Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 67


__ADS_3

Anna sangat takut dirinya terlambat untuk menyelamatkan Larisha dari group brotherhood, karena Anna yakin mereka pasti merubah rencana karena tau rumah Bright dijaga dengan menculik Larisha yang tanpa pengawalan siapapun.


Anna terus mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, lampu merah pun dia terobos dan menyenggol kendaraan kiri dan kanannya yang menghalangi jalannya, secepatnya Anna harus tiba di kediaman Larisha.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, Anna tiba di kediaman Larisha melihat pintu rumah Larisha terbuka lebar sudah pasti Larisha berhasil mereka culik.


"Sial! Aku telat!"


Anna kembali memacu sepeda motornya karena yakin para anggota group brotherhood itu belum jauh dari tempat tinggal Larisha.


Beberapa mobil berada didepan Anna, dan Anna bisa melihat Larisha duduk di bangku belakang salah satu mobil itu dengan mulut dilakban.


Larisha menengok kebelakang dan melihat Anna yang mengendarai motor, digedug-gedugnya kaca belakang mobil itu, dan Anna menganggukkan kepalanya memberikan kode pada Larisha untuk tidak khawatir karena Anna pasti akan menyelamatkannya.


Larisha lega Anna mengejarnya, Anna fokus mengendarai motornya namun rombongan Tuan Lan pasti terkena kemacetan karena mereka menggunakan mobil.


Anna sedikit melambatkan kecepatan motor lalu merogoh handphone dari saku celananya, dan menghubungkan sinyal GPS handphonenya dengan handphone Bright sehingga Bright dapat melacak keberadaan Anna.


Setelah berhasil mengaktifkan fitur GPS dan lokasinya berhasil terhubung dengan handphone Bright, Anna kembali memasukkan handphone miliknya dan menambah kecepatan sepeda motor gede itu.


Tiga mobil yang berisikan para anggota group brotherhood turun berikut juga dengan Larisha yang kedua tangannya diikat dan mulutnya dilakban, mereka masuk kedalam gedung tua itu.


Anna yang baru saja tiba, segera turun dari motor.


"Brengsekk aku tidak lagi memiliki senjata, jika saja aku punya senjata sendiri pun aku sanggup menghabisi mereka semua!" Gumam Anna.


Anna masuk kedalam gedung tua itu tanpa rasa takut, dan para anggota group brotherhood itu menyambut Anna dengan tepuk tangan, sementara Larisha diikat disebuah kursi.


Prok.


Prok.


Prok.


"Nona Vale, lama kita tidak jumpa! Kau semakin cantik, dan terlihat semakin buas saat ini!" goda salah seorang group brotherhood.


"Lepaskan mertuaku! Dia tidak ada urusannya dengan kita!"


"Lepaskan wanita tua itu? Gampang nona, tapi aku ada informasi penting untuk mu nona! Aku sudah menemukan orang yang bisa meracik black paridise yang akan kita jual ke seluruh negara, dan kau tau barang itu bisa membuat siapapun pemakainya akan ketagihan dan ingin terus membelinya setiap hari! Bayangkan berapa keuntungan group brotherhood jika barang itu kita sebar ke seluruh dunia?"

__ADS_1


"Cuih," Anna meludah.


"Karena itu aku membutuhkan keahlian mu dalam bertarung untuk menyingkirkan lawan-lawan kita, agar barang nikmat ini terjual laris tanpa hambatan apapun,"


"Bergabunglah dengan kami nona Valerie," serempak.


"Jika aku menolak?" tanya Anna.


"Jika kau menolak? Gampang itu, aku tidak akan marah padamu nona Valerie kau berhak untuk menolak, paling aku akan melubangi kepala mertuamu itu dengan peluru ini!" orang tersebut memamerkan pistol ditangannya.


Anna melangkah maju melewati Larisha yang hanya bisa menangis duduk terikat dikursi. Anna terus berjalan mendekati orang yang memegang pistol itu.


"Berapa keuntungan untuk ku?"


Anna berjalan santai dan bersikap tidak panik sama sekali sambil melirik sekelilingnya.


"30% untuk setiap barang yang terjual, bagaimana besar sekali bukan?"


Hahahaha, mereka semua tertawa gembira.


"Tapi jika kau menolak, maka," orang tersebut menodongkan pistol dikepala Anna.


"Turunkan senjata kalian semua atau aku ledakan kepala orang ini!"


"Nona tenang nona, kita bicarakan baik-baik!"


"Turunkan bajingann!" teriak Anna.


Orang itu melawan hingga membuat keduanya bertarung memperebutkan pistol, disaat yang sama anggota group Limson datang dan melakukan penyerangan dengan berbagai macam senjata tajam.


Terjadi perkelahian hebat disana! Tuan Lan bahkan ikut serta dalam pertarungan itu, didepan kedua mata Larisha dia melihat Anna menendang, meninju bahkan tak segan menembak musuh-musuhnya.


Hiya..


Hiya..


Dor..


Dor..

__ADS_1


Kedua mata Larisha terbelalak melihat Anna yang tampilannya sangat kalem dan feminim bisa bertarung super hebat seperti itu. Anna terus menyerang mematahkan leher dan kaki para musuh-musuhnya, hingga salah seorang anggota group brotherhood berhasil menyabetkan pisau tajam yang mengenai bagian perut Anna.


Slizee...


"Sit! Sial!" Anna memegangi perutnya yang mengeluarkan darah, tapi bagi Anna itu hanyalah luka seperti digigit semut yang tidak ada apa-apanya, dia melanjutkan pertarungannya untuk menumpas seluruh anggota group brotherhood.


Hingga tersisa tiga orang saja group brotherhood yang lainnya sudah terkapar bersimbah darah dan ketiganya itu memutuskan untuk meminta ampun dan menyerah pada group Limson.


"Jika diampuni mereka bertiga pasti akan membentuk lagi group brotherhood maka dari itu, kita bawa dia ke penjara bawah tanah!" perintah Tuan Lan.


"Baik Tuan, cepat ikat-ikat!" perintah salah satu anggota group Limson.


Tuan Lan melepaskan ikatan Larisha, dan membuatnya terlepas dari tali tambang yang sejak tadi menyiksanya, dibukanya lakban berwarna hitam yang menutupi mulut Larisha.


Setelah berhasil melepaskan sang istri dari jerat tambang, Tuan Lan membentangkan kedua tangannya karena berpikir Larisha akan menganggapnya sebagai seorang Hero, atau pahlawan yang akan dia peluk langsung.


Tapi justru begitu berdiri Larisha berlari dan memeluk Anna menantunya.


"Anna, terimakasih kau sudah menyelamatkan momy! Maafkan momy nak, maafkan momy yang selalu menyakiti hatimu, momy tidak bermaksud membencimu Anna!"


Anna pun tersenyum dan membalas pelukan Larisha.


"Tidak apa mom, semua orang tua pasti akan melakukan hal yang sama demi kebaikan putranya,"


"Momy janji tidak akan mengungkit-ungkit lagi masa lalu mu, Anna kau berdarah!" Larisha melepaskan pelukannya dan khawatir melihat Anna berdarah dibagian perutnya.


"Mom, aku yang melepaskan ikatan mu, tapi kau malah memeluk Anna bukan Dady? Astaga, Anna kau terluka!"


"Tidak apa-apa kok dad, ini seperti digigit seekor serangga tidak parah!"


"Tetap saja, cepat kita ke rumah sakit! Kalian tokoh bereskan mereka yang mati, bakar saja dan yang tiga orang itu serahkan pada ketua untuk dijebloskan kedalam penjara bawa tanah!"


"Baik Tuan!"


Anna berjalan dipapah oleh Larisha disebelah kirinya dan Tuan Lan disebelah kanannya, meskipun berkata tidak apa-apa tapi wajah Anna nampak pucat akibat darahnya keluar cukup banyak.


Mereka menuju ke rumah sakit untuk mengobati luka Anna sekaligus menemui Bright dan Darrel.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Yeay beberapa bab lagi menuju End nih maak. 😁😁😁


__ADS_2