Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 11


__ADS_3

Jennie tersenyum licik karena bukan hanya Anna yang mengetahui kartu As dirinya, melainkan Jennie pun sekarang sudah mengetahui semua tentang Anna.


"Yasudah, aku mau menemui mantan sahabat ku dulu ya! Bye calon suami," Jennie pergi setelah memberikan kiss bye kearah Bright.


Sementara Bright masih berdiam diri ditempat! Memikirkan semua yang dikatakan oleh Jennie, cepat atau lambat memang Bright tidak mungkin mempertahankan Anna apalagi saat SMA, Bright melihat kejadian itu di rumah Anna. Kejadian yang membuatnya membenci Anna sampai seperti sekarang.


Jennie mengetuk ruangan praktek Anna, kebetulan sekali Anna sedang sarapan dengan sesama Dokter anak.


"Morning mantan sahabat! Wah, lagi pada sarapan ya rupanya, boleh dong aku dicuapin kangen nih An disuapin sama kamu yang dulunya sahabat aku," goda Jennie.


"Jennie keluar!" Anna bergegas bangkit dari kursi.


"Heh you, ga liat itu tanduk si Anna udah keluar, sana pergi!" ucap teman Anna sesama Dokter.


"Eh kalian itu Dokter loh, attitudenya dijaga dong! Dan aku perlu bicara berdua dengan mantan sahabat aku ini, jadi kau sebaiknya pergi dari sini!" Jennie mengusir teman Anna.


Anna pun mengangguk menyetujui untuk temannya itu keluar dulu, dan membiarkannya bicara berdua dengan Jennie.


Jennie tersenyum manis lalu duduk dikursi sebelah Anna, sambil menyendok sarapan buatan Anna.


"Emmm so yumiiii Anna, rasanya sama dengan sarapan yang sering kau buatkan untukku! Apa Bright, suka dengan sarapan yang kau buatkan? Upss, lupa kalau Bright itu benci banget sama kau kan Anna, yang ada dia akan lempar masakan kau ini ke lantai!"


Hihihi..


"Puas? Senang Jen, kau bahagia setelah mengatakan banyak hal padaku? Tapi kau itu sudah kalah Jennie, tapi kenyataannya aku berhasil merebut Bright dari kau yang katanya wanita paling cantik!" Anna mulai menatap tajam Jennie.


"Menang? Anna, Anna, kau terlalu percaya diri! Oh ya, kemarin aku masuk loh ke rumah kamu! Dan aku menemukan sesuatu yang aku sendiri tidak percaya Anna!"


"Jennie, bagaimana kau bisa masuk ke dalam rumahku? Kau mengambil apa dari sana Jennie? Katakan?" Anna mulai terlihat panik.


Anna teringat bahwa Jennie memegang kunci duplikat rumahnya, karena dulu mereka sangat dekat jadi Anna memang tidak mempermasalahkan jika Jennie memegang duplikat kunci rumahnya, Anna lupa tidak mengambilnya saat masalah keduanya menyeruak. Rupanya Jennie mencari apapun yang bisa menjadi senjatanya untuk menyerang Anna saat ini.


"Tenang Anna tenang, marah-marah terus nanti cepet tua loh! Duduk An, duduk sini!" Jennie menepuk-nepuk kursi.


"Katakan Jennie!"

__ADS_1


"Duduk Anna, dan jangan pernah berani berteriak kepadaku atau akan aku bongkar semuanya!" Jennie membentak Anna.


Anna pun berusaha tetap tenang dia duduk disamping Jennie.


"Aku tau Anna tujuan mu mendekati Bright sejak lama, aku tau kau masih memiliki Ibu kandung dan kau juga masih memiliki saudara laki-laki yang asli!"


"A-aku tidak mengerti maksudmu Jennie,"


"Owww gadis lugu ku, aku tidak menyangka ternyata dibalik keluguan mu kau bedebah licik! Ngomong-ngomong nama aslimu bagus juga nona Velerie!" Jennie tersenyum jahat.


Deg..


Wajah Anna mendadak pucat pasih saat mendengar nama aslinya disebut oleh Jennie, yang Anna Rabella adalah identitas yang dibuat oleh seseorang untuk Anna.


"Tapi kau tenang saja An, karena aku ini mantan sahabat yang baik! Aku tidak akan membongkar semuanya sekarang, aku ingin kau ketakutan setiap saat dan aku ingin kau hancur oleh kepalsuan mu sendiri!"


Jennie berdiri dari kursi dan tersenyum penuh kesombongan hendak pergi meninggalkan ruangan Anna.


"Dengar Jen, aku tau semua tentangku itu palsu! Anna adalah sosok ciptaan, tapi hatiku tidak palsu, aku sungguh-sungguh mencintai Bright dan aku akan melindunginya!"


"Apa kau pikir Ibu kandungmu serta saudara laki-laki mu akan tinggal diam Anna? Mereka bahkan hampir menyelesaikan tugas mereka bukan?"


Bright yang sebenarnya sejak tadi mendengarkan pembicaraan Jennie dan Anna diluar ruangan Anna, segera pergi sebelum Jennie memergokinya.


Sore harinya, Anna berjalan untuk pulang ke rumahnya dan Bright yang melihat Anna berjalan dengan lesu, dan murung hendak menghampiri istrinya itu! Tapi rasanya langkah kaki Bright tertahan bila mengingat semua tentang Anna.


Sore itu Anna pulang ke rumah sendirian, lalu seperti biasa Anna akan memasak, Bright pun sampai di rumah. Tak seperti hari-hari biasanya Anna akan menyambutnya dengan penuh senyuman, kini Anna hanya menghampiri Bright, sambil menundukkan wajahnya.


"Aku bawakan tasnya! Makanan sudah matang, kalau mau makan makan saja!" Anna meraih tas kerja milik Bright lalu berjalan menjauh dari Bright.


Baru kali ini Bright melihat wajah Anna semurung itu! Bright akhirnya duduk di meja makan, entah kenapa melihat Anna murung seperti itu Bright berpikir untuk memakan masakan Anna, siapa tau Anna akan ceria kembali. Namun Bright salah, setelah menaruh tas kerja Bright didalam kamar Bright, Anna kembali ke meja makan lalu mengambilkan makanan untuk Bright, dan menuangkan air ke gelas untuk Bright minum, lantas Anna pergi dari sana!


"Kau tidak ikut makan?"


"Tidak, kau tidak akan nyaman bila makan denganku kan!" Anna pergi meninggalkan Bright menuju kamarnya.

__ADS_1


Hingga malam hari, Anna tak kunjung keluar kamarnya! Bright yang sejak tadi bolak balik keluar kamar, berharap Anna ada sedang menonton televisi, atau sedang bersantai di lantai bawah rumahnya! Namun ternyata Anna tidak keluar kamar.


Bright berjalan perlahan menuju pintu kamar Anna, entah kenapa rasanya ingin sekali mengetuk pintu kamar Anna.


Tok..


Tok..


"Aduh kenapa diketuk si?" Bright mengomel pada tangannya sendiri.


Anna pun membukakan pintu kamarnya, masih dengan wajah pucat dan murung.


Klek.


"Kau butuh sesuatu?"


"Am itu, kok televisi tidak bisa nyala ya? Apa remotnya rusak?"


"Biar aku lihat!" Anna keluar kamar lalu turun ke ruangan televisi lalu mengambil remote dan televisi nyala.


Anna pun hendak pergi dari ruangan televisi namun Bright meraih tangannya.


"Temani aku nonton!"


"Aku ingin istirahat di kamar!" Anna melepaskan tangan Bright.


Namun Bright kembali mengejarnya, dan menahan tangannya.


"Anna wajahmu pucat! Biar aku periksa,"


"Tidak perlu,"


Namun saat Anna kembali ingin melangsungkan kakinya, Bright memeluknya dari belakang membuat hati Anna berdebar-debar untuk pertama kalinya Bright memeluk tubuhnya, rasanya bahagia sekali namun disatu sisi Anna terus mengutuk dirinya sendiri. Kedua mata Anna berkaca-kaca, dan Bright pun memutar tubuh Anna agar Bright bisa melihat wajah Anna. Melihat Anna sesedih sekarang, rasanya Bright tidak nyaman, Bright memegang pipi Anna dengan satu tangannya, hingga membuat wajah keduanya berpandangan.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Hayo pandang-pandangan mau ngapain kalian Anna sama Bright???? Othor dorong ah dua-duanya biar jadi Dede bayi😅 Ehh Bright katanya benci kok liat Anna sedih ga kuat gitu?? Hayoo ada yang udah mulai akhem akhemm nih kayanya😃



__ADS_2