
Anna akhirnya menandatangani surat cerainya dengan Bright, sungguh teriris hati Anna saat ini tangannya bergetar ketika tinta hitam itu menyentuh surat cerai antara dirinya dan Bright.
"Terimakasih momy dan Dady sudah pernah hadir dihidup Anna, sungguh Anna sangat bahagia pernah menjadi bagian dari kalian! Maafkan Anna atas semua kesalahan Anna dan keluarga Anna, semoga kalian dan Bright selalu hidup bahagia!"
Air matanya menetes jatuh diatas surat cerai yang sudah dia tanda tangani. Membuat Tuan Lan tidak kuasa menatap kepergian Anna dari hadapan mereka.
Bahkan Larisha segera memeluk Tuan Lan dan menangis dalam pelukannya, mereka tidak menyangka Anna akan lebih memilih menyelamatkan ibunya dan bercerai dari Bright.
Sirna sudah harapan Tuan Lan dan Larisha yang sudah berjanji akan membawa pulang Anna untuk Bright. Padahal Bright sudah mulai menata hidupnya kembali dengan bekerja disalah satu rumah sakit di kota ini, besar harapannya Anna akan kembali kepelukannya seperti yang sudah dijanjikan oleh kedua orangtuanya.
Bright terus menatap jam ditangannya ingin segera selesai kerja dan pulang ke rumah, pikir Bright kalau Larisha dan Tuan Lan menepati janji mereka dengan membawa pulang Anna.
Siang hingga sore hari dilalui oleh Bright dengan perasaan tidak sabaran, hingga jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sore dan sudah tidak ada lagi pasien yang tersisa! Bright buru-buru mengganti jas putih kebanggaannya dengan jaket kulit kesukaannya.
Sore itu Bright meninggalkan rumah sakit tempat baru dia bekerja dengan wajah sumringah berharap sang istri akan menyambutnya di rumah.
"Mom, aku pulang!"
Bright mencari-cari keberadaan Larisha, rumah juga terpantau sepi senyap. Sampai dikolam ikan yang terletak disamping ruangan bilyard, terlihat Larisha sedang memberikan makan ikan-ikan di kolam tersebut sementara Tuan Lan sedang berdiri bersandar pada pintu menatap wajah istrinya yang murung.
"Mom, dad bagaimana? Apa Anna sudah kalian bawa? Nick sudah berhasil membawa Anna kan?"
"Duduklah Bright, momy tuangkan minuman untukmu!"
"Tidak mom! Jawab dulu pertanyaan ku!"
Larisha menatap Bright dengan wajah datar. Pandangan Bright teralihkan pada selembar kertas diatas meja yang tergeletak begitu saja. Bright pun melangkah menuju meja tersebut dan diambilnya selembar kertas itu.
Selembar kertas yang menghancurkan harapan besarnya hari ini! Bright membaca kalimat demi kalimat yang terdapat pada kertas putih yang sedang dia baca, tak terasa kedua tangannya kini bergetar saat membaca namanya dan nama Anna tercantum didalam kertas tersebut.
"Bright, lupakan Anna dan mulailah hidupmu tanpanya!" Larisha pergi meninggalkan Bright setelah mengatakan hal itu.
Tuan Lan pun menghampiri Bright dan menepuk pundaknya.
"Itulah pilihan Anna, tidak ada yang bisa kita perbuat Bright! Anna sudah menentukan pilihannya jadi berhentilah mengharapkan apa yang sudah usai! Dady dan momy sudah berusaha meyakinkannya,"
__ADS_1
Bright duduk dikursi dengan kedua tangan yang masih mencengkram kuat surat cerai yang sudah ditandatangani oleh Anna. Bright tidak habis pikir Anna tega mempermainkan perasaannya, kenapa disaat hati sudah terlanjur jatuh padanya, Anna tega mengambil keputusan ini?? Kenapa tidak dari dulu Anna tidak usah susah payah mendekati dan meyakinkan dirinya.
Hati Bright terasa dicambuk oleh tongkat besi, saking sakitnya hatinya Bright tidak dapat meluapkan kemarahannya kekecewaannya, atau bahkan air matanya! Semua tertahan karena terlalu sakit hingga tak ada kekuatan untuk mengeluarkannya.
Sementara di Jerman! Anna kembali ke markas group brotherhood, disana markas itu sudah tidak berbentuk lagi, mayat-mayat berserakan dihalaman markas dan masih terdengar perkelahian didalam markas, membuat Anna mengambil dua pistol sekaligus milik anggota group brotherhood yang sudah tewas.
Anna mengendap-endap untuk masuk ke markasnya! Dilihatnya pertarungan antara group brotherhood dengan group Mafia lain selain group Limson rupanya sudah terjadi! Group brotherhood masih terus melakukan perlawanan, termasuk ibunya Anna yang terus menembak.
Situasi semakin keruh saat group mafia tersebut sedikit demi sedikit berhasil memukul mundur group brotherhood, Anna pun membantu perlawanan dengan menembak musuh-musuh group mafia itu.
Dor.
Dor.
Dor.
Pertarungan itu semakin diluar kendali, belum lagi nanti group Limson akan menyerang bisa-bisa seluruh anggota group brotherhood akan tewas cuma-cuma.
"Mom, ayo kita pergi!" Anna menarik tangan ibunya.
"Mom, sudahlah kita akhiri semua ini! Kita tidak akan menang!"
"Dasar anak setan! Kau tidak lihat itu, kita hampir menang jumlah kita lebih banyak sekarang!"
"Mom, group Limson akan menyerang sebentar lagi! Kita tidak akan mungkin selamat, aku akan menyuruh mundur anak buah yang tersisa!" Anna melangkah maju untuk memerintahkan group brotherhood mundur.
Ibunya Anna pun segera menarik tangan Anna, lalu membanting tubuh anaknya itu kelantai
Brug..
Aaaaa..
"Hei Anna, kurang ajar! Beraninya kau mengatur hidup momy! Pergi sana anak tidak berguna!"
Ibunya Anna kembali melesatkan tembakan-tembakanya pada group mafia itu, bahkan kali ini Ibunya Anna maju mendekati musuh dan bertarung habis-habisan. Anna segera bangkit dan sebisa mungkin melindungi ibunya dengan membantu penyerangan.
__ADS_1
Namun apa yang Anna takutkan akhirnya terjadi, group Limson datang menyerang dan itu membuat suasana didalam markas semakin kacau.
Dor..
Satu tembakan mengenai perut ibunya.
"Mom," Anna berusaha keras menjangkau ibunya agar bisa menyelamatkan Ibunya.
Namun kepungan musuh membuat keadaan sangat sulit, Ibunya Anna bahkan masih kokoh berdiri dan kekeh melanjutkan pertempuran hingga anggota group Limson berhasil kembali menembak ibunya Anna hingga empat peluru bersarang ditubuh Ibunya Anna.
Brug...
Tubuh Ibunya Anna ambruk, dan Anna melemparkan gas air mata agar bisa membawa kabur Ibunya! Disaat kepulan gas air mata Anna memapah ibunya keluar dan meneriakkan untuk mundur.
Anna bergegas memasukkan ibunya kedalam mobil, dan tidak ada anggota group brotherhood yang kunjung keluar markas, mereka sepertinya habis dibantai dan Anna tidak mungkin masuk lagi kedalam sana.
Anna pun melakukan mobil itu dengan hanya membawa ibunya yang entah masih hidup atau sudah tewas.
"Mom, bertahanlah! Aku akan menyelamatkan mu!"
"Anna, kenapa kita selalu kalah? Kasihan Dady mu An, dia ingin group brotherhood sekali saja bisa membalas dendam pada group Limson dan merajai pasar mafia! Momy hanya ingin mewujudkannya," lirih Ibunya.
"Sudah mom, simpan tenaga mu itu!"
Satu tahun kemudian!
Sejak hari itu, Anna tinggal disebuah desa yang jauh dari pusat kota Jerman. Anna tetap menjadi Dokter anak bagi warga desa setempat, sementara Ibunya Anna setelah selamat dari peluru yang bersarang ditubuhnya, harus duduk dikursi roda dan menggantungkan hidupnya pada Anna, sebab menderita sakit stroke.
♥️♥️♥️
Hidup Anna sekarang damai banget sama ibunya mudah-mudahan Bright tetap mencari Anna meskipun mereka sudah bercerai.
Ini gambaran Desa di Jerman ya, maak bakalan betah kalau pindah ke desa ini,😌
__ADS_1