Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 40


__ADS_3

Pagi harinya sorot sinar matahari membuat kedua mata Anna sakit dan mau tidak mau membuka kedua matanya, saat Anna membuka kedua matanya bola mata Anna mengarah ke langit-langit ruangan itu namun ada yang aneh karena tubuhnya sulit bergerak.


Anna melihat tubuhnya dibungkus oleh selimut tebal layaknya roti gulung, dan dipegangnya dahi Anna yang terdapat sebuah kain untuk mengompres Anna.


Anna menatap ke sekeliling ruangan yang sepertinya tidak asing lagi bagi Anna.


"Astaga kenapa lagi-lagi aku terbangun di kamar ini?"


Belum sepenuhnya tersadar, sebuah langkah kaki menuju kamarnya membuat Anna mengerjapkan kedua matanya.


"Kau sudah sadar?"


Bright membawakan sarapan dan segelas susuu untuk Anna. Lalu tanpa aba-aba apapun, Bright mengeluarkan tubuh Anna dari selimut tebal yang menggulung tubuhnya.


"Terimakasih sudah menolong ku, aku pergi dulu!" Anna turun dari ranjang namun satu tangannya ditahan oleh Bright.


"Aku akan menolong mu!"


Sebuah kalimat yang keluar dari bibir Bright membuat hati Anna berdebar-debar, rasanya bahagia sekali mendengar satu kalimat itu.


"Tapi kenapa kau berubah pikiran? Bukankah kau tidak mau menolong ku sebelumnya?"


"Butuh berapa?" sinisnya.


"500 juta! Ta-tapi aku berjanji akan mencicilnya dan aku akan selalu ada saat kau butuh bantuan ku!"


"Kau masih punya nomor handphone kan?"


"Iya masih," Anna tertunduk.


"Kirimkan no rekening mu!"


"Bright, aku,"


"Cepatlah sebelum aku berubah pikiran!"


"Baiklah, aku janji akan mencicilnya!"

__ADS_1


Anna mengirimkan nomor rekeningnya pada Bright, dan detik itu juga Bright langsung mentransfer dengan dua rekening sekaligus karena satu rekening terkena limit transfer jadi Bright harus mengirimkan sisanya menggunakan rekening dia yang lain, setelah mentransfer uang sebanyak itu pada Anna, Bright kembali mengantongi handphone miliknya.


"Bright aku akan mencicilnya dengan gajiku dan aku juga akan menjual rumah yang aku tempati sekarang untuk melunasinya tapi aku membutuhkan waktu untuk memasarkan rumah itu!"


Namun Bright tidak peduli dengan semua omongan Anna tentang uang, baginya uang segitu hanya uang jajan yang dia dapat dari Larisha atau Tuan Lan saat masih kuliah tabungan Bright bahkan tidak terasa tersenggol sedikit pun jika Bright mentransfer uang segitu untuk Anna.


"Kapan operasinya?"


"Siang ini!" Anna tertunduk malu dihadapan Bright apalagi semalam Anna sempat terpancing emosi oleh Bright.


"Aku antar ke rumah sakit!"


"Ti-tidak perlu Bright!"


Namun Bright menatap Anna dengan tatapan elang membuat Anna tak lagi mau membantah.


"Ngomong-ngomong pakaian ku kenapa sudah ganti?"


"Tentu saja harus diganti, apa kau mau mati kedinginan tidur memakai pakaian basah kuyup seperti semalam?"


"Memang kau pikir di rumah ini ada orang lain selain aku?"


"Apa? Ja-jadi itu berarti kau yang menggantikan pakaianku?"


"Iya," dengan entengnya.


"Kau keterlaluan Bright, kau kan bukan lagi suamiku kenapa kau lancang melakukan itu padaku?"


"Sudahlah lagipula isinya kan aku sudah tau! Jadi untuk apa kau risau!"


Bright duduk di sofa dengan santai sementara Anna masih membayangkan semalam Bright melepaskan seluruh pakaiannya dan melihat seluruh isinya, Anna menutupi wajahnya sendiri karena malu.


Setelah menghabiskan sarapan, Bright diantar oleh Anna menuju rumah sakit! Diperjalanan Bright masih tetap bersikap dingin terhadap Anna, membuat Anna semakin merasa tidak nyaman sudah meminjam uang padanya.


"Bright, sampai rumah ku terjual aku akan menjadi pekerja di rumahmu sebagai bentuk rasa terimakasih ku padamu!"


"Terserah ku saja! Tapi satu hal yang harus kau ketahui, aku menolong mu hanya sebatas sesama manusia tidak lebih, jangan pernah berpikir kalau perasaan itu masih ada, buang jauh-jauh dari pikiran mu!"

__ADS_1


Deg..


Rasanya hati Anna kembali merasakan dihantam benda keras, sampai hati Bright mengatakan semua itu padanya. Tapi Anna harus sadar keadaan ini memang sudah tidak memungkinkan lagi untuknya dan untuk Bright untuk bisa kembali seperti dulu.


Bright terlihat sangat terluka karena Anna pergi meninggalkannya begitu saja, tanpa sepatah katapun. Anna bisa paham betul semua kekecewaan yang Bright rasakan.


Setibanya di rumah sakit!


Dari jendela ruang perawatan Ibunya Anna melihat Anna datang bersama dengan Bright, laki-laki yang sudah dia tembak dan laki-laki yang dulunya susah payah ingin ia singkirkan berikut keluarganya tapi kenapa bisa Bright datang ke rumah sakit ini bersama dengan Anna.


Sebelum melakukan operasi, Anna masuk kedalam ruangan Ibunya sementara Bright menunggu diluar.


"Vale, itu mantan suamimu kan? Anak dari pembunuh ayahmu?"


"Lebih tepatnya laki-laki yang aku cintai, dan laki-laki yang aku kecewakan karena aku memilih menyelamatkan mu Mom, dan sekarang dia adalah laki-laki yang menyelamatkan nyawamu karena uang yang aku dapatkan itu dari Bright!"


"Anna lebih baik momy mati daripada harus dioperasi dari uang laki-laki itu!"


"Baiklah kalau begitu, aku akan batalkan operasi itu lagipula aku sudah muak dengan semuanya kau selalu saja membuatku dalam kesulitan apa kau tidak sadar itu mom? Bisakah sekali saja kau membuatku merasa hidup? Aku seperti mayat yang tidak mengerti arti kehidupan yang sebenarnya!"


Anna menangis dihadapan ibunya, saking sudah capek dan lelahnya selalu menuruti keinginan ibunya.


"Anna tega kau mengatakan itu pada aku ibumu sendiri!"


"Aku tega? Lebih tega mana dengan seorang ibu yang meminta anaknya untuk membunuh suaminya sendiri? Dan lebih tega mana dengan seorang ibu yang membuat anaknya sendiri harus bercerai dari suaminya? Dan terakhir lebih tega mana dengan seorang ibu yang mengetahui anaknya mengandung benih dari suaminya tapi kau menaruh cairan dalam minuman ku hingga aku keguguran?" Anna membentak ibunya.


Ibunya Anna gemetar melihat wajah anak ya yang sudah dipenuhi oleh penderitaan seumur hidupnya! Anna tidak mampu lagi menyembunyikan rasa sesak didadanya akibat semua ulah Ibunya itu.


"Mom, tidak bisakah kau membiarkan aku hidup sedikit saja dengan rasa bahagia? Sedikit saja mom, aku lelah, aku capek, dan aku sangat ingin mati agar kau puas!"


Ibunya Anna menangis mendengar Anna sampai ingin mati dihadapannya!


"Seharusnya kau bukan hanya memasukkan cairan untuk mengugurkan kandungan ku saat itu, tapi seharusnya kau masukan saja racun kedalam minuman ku agar aku mati bersama dengan anakku!" lirih Anna.


Anna sangat terguncang bila mengingat kembali perbuatan ibunya saat Anna ternyata mengandung 8 Minggu hasil buah cintanya dengan Bright! Saat itu test pack garis dua milik Anna dilihat oleh Ibunya, dan Ibunya Anna tidak sudi bila sampai Anna melahirkan garis keturunan group Limson hingga Ibunya Anna memasukkan cairan penggugur kandungan.


Saat itu Anna marah besar dan terjadi pertengkaran hebat antara Anna dan Ibunya hingga membuat Ibunya Anna terdorong oleh Anna lalu terpeleset yang akhirnya Ibunya Anna terkena stroke.

__ADS_1


__ADS_2