Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 32


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Domanick melaju menuju bandara karena Domanick sudah memesankan tiket pesawat untuk Anna pergi ke negara asalnya, setibanya di bandara Domanick menyuruh Anna untuk turun dari mobilnya.


"Cepat turun Anna!"


"Heh, apa kau akan membiarkan aku menemui momy dan Dady Lan sendirian?"


"Bukan kah kau jagoan, masa menghadapi momy dan dadyku saja kau takut!"


"Ini beda persoalan Nick, kau harus ikut bersamaku,"


"Tidak, enak saja! Tugasku hanya sampai disini, dan dengar Anna temui Dady dan momyku di markas ketua group Limson karena mereka ingin mengatakan hal penting!" Domanick langsung menutup pintu mobilnya lalu bergegas meninggalkan Anna sendirian.


Anna pun segera berlari untuk mengejar jadwal pesawat penerbangannya.


"Sabar Bright, aku akan menemuimu! Aku sangat rindu padamu Bright." Gumam Anna.


Anna melakukan perjalanan cukup lama untuk kembali ke negaranya, setelah tiba di bandara seseorang laki-laki muda melambaikan papan dengan bertuliskan menjemput nona Anna, melihat namanya ada dipapan yang dibawa oleh seorang laki-laki Anna pun menghampirinya.


"Siapa kau?"


"Aku sekertaris ketua, panggil saja aku sekertaris Zee, mari nona Tuan Lan dan Nyonya Larisha sudah menunggu mu!"


Anna akhirnya menurut setelah nama Tuan Lan dan Larisha disebut, keduanya meninggalkan bandara dan tiba di markas group Limson.


Saat Anna turun dari mobil semua anggota group Limson menatapnya penuh kesal, Anna paham kenapa tatapan itu ditujukan untuknya, bayangkan saja anak dari musuh bebuyutan group Limson dengan santainya masuk kedalam markas group Limson, mereka pasti sudah tidak sabar ingin melesatkan peluru ke tubuh Anna.


"Sekertaris Zee, kenapa mereka menatapku seperti ingin memakanku hidup-hidup?"


"Sudah pasti karena kehadiran mu disini tidak diharapkan nona, jadi segera lah bereskan urusanmu dan keluar hidup-hidup dari markas kami,"


Anna dan sekertaris Zee tiba di ruangan ketua.

__ADS_1


Tok.


Tok.


"Pesanan datang,"


"Masuklah Zee!"


Sekertaris Zee membawa masuk Anna, disana Tuan Lan dan Larisha sudah berdebar-debar kembali dipertemukan dengan Anna, menantu sekaligus anak dari musuh bebuyutan mereka.


Anna menatap nanar Tuan Lan dan Larisha yang masih menampilkan raut kekecewaan atas kebohongannya selama ini, Anna pun hanya bisa menundukkan wajahnya tak berani melihat sorot mata Tuan Lan dan Larisha.


"Anna atau Valerie, nama mana yang seharusnya aku panggil untuk memanggil mu?" Tuan Lan berdiri tegak menatap Anna.


"Maafkan aku Dady Lan," Anna tidak dapat berkata-kata dia hanya bisa menangis dihadapan Tuan Lan.


"Anna aku tau, ayahmu penyebab aku koma selama lima tahun! Aku tidak bisa menyaksikan saat istriku perutnya semakin membesar dan aku juga tidak bisa menyaksikan Bright dan kedua saudaranya lahir!"


Anna semakin menangis, jika dia boleh memilih Anna pun tidak mau lahir dari 5 brotherhood. Sejak kecil Ibu dan Ayahnya yang penuh ambisi sama sekali tidak pernah memberikan kasih sayang terhadap Anna layaknya orangtua pada umumnya! Apalagi setelah kematian ketua group brotherhood yaitu ayahnya Anna, Ibunya semakin keras mendidik Anna tanpa peduli terhadap kasih sayang yang harusnya dia curahkan sebagai seorang ibu.


"Aku sudah ikhlas dad, aku hanya ingin hidup tentram dan damai!"


Sebuah permintaan kecil yang sangat sulit dirasakan oleh Anna, dia hanya ingin menjadi wanita biasa istri dari seorang Dokter umum yang dia cintai.


"Anna, ketua group Limson sudah mengetahui markas ibumu di Jerman! Kemungkinan group brotherhood akan dibinasakan!" Tuan Lan menjelaskan.


Membuat Anna semakin sesak untuk bernafas mendengar markas ibunya akan dibinasakan.


"Anna, jika kau masih ragu untuk melanjutkan hidupmu dengan anak kami Bright, maka kau masih bisa berhenti sekarang dan menolong ibumu dari serangan group Limson," Larisha menghampiri Anna.


"Aku tidak bisa menjamin keselamatan ibumu Anna, tapi jika dia tewas aku akan memberikan tempat peristirahatan yang layak untuknya!" Ketua berujar dari kursi kerjanya.

__ADS_1


Anna kembali dihadapkan dengan posisi yang teramat sulit, harus menyelamatkan hidupnya tapi dia harus merelakan berpisah dari Bright atau memilih untuk membiarkan group brotherhood lenyap yang sekaligus keluarga satu satunya yang tersisa dalam hidup Anna pasti tidak akan selamat.


Anna tau Ibunya salah, tapi seorang anak mana yang mau Ibunya mati sementara dia memiliki kesempatan untuk menyelamatkan nyawanya.


"Jika kau memilih menyelamatkan ibumu, kami harap kau bisa mengendalikan mereka agar tak lagi muncul dihadapan kami!" pinta Tuan Lan.


"Tapi Anna, tolong tanda tangani surat cerai ini jika kau memilih menyelamatkan group brotherhood dan ibumu!" Larisha menyodorkan surat cerai itu pada Anna.


"Kami berharap kau memilih kembali dengan putra kami Anna, kami berjanji akan menerimamu dengan semestinya!" kata Tuan Lan.


Anna bergetar mengambil surat cerai yang diberikan Larisha padanya! Wajahnya memucat, dahinya berkeringat dingin membayangkan dirinya akan bercerai dari Bright, laki-laki yang sangat dia cintai.


Larisha dan Tuan Lan saling bertatapan, mereka berharap Anna merelakan group brotherhood yang sekaligus didalamnya ada Ibunya Anna, dan Anna memilih melanjutkan pernikahannya dengan Bright tapi itu hanyalah harapan Larisha dan Tuan Lan.


Anna menangis perih membaca setiap kalimat yang terdapat didalam surat cerai itu! Tidak mungkin baginya sanggup untuk berpisah dari Bright, tapi anak macam apa Anna jika sampai membiarkan ibunya dihabisi oleh orang lain.


Anna benar-benar dilema, entah jalan apa yang harus dia pilih saat ini.


"Satu hal yang harus kau tau Anna, group brotherhood bukan hanya membuat resah group Limson tapi juga group mafia lain, sehingga mungkin bukan hanya group Limson yang akan menghancurkannya tapi juga group mafia lain yang resah akibat perbuatan ibumu yang haus akan wilayah dan kekuasaan pasar senjata dan barang ilegal lainya!"


"Ketua, apa aku boleh minta satu hal padamu! Jangan sentuh ibuku, aku mohon hanya dia keluarga satu-satunya yang aku punya,"


"Anna, dari dulu kami tidak pernah menabuh genderang perang yang menginginkan ini semua adalah ayah dan ibumu sendiri, jadi Anna permintaan mu jelas aku tolak,"


"Anna mulailah hidup baru bersama kami, ikutlah dengan momy nak!" lirih Larisha.


Larisha sudah berjanji akan membawa Anna bersama mereka pada Bright, tapi sangat tidak adil jika Larisha dan Tuan Lan tidak menyampaikan hal buruk apa yang akan menimpa Ibunya nanti.


"Jika kau memutuskan untuk membantu ibumu! Ini belum terlambat Anna, tapi satu hal besok bukan hanya group Limson yang akan menghabisi group brotherhood tapi juga group mafia lain akan menyerang dan membinasakan group brotherhood termasuk membinasakan ibumu!"


__ADS_1


♥️♥️♥️


Hayo An, mana yang akan kau pilih Anna? Kalau othor akan pilih suami An, kalau kamu engga tau mau pilih siapa?


__ADS_2