Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 41


__ADS_3

Anna lepas kontrol hingga membentak ibunya sendiri, padahal disaat seperti ini Ibunya memerlukan dukungan dari Anna agar bisa kuat dan bertahan melewati operasi yang sebentar lagi akan dilakukan.


Anna pun menatap lekat wajah Ibunya yang sepertinya dalam penyesalan hebat. Emosi Anna mulai mereda dan Anna mulai menepis semua rasa kecewa dan emosinya karena walau bagaimanapun Ibunya saat ini harus dalam kondisi tenang agar operasinya bisa berjalan lancar.


"Mom aku tidak bermaksud mengatakan semua itu, aku sudah tidak marah lagi padamu! Tapi sekarang aku minta sudah cukup mom, kita terima pertolongan Bright karena hanya dia satu-satunya yang bisa memberikan uang untuk operasi!"


"A-Anna, apa seumur hidup mu kau tidak pernah merasakan kasih sayang dariku?"


Anna pun memeluk Ibunya dan menangis dipelukan Ibunya.


"Mom, aku tidak peduli dengan perlakuan mu terhadap ku ketika aku kecil hingga aku dewasa, meskipun kau tidak pernah memberikan kasih sayang yang aku harapkan tapi aku bahagia kau masih ada menemani ku saat ini, tolong jangan tinggalkan aku mom aku tidak mau sendirian,"


Ibunya Anna mengusap air mata dipipi Anna, satu hal simple yang dari kecil tidak pernah Anna rasakan! Dulu saat Anna menangis akibat apapun, Ibunya selalu membentak dan menyuruhnya diam atau balas siapapun yang membuatnya menangis, tapi hari ini Ibunya Anna menghapus air mata dipipi Anna.


Tak lama Dokter dan beberapa suster masuk untuk membawa Ibunya Anna ke ruangan operasi.


"Permisi, maaf Ibunya kami bawa untuk mulai dilakukan tindakan operasi ya! Keluarga bisa menunggu didepan ruangannya!"


"Baik Dok, tolong berikan yang terbaik untuk Ibuku!"


"Baik kami pasti akan berusaha semaksimal mungkin agar operasi berhasil!"


"Anna maafkan momy," lirih Ibunya.


Anna pun mengangguk, sambil membantu beberapa suster mendorong ranjang pasien ibunya menuju ruang operasi. Saat ibunya sudah dibawa masuk ke ruang operasi, Anna baru sadar bahwa Bright masih berada disini.


Anna pun mencari keberadaan Bright, namun tidak dia temukan keberadaannya!


"Mungkin Bright sudah pulang, nanti saja aku akan menemuinya." Gumam Anna.


Bright memang langsung pulang begitu melihat Anna berbicara dengan ibunya, karena Bright merasa bukan waktu yang tepat dia berada di rumah sakit ini, jadi apapun yang dibicarakan oleh Anna dan Ibunya Bright tidak mendengarnya.


Hingga berjam-jam Anna menunggu didepan ruangan operasi, wajahnya Anna terlihat sangat letih seperti hilang semangat.


"Kenapa si perasaan ku tidak enak begini?" Gumam Anna.


Anna ketiduran dikursi depan ruangan operasi, hingga sebuah suara membangunkan Anna dari mimpi indahnya.


"Sus, ada apa?"

__ADS_1


"Nona, Dokter ingin bicara dengan anda!" Anna pun melirik kearah depan ternyata Dokter sudah berada dihadapannya saat ini, Anna segera merapihkan rambutnya dan berdiri.


"Nona dengan berat hati kami sampaikan bahwa keadaan ibumu terus menurun setelah dilakukan operasi!"


"Apa Dok, tapi kenapa bisa begitu? Lalu bagaimana Dok, Ibuku akan sembuh kan?"


"Kami sudah berusaha sebaik mungkin nona! Silahkan temui Ibu Anda, sudah kami pindahkan dari ruang operasi ini!"


Anna pun panik dan berjalan ketat ketir, langkah kakinya ingin segera sampai di ruangan tempat ibunya berada. Anna melihat Ibunya sudah diambang akhir khayatnya.


"Mom, ini aku Valerie sadarlah mom kau sudah berjanji untuk terus ada di sisiku!"


Hiks.


Hiks.


Ibunya Anna sudah tidak dapat berbicara apapun lagi, nafasnya seperti berat hingga yang bisa dilakukan oleh Ibunya hanya menganga tapi tidak dapat mengatakan apapun pada Anna, air mata dari kedua mata ibunya menetes, seperti ingin mengatakan sesuatu pada Anna.


Dan nafas seperti tersedak itu menjadi akhir dari kehidupan ibunya Anna, kedua matanya tertutup rapat dan denyut nadinya berhenti sampai disini.


"Tidak! Jangan tinggalkan aku mom, jangan pergi!"


Semua Dokter dan suster hadir dalam pemakaman Ibunya Anna, wajah Anna sudah sangat pucat Bright yang melihat Anna seperti itu entah kenapa hatinya ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Anna.


"Dokter Vale, pokoknya kalau Dokter butuh teman atau takut di rumah sendirian Dokter hubungi aku ya, aku akan dengan senang hati menemani Dokter," ujar suster Katlyn.


"Terimakasih sus sudah hadir di pemakaman ibuku!"


Jay yang melihat wajah pucat Anna, sampai menyenggol-nyenggol Bright agar melakukan sesuatu untuk Anna.


"Bright lihatlah wanita yang dulu kau cintai seperti kehilangan semangat hidup, apa kau tidak mau menghiburnya?"


Namun Bright hanya diam saja, Bright justru pergi meninggalkan pemakaman meninggalkan Jay dan yang lainnya yang masih berusaha menghibur Anna.


Bright pergi menemui agent properti yang Anna percayai untuk menjual rumahnya disana terjadi obrolan panjang lebar antara Bright dan orang dari agent properti tersebut.


"Baik saya mengerti!"


"Kalau begitu aku permisi dulu!"

__ADS_1


Bright pergi meninggalkan orang dari agent properti itu menuju rumahnya.


"Dia itu orang atau apa? Kenapa sangat kaya sekali?" Gumam agent properti itu.


Sore harinya Anna baru kembali dari tempat pemakaman Ibunya, setibanya didalam rumah Anna menatap setiap sudut rumah yang sejak setahun terakhir menjadi tempatnya terlindung dari panas dan dingin bersama Ibunya.


Dibukanya kamar yang selama ini jadikan tempat beristirahat bersama Ibunya, karena rata-rata rumah di Desa ini memang hanya memiliki satu kamar saja jadi Anna tidur selama ini bersama Ibunya.


Tidak ada lagi kebencian dihati Anna untuk Ibunya, apapun kesalahan Ibunya semasa hidup sudah Anna maafkan.


"Setidaknya aku merasa lega karena aku sempat mengurusi mu Mom, aku mendapatkan permintaan maaf yang keluar dari mulutmu walaupun itu menjadi kata-kata terakhir mu untukku."


Anna memang sangat terpukul atas kepergian Ibu yang sekaligus satu-satunya keluarga yang dia punya, tapi disisi lain tak ada penyesalan dihati Anna karena sebagai seorang anak Anna sudah melakukan kewajibannya dengan baik, Anna selalu berbakti dan mengutamakan Ibunya.


Anna bertekad menyudahi sedihnya dan fokus utamanya saat ini adalah melunasi semua hutang-hutangnya pada Bright, meskipun Ibunya meninggal tapi tetap saja kan biaya rumah sakit itu semua memakai uang Bright.


"Baiklah semangat Anna, kau harus bisa berdiri diatas kedua kaki mu sendiri dan fokus fokus fokus untuk menata masa depan!" Anna menyemangati dirinya sendiri.


Tok.


Tok.


Tok.


Mendengar pintu rumahnya diketuk, Anna pun keluar kamar untuk membukakan pintu kamarnya!


"Iya tunggu!" teriaknya.


Klek.


"Selamat sore nona Valerie ada hal yang harus saya bicarakan, boleh saya masuk?" ujar orang dari agent properti yang akan menjual rumah Anna.


"Iya sore, silahkan masuk!"



♥️♥️♥️


Please Like nya setiap bab ya maak, ini othor lagi kerasukan jadi up nya akan banyak terus😃Likenya juga kencengin ya maak maksa pokoknya.

__ADS_1


Maaf juga jarang nyapa emang lagi demen banget nulis terus engga tau kenapa lagi semangat 45 nih maak.


__ADS_2