
Domanick melangkah menghampiri James! Tangannya mengayun diatas.
Brakk..
Map itu dilemparkan oleh Domanick hingga mengenai mulut besar seorang James.
"Kurang ajar! Apa yang kau lakukan pada anakku?" Ibunya James mendorong sedikit bahu Domanick.
Lalu Domanick pun segera melirik kebelakang.
"Gil, aku butuh sapu tangan karena jas ku yang mahal dan bersih ini tersentuh tangan dari wanita tua ini!"
"Ini Tuan!" Gilbert memberikan sapu tangan pada Domanick.
Domanick membersihkan jasnya dengan sapu tangan itu, lalu setelahnya dibuangnya sapu tangan itu kehadapan Ibunya James.
"Dasar kau orang gila, pergi kalian dari rumah sakit ku!"
"Apa, apa? Aku tidak dengar coba ulangi lagi?"
"Ku bilang pergi dari rumah sakit ku!" teriak Ibunya James.
Hahahaha..
"Bright kemarilah!"
"Anna kau nikmati dulu tontonan gratis ini ya, aku akan menghampiri Nick," Bright menge cup dahi Anna.
Kedua mata James yang melihat adegan kecu pan mesra Bright pada Anna, langsung membuang muka.
"Nick sudahlah cepat, jangan banyak basa basi kau ini banyak gaya!"
"Tenang, mumpung aku tidak ada kencan sore ini jadi aku memiliki waktu senggang untuk memberantas mereka berdua!"
Bright merangkul bahu Nick keduanya tertawaan ringan menertawakan Ibunya James dan juga James.
"Baca map-map itu, setelah itu kalian akan paham!" seru Domanick.
"Untuk apa aku dan ibuku menuruti perintah mu, Bu aku akan panggil security sekarang!"
Tidak lama kemudian James berteriak-teriak.
"Security! Security!"
Dua orang security datang ke hadapan James dan Ibunya.
"Tangkap dan usir mereka semua!" Ibunya James menunjuk wajah Domanick, Bright dan Anna.
Kedua security itu lantas bergerak cepat dengan mencengkram James dan Ibunya untuk mereka usir, karena security sudah tau bahwa Domanick adalah keturunan group Limson yang sudah mengambil alih saham rumah sakit ini.
"Heh apa-apaan kalian kenapa aku dan Ibuku yang dicengkeram, lepaskan!"
"Lepaskan!" teriak Ibunya James.
__ADS_1
"Lepaskan mereka dulu, biarkan mereka baca isi dari map yang tadi aku lemparkan!"
Kedua security pun menurut dan melepaskan James dan Ibunya, buru-buru Ibunya James memunguti map yang berserakan dibawah begitu juga dengan James, mereka membaca beberapa surat penting didalamnya.
James dan Ibunya langsung melongo dan gelagapan saat itu juga, dunia kaya raya yang keduanya selalu agungkan kini sudah berakhir.
"Saham kalian di rumah sakit ini hanya 20% saja, jadi aku selaku pemegang saham tertinggi berhak menentukan pimpinan baru di rumah sakit ini! James kau masih boleh kok bekerja disini, hanya saja kau akan berkerja dibawah kekuasaan Bright saudara ku!"
"Mom, ke-kenapa perusahaan farmasi itu jadi milik mereka?"
"Kau tidak tau group Limson? Lagian kau ini bodoh atau bagaimana si, tidak cari tahu dulu kalau Bright itu keturunan group Limson, sekarang kita dalam bahaya!"
"Malah arisan!"
"James, minta maaf pada Anna!" perintah Bright.
"Iya Bright, a-aku minta maaf! Dokter Anna, maafkan aku!"
"Iya Dokter Anna, maaf Tante sudah berkata kasar padamu, sungguh kami minta maaf tolong jangan laporkan kami pada group Limson, kami mohon Anna!" Ibunya James memelas.
"Baiklah aku maafkan,"
"Besok buatlah pengumuman resmi tentang pergantian pimpinan rumah sakit dari kau James menjadi saudara ku Bright!"
"Siap! Laksanakan Tuan Domanick!"
"Bagus penurut juga kau rupanya!" Domanick memicingkan senyuman.
Setelah membereskan masalah Ibunya James dan juga James, masalah dapat diselesaikan dengan damai karena James memutuskan untuk mengundurkan diri dan menjual 20% sahamnya yang tersisa pada Domanick, James tidak mau lagi ada masalah dengan Anna, Bright apalagi dengan Domanick jadi dia dan Ibunya memutuskan untuk menjual sahamnya pada Domanick.
"Kapan kalian akan menemui momy dan Dady?" Domanick penasaran.
"Secepatnya, lagipula kami belum resmi bercerai jadi Anna masih istriku!"
"Aku senang kalian bersama kembali, semoga saja momy dan Dady menerima keputusan kalian untuk kembali bersama walaupun aku tidak yakin!"
"Aku pun takut menemui momy dan Dady Lan aku sudah banyak mengecewakan mereka," Anna sedikit bersedih.
"Eh anak mafia penakut sekali, menghadapi puluhan musuh kau tidak gentar masa menghadapi Ibu dan ayahku saja kau takut!" celetuk Domanick.
"Makanya cepat nikah agar kau tau rasa dag dig dugnya seperti apa saat menemui mertua!"
"Cih, persetan dengan pernikahan, wanita itu hanya memperunyam hidup dan aku tidak mau hidupku jadi runyam seperti hidup laki-laki disebelah mu itu!"
"Cih awas saja jika kau suatu saat nanti menikah dan jatuh cinta pada seorang wanita, aku akan meledek mu sampai telingamu jebol!" ancam Bright.
"Coba saja, bagiku wanita itu hanya wadah pembuangan sper maa, aku akan memakainya sebentar lalu setelah selesai membuang sper maa ku, mereka akan aku buang!"
Anna dan Bright pun hanya bisa geleng-geleng kepala karena Domanick memang pemain wanita sejati sejak lama! Bahkan saat masih SMA saja dia sudah berani memesan seorang wanita untuk memuaskannya.
"Yasudah pergilah, nanti aku akan menghubungi mu jika aku dan Anna pulang ke rumah momy dan dady!"
"Pergi? Nanti dulu Bright, kenapa buru-buru mengusir ku," Domanick menaikkan satu alisnya.
__ADS_1
"Tidak Nick, harta mu sudah banyak!"
"Tidak ada yang gratis bro! Bilang pada Dady agar dia membagi bisnis barunya untukku!"
"Bisnis baru apa?"
"Klinik kecantikan yang bekerjasama dengan ipar kita Daniel!"
"Tidak, aku tidak berani bilang!"
"Kau harus bilang, enak saja tidak mau! Pokoknya aku mau Dady membangun beberapa klinik kecantikan juga di Jerman, nanti aku akan mengambil alih!"
"Kau tidak pusing apa bisnis dan uangmu sudah sangat banyak masih mau nambah lagi?"
"Tidak aku tidak pusing, aku bahkan berniat membangun rumah dari lembaran uang,"
Hahahaha...
"Sudah turuti saja keinginannya!" bisik Anna.
"Baiklah aku akan membujuk Dady!"
"Nah begitu kan asik, kalau butuh bantuan ku call me oke!" Domanick mengedipkan sebelah matanya.
Setelah mencapai kesepakatan dengan Bright! Domanick dan Gilbert meninggalkan rumah sakit.
"Tidak heran Dady memanggilnya si bedebah!"
"Sudahlah yang penting kan bisnis apapun yang Nick kelola dia selalu rutin membagi keuntungannya dengan mu kan?"
"Iya, dia juga rutin memberikan bantuan untuk gelandang!"
"Saudara mu yang itu memang unik sekali Bright,"
"Bukankah aku juga unik?"
"Tidak, biasa saja tuh!"
"Tapi kau cinta kan?"
"Emm,"
"Kalau tidak jawab, malam ini juga kau akan aku culik!"
"Terserah saja jika kau mau menculik ku, aku wanita yang banyak makan nanti kau yang rugi,"
"Tidak apa-apa aku suka jika kau banyak makan dan semakin gemuk,"
"Kenapa kau suka? Agar kita tidak perlu membeli kasur lagi, tubuhku mau kau jadikan kasur?"
"Itu tau!"
"Bright," Anna melototi Bright, karena takut mendapatkan bogem Anna yang kekuatannya bisa buat patah tulang, Bright berlari dan benar saja Anna terus mengejarnya.
__ADS_1
♥️♥️♥️
Hai hai hai, maaf ya maak othor update nya sebiji sebiji habisnya lagi sibuk di real life nanti diusahakan crazy up lagi yup🙏🙏