Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 28


__ADS_3

Anna kemudian meng hi sap leher Bright lalu meninggalkan bekas merah yang cukup besar disana!


"Ah Anna,"


Setelahnya Anna pun berbisik ditelinga Bright memberikan jawaban yang memang ingin didengar oleh suaminya itu.


"Iya Bright aku senang karena aku yang merasakan keperjakaan mu itu!" bisik Anna.


"Oh Anna kau memang istri mesumku!" teriak Bright.


"Bright kau ini tidak punya malu!! Pelayan bisa mendengar perkataan mu tau!"


"Aku tidak peduli Anna!"


Anna dan Bright yang masih saling bercandaan dan tertawa renyah bersama-sama akhirnya tiba di ruangan keluarga! Disana sudah ada Britney, Daniel, Larisha dan Tuan Lan yang sedang bersantai.


"Mentang-mentang pasangan baru, romantis banget si kak Bright!"


"Anak manja bukankah kau juga begitu dengan suamimu," ledek Bright.


"Hai Britney, apa kabar?" Anna langsung cipika cipiki dengan Britney.


"Baik kak An,"


"Hai Anna," sapa Daniel.


"Hai Niel, kalian sudah dari tadi datang?"


"Tidak, kami ditelepon oleh Nick katanya kau dan Bright sudah berada di kediaman momy dan Dady Lan, jadi aku dan Britney langsung kesini!" Daniel menjelaskan.


"Ngomong-ngomong apa tikus berdasi itu sudah datang mom?" Bright mengambil kue kering yang tersaji dimeja.


"Bright, nanti kau bisa digerutu oleh Nick jika dia mendengarmu masih memanggilnya tikus berdasi!" Larisha protes.


"Hello everyone!" Suara Domanick membuat seluruh orang yang berada di ruangan keluarga menengok kearahnya.


"Nah ini dia yang kita tunggu-tunggu, Nick jagoan Dady," Tuan Lan langsung memeluk Domanick.


"Dad, aku rindu sekali padamu dan pada momy!" Domanick mencium pipi Larisha.


"Kau ini rindu tapi jarang pulang!"


"Maklum pengusaha muda sibuk!"


"Sibuk menjelajahi wanita-wanita," sindir Britney.


"Hei gadis manja! Itu adalah sumber energi untukku!"


"Lebih baik kau menikah Nick!" saran Bright.


"Menikah?

__ADS_1


Hahahaha...


"Lelucon macam apa itu? Aku tidak akan pernah menikah, bagiku wanita hanyalah mainan disaat aku sedang bosan dengan pekerjaan!"


Dugg...


Satu pentolan mendarat didahi Domanick oleh tutup toples kue kering Larisha.


"Aw mom, sakit!"


"Kau bicara wanita adalah mainan seolah tidak melihat Momy dan Britney adalah perempuan Nick!"


"Beda mom, kalian itu bukan perempuan tapi malaikat untukku!"


Perkumpulan keluarga itu berlangsung sangat menyenangkan, obrolan demi obrolan mewarnai ruangan keluarga yang biasanya sepi sekarang sangat ramai oleh gelak tawa anak-anak Tuan Lan dan Larisha berikut menantu-menantunya.


Diseberang jalan rumah mewah Tuan Lan, terdapat seorang anak buah brotherhood yang tengah memantau keadaan, orang tersebut kemudian menelepon pada ibunya Anna.


"Nyonya, ini waktu yang tepat!"


"Baiklah!" Ibunya Anna menyelipkan senyuman licik dibibirnya.


Tak berselang lama, Ibunya Anna beserta seluruh anggota brotherhood tiba didepan kediaman Tuan Lan.


"Anna Anna, ini semua salahmu yang sudah beraninya menentang momy! Kau akan lihat jenazah suamimu malam ini juga!"


Anak buah group Limson yang memang ditugaskan oleh ketua mengawasi kediaman Tuan Lan! Segera menghubungi markas group Limson begitu melihat banyak anak buah brotherhood yang sudah bersiap melakukan penyerangan di rumah Tuan Lan


"Brengsek, mereka tidak ada kapoknya! Bright Bright, kau menaruh bom waktumu sendiri dengan menikahi gadis itu!" Ketua mengepalkan tangannya lalu bergerak langsung ke kediaman Tuan Lan, sedangkan anggota yang lain sudah berada didekat kediaman Tuan Lan.


Serang....


Ibu kandung Anna memutuskan untuk menyerang kediaman Tuan Lan tanpa menggunakan strategi apapun dan tanpa mempedulikan nyawanya sendiri karena anak laki-lakinya kini sudah menjadi mayat. Anggota group brotherhood itu menerobos masuk ke dalam kediaman Tuan Lan membuat semua keluarga Tuan Lan mendengar teriakan pelayan dan security dari depan rumahnya!


"Sembunyi!" Tuan Lan segera menarik Larisha untuk sembunyi.


Begitu juga Daniel yang langsung membawa Britney lari ke lantai atas, sedangkan Domanick langsung berlari kearah laci karena disana lah senjata pistol disimpan oleh Tuan Lan, Anna menarik tangan Bright untuk segera sembunyi.


"Anna apa ini ulah ibumu?"


"Aku tidak tau Bright, tapi aku rasa iya!"


Domanick bersembunyi dibalik tembok sebelah kanan, sementara Anna dan Bright bersembunyi ditembok sebelah kiri ruangan keluarga itu!


"Anna keluar kau! Apa begini cara seorang anak menyambut ibu kandungnya sendiri?" teriak Ibunya Anna.


Sontak saja hal itu membuat Domanick, tak jadi menembak karena mendengar bahwa itu adalah ibunya Anna. Sementara Tuan Lan dan Larisha yang bersembunyi di dapur dapat mendengar jelas teriakan ibunya Anna.


"Dad, itu ibunya Anna kenapa dia menembak?"


"Mom, kau tunggu disini!" Tuan Lan segera mendekati sumber suara yang mengaku ibunya Anna.

__ADS_1


Dan disaat yang sama Anna muncul untuk menghadapi ibunya sendiri.


"Mom sudah cukup! Aku mohon akhiri semuanya!"


"Akhiri kau bilang? Setelah kau menculik kedua anak buah ibumu sendiri dan menggagalkan rencana ibumu sendiri untuk menghancurkan group Limson! Anna kakakmu tewas akibat ulahmu Anna!"


"Apa? Kakak?"


"Aku menyuruhmu menyelinap di keluarga Alan Limson itu bukan untuk jatuh cinta pada laki-laki bodoh itu! Tapi untuk membunuh mereka semua Anna!"


"Aku mencintai Bright mom, aku akan melindunginya!"


Hahahaha....


"Dan aku akan membunuhnya!"


Dor..


Dor..


Rupanya anggota group Limson datang untuk menyelamatkan Tuan Lan dan keluarganya! Sementara Tuan Lan dan Domanick yang mendengarkan percakapan Anna dan ibunya, kini baru menyadari bahwa orangtua yang dibawa oleh Anna pada saat pernikahannya dengan Bright adalah orangtua palsu, dan yang asli adalah ibunya ya g merupakan istri dari ketua group brotherhood yang tewas akibat Tuan Lan dulu.


"Serang balik!" teriak Ibunya Anna.


Pertempuran itu tidak dapat terhindarkan lagi.


"Aku akan menemukan suamimu Anna, kita lihat siapa yang kau akan pilih aku atau suamimu itu!"


"Mom, aku mohon pergilah!" Anna berlutut dihadapan ibunya.


Namun pada saat Anna berlutut, satu tembakan melesat dipundak sebelah kanan ibunya.


Dor..


Domanick menembak bahu Ibunya Anna hingga membuat Ibunya Anna terkapar dilantai bersimbah darah.


"Momy," Anna segera menghampiri Ibunya dan mendekap ibunya kedalam pelukannya.


Saat Domanick ingin kembali menembak ibunya Anna, Bright keluar dari balik tembok.


"Nick cukup? Jangan tembak lagi!" Bright segera menghampiri Ibunya Anna yang sudah bersimbah darah.


"Bright, apa kau sudah tau bahwa Anna adalah anak dari musuh keluarga kita?" teriak Domanick sambil terus menodongkan pistol kearah ibunya Anna.


Tuan Lan pun muncul sudah dengan pistol ditangannya!


"Bright menyingkir dari kedua wanita itu!" perintah Tuan Lan.


"Dad, aku bisa jelaskan tentang Anna! Jangan menembaknya dad, aku mohon!"


♥️♥️♥️

__ADS_1


Haduh kasihan Anna dan Bright, kira-kira akankah ada korban jiwa dalam tragedi ini??? Tuan Lan dan Domanick terlihat sangat kecewa dengan Bright dan Anna..


__ADS_2