
Anna menengok sesekali untuk melihat kedua orang anak buah Ibunya yang sudah curiga adanya penyusup ke dermaga yang merupakan basemant merek! Kedua anak buah Ibunya Anna pun mulai mendekati.
"Bright dengar, kita harus membawa kedua orang itu keluar mengejar kita diluar dermaga ini karena kalau masih didalam dermaga bisa-bisa kita yang dikeroyok karena jumlah anak buah disini sangat banyak,"
"Apa mereka anak buah ibumu?"
"Kau tau ibuku?"
"Ibumu yang memintamu untuk menghancurkan hidupku dan menghancurkan seluruh keluargaku,"
"Bright aku,"
"Sudahlah Anna, nanti saja kita bahas!"
"Kalau begitu 1, 2, 3, lari!!!" Anna menggandeng Bright dan berlari bersama keluar dari dermaga.
Kedua anak buah Ibunya Anna yang sejak tadi sudah curiga adanya penyusup segera mengejar Anna dan Bright, hingga mereka berhenti di sebuah lahan kosong.
"Anna mundur lah, biar aku yang hadapi mereka!" Bright maju didepan Anna.
Anna pun dibuat bengong oleh sikap Bright yang so jagoan, padahal Anna tau betul Bright berbeda dengan Domanick yang memang jago berkelahi, Bright sama sekali tidak bisa berkelahi seingat Anna.
Tapi tak ingin meremehkan suaminya itu, Anna pun menurut saja dan membiarkan Bright yang menghadapi kedua anak buah Ibunya.
Hiya....
Blam..
Blam..
Belum apa-apa tubuh Bright sudah ambruk dengan sekali pukulan anak buah ibunya Anna hingga tubuh Bright terkapar di aspal.
"Aaa sial! Kenapa pukulan mereka mengenai ku tapi aku tidak sempat memukul." Gumam Bright sambil meringis memegangi perutnya.
Anna pun maju melewati Bright yang masih terkapar.
"Anna, kita lari saja! Mereka terlalu kuat kita bisa celaka lebih dari ini!" Bright bangun untuk menghentikan Anna, namun Anna hanya tersenyum manis pada Bright.
"Tadi tangan mana yang kalian gunakan untuk menyentuh suamiku?" Anna mengikat rambut panjangnya, lalu melepaskan jaket yang dia kenakan dan dilemparkan kearah Bright jaket tersebut.
"Gimana nih, nona Anna kita gak akan sanggup!" bisik salah seorang anak buah Ibunya.
"Nona sebaiknya jangan begini, Ibu mu pasti tidak akan memaafkan mu jika kau menentangnya!"
"Aku tanya tangan mana?" teriak Anna.
Membuat Bright terkejut seorang gadis lugu yang ia kenal bisa berteriak seperti ini.
"Aku akan buat tangan yang sudah melukai suamiku tidak akan lagi bisa berfungsi!" Anna tersenyum picik.
"Sudahlah, kita lawan!" kata salah seorang anak buah ibunya Anna.
Hiya...
__ADS_1
Hiya..
Swing..
Anna menghajar satu persatu anak buah ibunya itu, ditangkisnya setiap serangan dari anak buah ibunya hingga tubuh dan wajah Anna tetap mulus, bagi Anna menghadapi dua orang seperti mereka sangatlah enteng.
Aaaa...
Anna memelintir tangan salah satu anak buah Ibunya hingga.
Trekkk...
Terdengar bunyi patah tulang dari lengan anak buah ibunya itu, Anna juga menghajar keduanya dalam waktu kurang dari lima menit saja! Anna membuka tas miliknya lalu mengikat kedua orang itu dan melakban mulut keduanya.
"Bright cepat ambil mobilmu dan jemput aku disini!"
Bright yang sejak tadi melihat istrinya sendiri bertarung melawan dua orang laki-laki dan dengan lihainya Anna mampu menang melawan dua orang tersebut, masih bengong dengan mulut yang menganga sambil kedua tangannya memegangi jaket Anna.
"Bright, cepatlah!"
"Ah, iya iya Anna," Bright segera mengambil mobilnya, lalu setelahnya menjemput Anna dan kedua orang yang sudah diikat tak berdaya itu.
Di dalam mobil, Bright tak henti-hentinya memandangi wajah Anna yang terlihat kembali lugu dan manis, Anna membuka ikat rambutnya sehingga rambut panjang dan lurus itu kembali tergerai, dipakainya kembali jaket yang sempat Anna buka tadi.
"Liatin Mulu emangnya aku pisang?"
"Anna kau? Kau jago berkelahi seperti itu, Anna aku semakin tidak mengerti denganmu!" Bright kebingungan sendiri.
"Lalu jika kau pandai berkelahi, kenapa malam itu kau tidak melawanku Anna?"
"Maksudmu makna saat kau menodaiku, begitu?"
"Iya,"
"Namanya juga usaha Bright, kan siapa tau kamu nikahi aku ehh ternyata benar,"
Hihihi..
"Anna ini tidak lucu sama sekali, seharusnya kau menahanku!"
"Aku malah inginnya kau menodaiku setiap harinya," goda Anna.
"Kau mesum sekali si Anna!"
"Tapi nanti kau juga suka Bright," Anna mengedipkan matanya.
"Sudahlah bicara denganmu membuat ku pusing, lalu mau kau apakan dua orang itu!"
"Mereka akan aku buat membuka mulutnya,"
"Tinggal buka saja lakbannya maka mereka akan membuka mulut mereka!"
"Astaga Bright bukan itu maksudku, mereka itu anak buah momyku, mereka pasti mengetahui rencana kapan akan menyerang group Limson dan mencelakai Dady Lan, jadi kita harus membuat mereka berkata jujur dengan rencana yang sudah dibuat oleh Ibuku!"
__ADS_1
"Anna, kenapa masalah keluarga kita sangat rumit? Itulah kenapa aku tidak suka dengan dunia mafia,"
"Itulah kenapa kau tidak bisa berkelahi sama sekali,"
"Karena aku bukan Nick, anak itu yang gemar berkelahi menurutku masalah itu harus diselesaikan dengan baik-baik bukan dengan berkelahi!"
"Bright yang ada kita mati duluan, masa mafia diajak bicara baik-baik!"
Mobil itu melaju sesuai instruksi Anna, hingga tibalah Bright dan Anna disebuah peternakan sapi dan kambing, disana juga terdapat sebuah gudang tak terpakai.
"Anna kau yakin kita berhenti disini?"
"Iya, hanya tempat ini tempat aman untuk mengurung mereka berdua!"
Bright dan Anna pun turun dari mobil begitu juga dengan kedua orang anak buah ibunya Anna yang sudah diikat dengan sangat kencang. Dilemparkannya kedua orang itu kedalam tumpukan jerami yang terdapat didalam gudang.
"Bright jika kau tidak kuat untuk melihat hal-hal menakutkan sebaiknya kau gunakan headset dan penutup mata!"
"Memang kau mau apa Anna?"
Anna membuka kedua lakban anak buah ibunya itu.
"Katakan kapan kalian akan menyerang group Limson?"
"Percuma nona kami tidak akan pernah membuka mulut!"
"Oke!" Anna pergi berjalan menuju sebuah kotak yang berukuran cukup besar, dan meletakkan kotak kaca besar itu dihadapan kedua anak buah ibunya.
"Hah, ular! Ular!"
"Tikus!!!! Tikus!" teriak kedua orang itu.
"Aku tau kalian tidak akan mengaku jika aku pukuli kalian sampai babak belur, tapi aku tau kau phobia ular dan kau phobia tikus, aku akan melepaskan ular dan tikus-tikus ini agar menggerayangi tubuh kalian, bayangkan ular dan tikus-tikus ini akan menciumi tubuh kalian!"
Hahahaha...
"Tidak, ampun nona! Ampun kau boleh memukuli kami tapi jangan tikus dan ular!"
"Tenang saja, rasanya akan geli-geli gimana gitu!" Anna tersenyum licik lalu mengeluarkan ular dan tikus-tikus itu diatas tubuh kedua anak buah ibunya yang masih terikat.
Aaaaaaaa...
Anna pun menggandeng Bright untuk keluar dari gudang dan membiarkan mereka bermain terlebih dahulu dengan hewan-hewan itu. Kedua anak buah ibunya itu terus berteriak karena mereka memang sangat phobia dengan ular dan tikus.
"Anna apa mereka tidak akan mati?"
"Bright aku bukan pembunuh! Aku tidak mungkin mencelakai orang apalagi itu orang yang aku cintai," Anna menatap wajah Bright begitu juga dengan Bright yang menatap wajah Anna.
♥️♥️♥️
Bright yang mau so jadi pahlawan aku yang ngakak karena sekali pukulan dia udah KO woiii lah🤣 Bright untung kamu engga disuruh pakai rok sama Anna😀
__ADS_1