn karena pagi ini didepan rumahnya suster Katlyn sedang menunggu Jay menjemputnya.


Tit.


Bunyi klakson mengagetkan suster Katlyn yang sedang merapihkan bedak diwajahnya, hari ini Katlyn berpakaian sangat seksi dan modis tidak seperti biasanya yang hanya memakai seragam kerja sebagai seorang suster yang mengharuskannya berpakaian sopan dan kalem, diluar pekerjaan rupanya suster Katlyn terlihat sebagai wanita yang cantik dan seksi, tentu saja itu membuat Jay tidak mengenalinya sama sekali.


Katlyn pun masuk kedalam mobil Jay, dan Jay masih tergugu memandangi kecantikan Katlyn hari ini.


"Apa kau benar-benar suster Katlyn?"


"Tentu saja Dokter Jay, memangnya siapa lagi yang menunggu mu disini?"


"Ti-tidak tapi kau sangat berbeda sekali hari ini!"


"Aku berbeda? Maksudmu, aku aneh begitu?"


"Tidak bukan aneh, bukan itu maksudku tapi kau cantik sekali hari ini!"


Kejujuran Jay membuat Katlyn terkesima dan tersenyum manis mendapatkan pujian dari laki-laki incarannya.


"Ah Dokter Jay bisa saja!"


"Sebaiknya jika di luar pekerjaan jangan panggil aku Dokter, panggil saja Jay,"


"Baiklah Jay, kau juga tampan sekali hari ini,"


Keduanya pun menghabiskan waktu libur mereka bersama-sama dan merasakan nyaman mengobrol satu sama lain. Sebuah hubungan yang diharapkan oleh Katlyn sebagai hubungan yang nantinya bisa lebih dari sekedar teman, namun tidak dengan Jay sekuat hati dia menekan perasaannya agar tidak jatuh cinta pada Katlyn, karena itu mustahil baginya.

__ADS_1


Setiap hari Katlyn selalu memberikan perhatian kepada Jay dan itu membuat Jay kesulitan untuk tidak merasa nyaman dengan Katlyn, Katlyn benar-benar berbeda dari kebanyakan wanita yang ditemui oleh Jay. Katlyn sosok yang ceria, dan selalu bisa menghibur Jay disaat pekerjaan penat melanda.


Setelah kejadian hari itu Bright tak lagi memiliki rasa peduli sedikitpun pada Anna, padahal sudah berhari-hari Anna tidak masuk kerja namun Bright tak lagi menyusul Anna ke rumah sakit.


Hingga kabar berhembus dengan cepat di rumah sakit ini, bahwa orangtua Dokter James rupanya menjodohkan Dokter James dengan wanita lain, dan itu artinya Dokter James tidak akan bisa memberikan uang seperti janjinya pada Anna.


Jay buru-buru menghampiri Bright dituangkannya begitu tau sudah tidak ada pasien lagi yang ditangani oleh Bright.


"Bright Bright, kayanya emang saatnya kau menolong Anna!"


"Untuk apa? Sudah ada calon suaminya,"


"Tidak Bright, apa kau tidak dengar gosip yang beredar?"


"Gosip?"


"Iya gosip, Dokter James akan dijodohkan dengan wanita pilihan keluarganya itu berarti tidak bisa lagi dia menolong Anna, kau harus bertindak Bright kasihan Anna!"


"Apa kau tega? Tanyakan pada nurani mu Bright, melihat wanita yang dulu membuat mu sangat hancur karena kehilangannya, kini kau menemukannya Bright dan kau abaikan kerinduan mu itu hanya karena kekecewaan mu?"


"Sudah cukup Jay, kau urus saja urusanmu sendiri ku dengar kau dekat dengan salah satu suster di rumah sakit disini? Kendalikan itu Jay, jangan pernah bermain api!"


Jay pun terdiam, memang dia tidak layak menasihati Bright sementara dirinya sendiri saja memang bukan pria baik-baik.


Malam ini hujan mengguyur Desa dengan sangat deras, seperti biasa Bright hanya berteman dengan kesendirian duduk disofa rumahnya sambil menikmati segelas bir dan memandang ke jendela rumah yang memperlihatkan betapa derasnya air hujan yang turun.


Terlihat remang-remang dari kaca jendela seseorang datang semakin mendekat menuju rumahnya, Bright pun menatap tajam kearah jendela berusaha mencari tahu siapa yang datang malam-malam begini serta dalam kondisi hujan badai begini.

__ADS_1


Terlihat Anna yang basah kuyup sambil memeluk dirinya sendiri berjalan tertatih mendekati rumah Bright, Bright pun meletakkan gelas diatas meja yang sedari tadi dia genggam.


Dibukanya pintu rumah itu, dan Anna muncul dibaliknya dengan bibir yang membiru akibat kedinginan dan pakaian yang sudah basah kuyup. Anna memberanikan diri datang sendirian ke rumah Bright demi berbicara padanya.


Meskipun untuk menatap wajah Bright saja Anna tidak sanggup tapi malam ini Anna mengumpulkan keberaniannya untuk bisa berbicara pada Bright.


"Apa yang kau lakukan didepan rumah ku?" Bright sudah memberikan expresi kebencian pada Anna.


"Bright, aku butuh bantuan mu, tolong aku!"


Bright pun tersenyum licik dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Apa? Menolong mu Anna? Anna apa kau tidak punya harga diri, kau meminta tolong pada orang yang sudah kau tinggalkan begitu saja? Lucu sekali kau Anna,"


"Terserah apa katamu, kau mau mengatakan aku tidak punya harga diri atau apapun itu Bright, aku tidak peduli dengan umpatan itu! Tapi aku mohon pinjamkan aku uang,"


"Aku tidak akan pernah menolong mu Anna, kenapa kau datang kepadaku? Oh aku tau, karena laki-laki yang hendak membeli mu itu akan dijodohkan dengan wanita lain, jadi kau kesini mengemis pertolongan dariku?"


"Cukup Bright, jika aku tidak ingat kondisi ibuku saat ini, mungkin aku tidak akan pernah mau melihat wajahmu itu! Bahkan aku sudah menamparmu saat ini, aku memang tidak seharusnya berada disini, persetan dengan mu!"


Anna yang sudah tidak tahan lagi dengan kalimat-kalimat pedas yang dilayangkan oleh Bright terhadapnya, segera pergi meninggalkan kediaman Bright dengan kekecewaan dan luka yang semakin dalam.


"Bajingan!!! Laki-laki brengsek! Aku akan secepatnya pindah dari Desa ini, aku tidak akan mau lagi melihat wajahnya, aku benci kau Bright benci!" Anna berjalan sambil mengutuk Bright menerobos derasnya hujan dan sambaran petir yang kian kencang.


Tiba-tiba, kepala Anna merasa sangat berat dan pusing sekali mungkin karena Anna sudah terlalu lama berada dibawah hujan sehingga kepalanya merasa sangat pusing dan Anna tidak lagi mampu berjalan, tubuhnya ambruk dijalanan yang sepi.


Anna masih bisa membuka seperempat kedua matanya namun pandangannya kabur, sekeras apapun Anna mencoba untuk bangun tapi tubuhnya terlalu lemas dan kepalanya terlalu berat sehingga Anna hanya bisa pasrah saja tubuhnya diguyur air hujan terus menerus.

__ADS_1


Terlihat dari kejauhan langkah kaki seseorang, tapi pandangan kabur Anna membuatnya tidak dapat melihat jelas siapa sosok yang terus berjalan kehadapannya saat ini! Anna ketakutan, karena takut itu adalah orang jahat yang akan mencelakainya tapi apalah daya kedua matanya bahkan tidak sanggup lagi untuk melihat siapa sosok yang kini berada didepannya.


Kedua kelopak mata Anna terpejam Anna pingsan setelah mengetahui ada sosok yang berusaha menggendong tubuhnya dan orang itu membawa tubuh Anna dari derasnya hujan.


__ADS_2