
Anna dan orang dari agent properti itu duduk di ruang tamu.
"Apa rumahku sudah laku terjual?"
"Tidak, bukan itu yang akan aku bicarakan nona rumah anda belum ada peminatnya!"
"Lantas apa yang akan kau bicarakan?"
"Begini, sesuai dengan prosedur kami jika rumah ini hendak dipasarkan agar cepat laku terjual maka pemilik dan beserta barang-barangnya harus dikosongkan dari dalam rumah ini, itu jika kau ingin rumah ini cepat terjual!"
"Apa? Kalau begitu aku harus tinggal dimana? Tapi aku benar-benar harus menjual rumah ini secepatnya,"
"Iya memang begitu, pencari rumah akan lebih tertarik jika penghuni lama dan barang-barangnya sudah tidak ada di dalam rumah yang akan dijual,"
"Baiklah mau tidak mau aku harus keluar dari dalam rumah ini!"
"Kapan kau akan kosongkan rumah ini nona?"
"Sekarang juga! Tidak akan memakan waktu lama kok, barang-barang ku hanya sedikit tidak ada perabotan hanya satu sofa ini saja dan ranjang didalam kamar!"
"Baiklah kalau begitu, hubungi aku jika rumahnya sudah kosong! Kalau begitu aku permisi dulu nona,"
"Ya, silahkan! Terimakasih sudah mengabarkan,"
Agent properti itu meninggalkan rumah Anna, menyisakan Anna yang meraung-raung di ruang tamu.
"Apalagi ini? Sekarang aku sudah jadi gembel, benar-benar gembel." Teriaknya sambil guling-guling dilantai.
Anna mengemasi seluruh barang-barangnya dan menelpon jasa pindahan untuk mengeluarkan ranjang dan juga satu sofa yang dia punya, ranjang dan sofa itu sudah dinaikkan keatas mobil jasa pindahan, Anna pun membawa keluar koper yang berisi pakaian dan barang-barangnya yang lain.
Tit.
Sebuh klakson mobil mengangetkan Anna yang tengah melamun menatap ranjang dan sofa yang sudah diangkut.
"Oh, Dokter Jay!"
"Sore Dokter Vale,"
"Iya sore Dok, ada apa kesini?" Anna melihat Jay melirik kebarang-barang yang sudah berada diatas mobil jasa angkut.
"Begini, aku diperintahkan oleh Bright katanya kau sudah berjanji akan bekerja di rumah Bright kan?"
__ADS_1
Anna pun tertunduk malu dihadapan Jay.
"Oh iya itu,, aku memang akan bekerja di rumahnya karena rumah ini belum terjual jadi aku akan mencicil hutangku pada Bright dengan gaji ku sebagai Dokter anak dan tenagaku!"
"Kalau begitu naiklah ke mobilku! Bright meminta mu untuk segera bekerja di rumahnya mulai sore ini!"
"Ta-tapi setidaknya izinkan aku untuk mencari kontrakan dan menaruh barang-barang ku dulu!"
"Dokter Vale, ini Desa bukan kota butuh berhari-hari bahkan berbulan-bulan untuk kau mencari sebuah kontrakan disini! Biarkan saja taruh di rumah Bright, aku rasa garasi mobilnya cukup luas!"
"Begitu ya?" Anna ragu-ragu memang benar di Desa sangat sulit untuk menemukan sebuah kontrakan, tapi Anna memikirkan bagaimana dia akan tinggal sekarang?
"Ayolah Dok, aku malas jika Bright sampai marah-marah padaku!"
"I-iya!" Anna pun masuk kedalam mobil Jay.
Sementara mobil jasa angkut itu mengikuti mobil Jay dari belakang. Setibanya didepan rumah Bright, Anna dan Jay turun dari mobil tak lama kemudian Bright keluar rumah menuju halaman rumahnya dan melihat Anna dan Jay serta sebuah mobil jasa angkut.
Sadar Bright menatap penuh keanehan pada barang-barangnya yang berada di mobil jasa angkut, Anna pun buru-buru menghampiri Bright.
"Bright maaf, sebenarnya tadi aku meminta izin pada Dokter Jay untuk aku menaruh barang-barang ku dulu dan mencari tempat tinggal sementara untuk ku, tapi Dokter Jay memaksa ku untuk segera ke rumah mu! Maaf sudah membuatmu tidak nyaman,"
Bright tidak bergeming dan malah pergi dari hadapan Anna menuju orang dari jasa angkut yang mulai menurunkan barang-barang Anna.
"Baik Tuan!"
"Bright aku kira kau bukan manusia karena tidak akan menolong mantan istrimu, sekarang aku yakin 100% bahwa kau manusia karena memiliki hati yang baik," bisik Jay ditelinga Bright.
"Ini bukan karena aku baik terhadapnya, tapi karena hutangnya sangat banyak terhadap ku kau jangan salah sangka Jay!"
"Ah Musang satu ini masih saja tidak mau mengakui!"
"Sudahlah pergi sana!"
"Mana?"
"Apa?"
"Kau menjanjikan aku kartu kredit mu Bright!" tangan Jay menengadah dihadapan Bright.
"Sitt, kau teman tapi seperti rentenir!" Bright mengeluarkan salah satu kartu kreditnya dan memberikannya pada Jay.
__ADS_1
"Asik, ini baru bisnis yang menguntungkan bisa untuk hangout dengan suster Katlyn!" Jay cengar-cengir sendiri sambil mengusap-usap kartu kredit milik Bright.
"Jay! Jangan bermain api aku bilang!"
"Ah sudahlah, aku pergi! Dokter Vale aku pamit dulu ya!" Jay melambaikan tangan pada Anna.
Anna pun tersenyum sambil sedikit membungkuk. Orang dari jasa pindahan pun sudah selesai memasukkan barang-barang Anna kedalam garasi mobil rumah Bright, mereka lantas pergi meninggalkan halaman rumah Bright.
Di halaman rumah sederhana itu tersisa. Bright dan Anna saja, membuat situasi membeku padahal tidak sedang musim salju.
"Bright bisakah aku mulai bekerja di rumahmu besok sepulang dari rumah sakit?"
"Kenapa kau lelah?"
"Tidak, tapi sekarang aku perlu menemui suster Katlyn untuk menumpang tinggal sementara di rumahnya!"
"Kalau kau kabur bagaimana?"
"Astaga Bright, apa kau baru saja menuduh ku sebagai seorang penipu?"
"Anggap begitu, tidak salah kan perkataan ku kalau kau ternyata kabur bagaimana? Bagaimana dengan nasib uangku?"
"Bright kau tega sekali menuduh ku seperti itu, a-aku tidak ada niat untuk kabur sebelum melunasi hutangku padamu!"
Bright bergeming mencerna perkataan Anna yang mengatakan bahwa dia tidak akan kabur sebelum melunasi hutangnya, lalu itu berarti setelah melunasi hutang pada Bright Anna akan kabur dari sini.
"Rumahku sangat kotor, segeralah bersihkan!"
Mau tidak mau Anna akhirnya mengenyampingkan dulu urusan mencari tempat tinggal sementara, sekarang dia harus beres-beres rumah Bright terlebih dahulu.
Bright bersantai sambil duduk di sofa dan memakan kacang menikmati acara sore ini di televisi, sementara Anna sedang menyalakan vakum untuk membersihkan lantai rumah Bright agar bersih dari kuman dan debu.
Anna mondar-mandir dihadapan Bright dengan membawa vakumnya lalu setelah beres dengan vakum Anna segera mengepel lantai kembali Bright harus melihat mantan istrinya itu bolak balik dihadapannya.
Bright melirik kearah Anna, dilihatnya Anna sudah berkeringat tetesan keringat itu mengalir dari dahinya menyusuri leher hingga masuk kedalam celah kaos yang dikenakan oleh Anna, membuat Bright harus menelan salivanya dan tidak bisa berkonsentrasi pada tayangan di televisi.
Bright buru-buru memalingkan wajahnya, dia tidak ingin menatap wajah cantik Anna terlalu lama karena wajah Anna seperti mengandung magnet yang dapat membuatnya semakin mendekati Anna.
Hingga malam harinya, Anna sudah selesai membersihkan seluruh ruangan di rumah Bright, Anna merasakan tubuhnya sangat lelah hingga dia menghampiri Bright dengan wajah letih dan lunglai.
"Bright semuanya sudah beres, aku permisi dulu ya!"
__ADS_1