
Orang lain dengan lahap memakan makan siang mereka, tetapi Anna jangankan untuk lahap memakan makanan siang yang sudah diganti baru oleh pihak kantin, untuk meminum segelas air putih saja rasanya tidak bisa dia telan ketika melihat sosok Bright, cinta pertama sekaligus mantan suaminya di rumah sakit ini.
"Apakah dia Dokter baru yang akan mulai bekerja disini? Kenapa harus dia Tuhan? Susah payah aku mengubur semua tentangnya, kenapa disaat aku sudah mulai bisa menepis bayang-bayangnya dia kembali hadir dalam hidupku?"
Untuk pindah ke daerah lain pun tidak mungkin Anna lakukan saat ini, keuangan Anna sudah tidak baik-baik saja semenjak insiden penyerangan satu tahun silam. Semua bisnis brotherhood ditutup oleh Anna, dan keuntungan dari bisnis haram itu Anna bagikan pada keluarga anggota group brotherhood yang tewas dalam penyerangan itu, beruntung tabungan Anna sebagai Dokter anak bisa membeli rumah sederhana di Desa ini.
Ditambah lagi keadaan Ibunya yang harus bolak-balik rumah sakit, Ibunya Anna bukan hanya sakit stroke tetapi juga gagal ginjal yang mengharuskannya bolak balik rumah sakit untuk cuci darah dan harus meminum banyak obat-obatan, membuat tabungan Anna sudah habis semuanya termasuk mobil miliknya pun terpaksa harus ia jual demi kesehatan Ibunya.
Lamunan penderitaannya yang tak kunjung usai, tiba-tiba tersadar saat seseorang menepuk pundaknya pun melongok keatas orang yang tengah berdiri disamping kursi.
"Hai, kau Dokter juga kan di rumah sakit ini?" tanya Jay pada Anna.
Sorot mata Anna tertuju pada sosok orang disamping Jay sosok itu adalah Bright, Bright sama sekali tidak ikut menyapa Anna dan tidak melihat kearah Anna.
"A-aku, iya aku Dokter anak!"
"Kita belum berkenalan secara resmi, mungkin setelah ini aku dan temanku yang dinginnya mengalahkan es di kutub Utara ini, akan memperkenalkan diri secara resmi padamu dan teman-teman Dokter lain!"
"Iya, selamat datang di rumah sakit ini,"
"Namamu siapa? Name tagnya kurang terlihat?"
"Aku An, aku Valerie,"
"Oke Dokter Valerie yang cantik, perkenalkan aku Jay Dokter spesialis bedah dan ini Dokter Bright," belum selesai Jay mengajak bicara Anna, Bright sudah nyelonong sambil menarik kemeja yang dikenakan oleh Jay.
"Cepatlah!" Bright berlaku begitu saja tanpa mempedulikan Anna yang sejak tadi menatap kearahnya.
Kejadian di kantin tadi membuat Anna tidak bisa berkonsentrasi kerja ini, Anna memilih untuk duduk di taman samping rumah sakit yang view-nya mengarah ke pantai langsung.
"Aaaaa, aku bisa gila bila terus bekerja disini, haruskah aku pindah ke planet lain agar tidak menemuinya?" Anna mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Pengumuman, semua Dokter dan perawat diharapkan berkumpul di ruangan Dokter James," sebuah suara dari speaker rumah sakit terdengar oleh Anna, yang akhirnya membuat Anna kembali kedalam.
__ADS_1
Semua Dokter sudah berkumpul di ruangan Dokter James dan Anna masuk paling terakhir tanpa mengangkat wajahnya.
"Nah sudah berkumpul semua! Oke sebelumnya kan saya sudah bilang akan ada dua Dokter baru di rumah sakit kita, ini dia dua Dokter muda yang tampan ini akan bergabung dengan kita di rumah sakit ini!"
"Silahkan Dok perkenalkan diri kalian pada kami semua!" ujar salah seorang suster.
"Oke, perkenalkan nama ku Jay Alexandro kalian bisa panggil saja Jay biar kita lebih cepat akrab mohon kerjasamanya!"
Prok.
Prok.
Prok.
Jay mendapatkan tepuk tangan dari semua Dokter dan suster karena memang Jay lebih banyak bicara, sementara Bright dia sama sekali belum membuka mulutnya sejak kakinya menginjakkan rumah sakit ini.
Kini semua mata tertuju pada Bright, sosoknya yang tampan membuat para suster dan Dokter wanita terkesima tak sabar menunggu laki-laki itu memperkenalkan diri.
"Aku Bright Limson!"
Hahahaha..
"Bright memang irit bicara tapi dia tampan dan baik hati aslinya, kalian jangan canggung ya!" Jay menyenggol bahu Bright agar Bright setidaknya bersikap lebih ramah lagi pada rekan-rekan kerjanya disini.
"Tidak apa-apa, justru Dokter Bright ini saya yakin tipekal laki-laki yang sedikit bicara banyak bertindak!" timpal Dokter James.
Hahahaha...
Suasana pun mulai mencair, sementara Anna terus menundukkan wajahnya, saat ini Bright menatap kearah Anna dengan tatapan mata seperti seekor elang sayang Anna tidak mengetahui Bright sedang menatapnya.
"Oke, untuk merayakan kedatangan kalian dan bergabungnya kalian nanti malam aku sebagai pimpinan rumah sakit disini akan mentraktir kalian makan daging sapi sepuasnya dan minum bir sepuasnya di restoran ujung jalan sana, bagaimana?"
Prok.
__ADS_1
Prok
Prok.
"Huhh setuju! Setuju!" bersorak ramai.
Nanti malam Dokter James sudah berpesan agar semuanya bisa datang, jika tidak maka ketika minta cuti tidak akan di acc, membuat Anna mau tidak mau harus berlama-lama lagi seruangan dengan Bright mantan suaminya.
Meskipun keduanya sama-sama bersikap tidak saling mengenal, tapi situasi ini sangat canggung bagi Anna.
Malam harinya di sebuah restoran sederhana diujung jalan dekat rumah sakit semua Dokter dan suster sudah duduk dikursi yang disediakan, dan sialnya Anna ternyata Bright duduk berhadap-hadapan dengan tempat duduknya saat ini.
Anna melihat kursi lain sudah terisi semua, dan tidak mungkin juga Anna mengajak orang lain bertukar kursi dengannya bisa-bisa itu membuatnya makin keki dihadapan Bright.
Sebisa mungkin Anna mengatur nafasnya agar lebih rilex dan mengalihkan pandangannya kesamping kiri atau kanan, agar tidak perlu menatap kedepan karena percayalah Bright masih dengan tatapan elangnya menatap Anna yang saat ini tepat dihadapannya.
"Sambil menunggu makanan datang, bagaimana kalau kita maen game truth or dare dengan botol bir ini, yang ditunjuk oleh ujung botol harus bersedia menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kita, kalau tidak mu jawab dia harus minum bir sebanyak satu botol!" kata Dokter James.
"Wah seru tuh! Boleh, boleh aku akan putar botolnya!" ujar Dokter Jay.
Jay pun mulai memutar botol bir diatas meja, dan botol itu berputar-putar diatas meja bergerak searah jarum jam dan berhenti ujung botolnya tepat didepan Bright.
"Wah Dokter Bright yang kena, aku saja yang mengajukan pertanyaan!" kata suster Katlyn.
Bright pun mengangguk dan tetap menatap kearah Anna dengan tatapan tajam.
"Kebodohan apa yang pernah dilakukan dalam hidup seorang Dokter Bright?"
"Mencintai seorang wanita yang dengan gampangnya meninggalkanku, itu hal bodoh yang pernah aku lakukan dalam hidpuku! Tapi, jika wanita itu ada dihadapanku saat ini, aku akan berkata bahwa cinta itu sudah musnah! Dan aku tidak akan melakukan kebodohan untuk kedua kalinya."
Anna yang masih saja menundukkan wajahnya, langsung gemetaran saat mendengar Bright mengatakan hal itu! Tangan Anna meremat kursi yang dia duduki, sementara Bright masih duduk santai setelah mengatakan hal itu.
__ADS_1