Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 43


__ADS_3

Bright bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Anna.


"Apa? Permisi? Kemana?"


"Tentu saja pergi ke salah satu rumah temanku untuk menginap sementara!"


"Bukankah sudah ku bilang, kau bisa saja kan kabur?"


"Bright cukup! Tega sekali kau berpikir aku akan kabur tanpa mengembalikan uangmu,"


"Kenapa? Apa ucapanku salah? Kau saja bisa meninggalkan sebuah pernikahan yang suci, apalagi ini hanya sekedar uang, kau tentulah bisa kabur seperti yang kau lakukan satu tahun lalu!"


"Cukup Bright, aku tidak ingin lagi mendengar mu mengatakan itu semua!"


"Kalau begitu tinggal di rumah ini sampai kau bisa melunasi semua hutangmu padaku!"


Mendengar perkataan itu, Anna sontak menatap kearah Bright kedua mata Anna berpandangan dengan kedua mata Bright. Kembali Bright langkahkan kakinya mendekati Anna lalu dengan tatapan elangnya Bright masih betah menatap tajam kedua mata Anna.


Membuat Anna mundur satu langkah, karena berdekatan seperti ini dengan Bright membuat jantungnya bekerja lebih cepat.


"Aku memberikan mu dua pilihan, tidur di sofa atau tidur didalam kamar bersamaku!"


Setelah mengatakan itu Bright pergi masuk kedalam kamarnya, menyisakan Anna yang masih membulatkan kedua bola matanya saat mendengar perkataan Bright untuk tidur didalam kamarnya.


"Ishh sial! Bright menyebalkan sekali si! Apa-apaan dia, memangnya dia siapa menyuruhku untuk tidur di sofa atau tidur bersamanya didalam satu kamar? Kalau aku tidak ingat hutangku padanya, sudah aku patahkan tulang-tulang di tubuhnya." Dalam hati Anna.


Bright menunggu didalam kamar sambil tersenyum licik, dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan nyaman tidak lama kemudian Anna masuk kedalam kamar itu.


"Kau memilih tidur denganku didalam kamar ini rupanya!"


Anna pun mengambil satu bantal dan satu guling yang berada disamping Bright.


"Kau, mau kau apakan bantal dan guling itu Anna?"


"Tentu saja untuk ku tidur di sofa!" Anna kemudian keluar dari dalam kamar Bright setelah mendapatkan apa yang dia cari.


Heuh..

__ADS_1


"Wanita itu masih tetap sama dia tangguh dan tidak mudah dikalahkan!" Gumam Bright.


Malam hari Anna tidur nyenyak diatas sofa, maklum saja Anna begitu kelelahan setelah mengurus pemakaman Ibunya, lalu mengemasi barang-barang untuk pindahan dan terakhir Anna harus beres-beres di rumah Bright.


Bright keluar kamar dan melihat wajah cantik itu sedang tertidur pulas padahal kondisi dingin begini dan Anna tidak memakai selimut.


"Haruskah aku menyelimuti tubuhnya? Haruskah aku tidak tega padanya? Sudahlah biarkan saja dia kedinginan, dia saja tega mencampakkan aku untuk apa aku merasa kasihan terhadapnya!" Bright kembali kedalam kamarnya.


Keesokan harinya!


Anna terbangun dari tidur nyenyaknya, hari masih sangat pagi saat Anna meregangkan otot-ototnya dilihatnya ada selimut yang menutupi tubuh Anna, pantas saja semalam menjadi lebih hangat sebelumnya Anna merasakan dingin.


"Apa Bright yang memberikan selimut ini?" Gumam Anna.


Tapi hal itu tidak terlalu dipedulikan oleh Anna, segera ia melangkah menuju dapur! Di sana sudah ada Bright tengah membuat sarapan sepertinya.


"Bright biar aku saja!"


"Ini sudah mau selesai, kau duduk dan tunggu saja!"


Anna mengikat rambut panjangnya, menguncirnya hingga rambut itu tidak lagi menutupi belahan dadaa dan juga lehernya, Bright yang melirik kearah leher jenjang Anna serta melihat belahan dadaa Anna yang cukup jelas terlihat kembali harus meneguk salivanya.


Kedua labu import Anna memang semakin membesar setelah dia hamil lalu keguguran, membuat kaosnya tidak dapat menutupi seluruh belahan dadaanya yang hampir tumpah ruah itu.


Pagi-pagi begini adalah suasana rentan bagi Bright karena pagi hari normal saja bagi setiap laki-laki jika timun mereka bangkit, ini malah ditambah pemandangan yang tumpah ruah begitu membuat Bright buru-buru memalingkan pandangannya.


Keduanya duduk dimeja makan, Anna sarapan dengan makanan yang dibuat oleh Bright, mereka satu meja bahkan berhadapan tapi tidak ada sedikitpun pembicaraan yang terjadi antara Anna dan Bright.


Jujur saja melihat Bright sarapan dihadapannya seperti saat ini, Anna sangat teringat akan kenangan saat dulu Anna masih menjadi istri Bright.


"Bright, kemarin orang agent datang padaku! Rumahku belum juga laku terjual, jadi bersabarlah Bright dan maaf sudah merepotkan mu!"


"Aku sudah selesai sarapan!" alih-alih menanggapi perkataan Anna, Bright justru tidak peduli dengan yang dikatakan oleh Anna dan pergi begitu saja dari hadapan Anna.


Terdengar ditelinga Anna suara mesin dari mobil Bright yang semakin lama semakin tidak terdengar! Bright sudah meninggalkan rumah untuk pergi bekerja.


"Bright aku rindu! Tidak bisakah aku memeluk mu sekali saja Bright?" Gumam Anna.

__ADS_1


Anna pun membersihkan piring kotor bekas sarapan dan bersiap mengayuh sepeda menuju rumah sakit, Anna sadar diri dia sama sekali tidak mengharapkan Bright akan mengajaknya berangkat kerja sama-sama dan Anna tidak perlu mengayuh sepeda, dalam mimpi pun Anna tidak berani memimpikan hal seperti itu.


Setibanya di rumah sakit, Anna langsung dihampiri oleh suster Katlyn.


"Dok, Dokter Vale!" suster Katlyn lari menghampiri Anna yang sedang memarkirkan sepeda di parkiran rumah sakit.


"Ada apa sus?"


"Dokter James sakit parah katanya, apa Dokter Vale sudah mendengar berita ini?"


"Tidak, aku baru mendengarnya darimu sus!"


"Nanti sore anak-anak akan menjenguk Dokter James, apa Dokter Vale akan ikut?"


"Hmm begitu, yasudah aku akan ikut menjenguknya!"


"Kau tau tidak Dok, katanya Dokter James sakit karena dia menolak dijodohkan,"


"Apa? Tapi kenapa dia tidak menurut saja dijodohkan kan juga demi kebaikannya,"


"Ye, kan Dokter Vale tau sendiri siapa yang dicintai oleh Dokter James, jelaslah dia tidak mau dijodohkan kalau aku seorang laki-laki aku juga akan menolak perjodohan itu dan lebih memilih mempertahankan Dokter Vale,"


"Ish, kau ini ada-ada saja sus!"


"Memang benar, hanya mantan suami mu itu yang bodoh dia tidak mau memperjuangkan mu, padahal Dokter Vale memilih menandatangani surat cerai itu karena dalam tekanan!"


"Sudahlah itu sudah berlalu, aku hanya ingin menata masa depanku sus!"


"Iya kau benar sebaiknya kau buang saja jauh-jauh ingatanmu tentang mantan suami mu itu Dok, aku saja geram dengan laki-laki seperti mantan suami mu!"


Anna hanya setengah tersenyum, entah siapa yang harus disalahkan atas kegagalan pernikahannya dengan Bright, tapi hidup teruslah berjalan dan Anna memilih mengubur rapat-rapat kejadian dimasa lalu.


Saat jam kerja, Anna sedang sibuk dengan tangisan anak-anak yang menjadi pasienya hari ini! Menjadi Dokter anak memang tidak mudah, Anna bukan hanya harus berperan menyembuhkan sakit yang diderita oleh anak-anak itu tapi juga harus bisa sabar karena tidak semua anak bisa terima saat akan disuntik, selain itu juga Anna harus menjelma sosok yang menghibur agar anak-anak itu bisa nyaman ketika menjalani pemeriksaan.


♥️♥️♥️


Please Like di setiap bab y jangan dilongkap-longkap oke love love pokoknya buat yang masih setia baca, 🙏

__ADS_1


__ADS_2