
Suster Katlyn kegirangan sampai menciumi kertas yang tertulis nomor telepon Jay yang berhasil dia dapatkan dengan tipu dayanya yang handal.
"Asik, pokoknya Dokter Jay harus terperangkap kedalam jaring cinta suster Katlyn yang seksi seperti gitar spanyol ini!"
"Idih sus kau nekat sekali si bagaimana kalau Dokter Jay itu sudah punya pacar? Atau tunangan? Jangan sampai ya sus Katy jadi peturang!" ujar salah satu suster.
"Peturang?"
"Iya perebut tunangan orang!"
"Yey, engga lah kalau dilihat-lihat kayanya Dokter Jay itu jomblo jadi pepet terus!" suster Katlyn sangat bersemangat.
Sementara didalam ruangan Bright, Jay terus menatap curiga kearah Bright yang sejak tadi melamun hingga terlihat loyo seperti timun sayur.
"Sudahlah, akui saja perasaan mu dan tolong mantan istrimu yang masih kau cintai itu!"
"Heuh, menolongnya? Untuk apa? Aku bahkan tidak peduli dan senang jika dia menderita seperti sekarang!"
"Bright Bright, meskipun aku berteman denganmu belum cukup lama tapi aku bisa membedakan mana tatapan kebencian mana tatapan penuh kerinduan!"
"So tau kau Jay, aku tidak akan pernah menolongnya lagipula dia sudah memintaku melupakan semuanya ,"
"Ye, wanita memang begitu Bright suruh dilupakan padahal dalam hatinya menangis, wanita itu sejatinya mahkluk paling rapuh meskipun kadang terlihat kuat,"
"Sudahlah Jay, pacarnya akan menolongnya kau tidak dengar tadi suster Katlyn bicara Anna pergi dengan Dokter James?"
"Cie jeleous cie!" Jay mencolek dagu Bright.
"Untuk apa aku cemburu! Dia hanya wanita tidak penting yang sudah aku lupakan!"
"Jadi kau tidak akan menyusul ke rumah sakit di kota nih?"
"Tidak! Hanya orang bodoh yang akan menyusul mantan istrinya!"
"Baiklah kalau begitu, semoga kau cepat menemukan pengganti Anna ya!" Jay menepuk-nepuk pundak Bright.
Siang harinya, Dokter Jay berada di kantin dan sedang menunggu kedatangan Bright untuk makan siang bersama seperti biasanya namun Bright tak kunjung muncul batang hidungnya, yang datang menghampiri malu suster Katlyn.
"Siang Dok, boleh aku duduk disini?"
"Kau duduk disini?"
"Iya, apa tidak boleh?"
"Boleh, silahkan saja ini kan kursi umum!" sambil celingak-celinguk.
__ADS_1
"Dok kau sedang mencari siapa?"
"Dokter Bright, kenapa sudah jam segini anak itu tidak kelihatan juga?"
"Oh Dokter Bright, tadi dia buru-buru pergi katanya ada urusan mendadak Dok!"
"Pergi?"
"Iya pergi, buru-buru sekali sampai ngebut memarkirkan mobilnya di halaman rumah sakit juga!"
"Cih! Dasar munafik!"
Jay pun tersenyum mendengar Bright yang terburu-buru pergi.
"Kenapa Dokter tersenyum?"
"Tidak aku hanya senang saja dengan tingkah si irit bicara itu,"
"Jangan-jangan, Dokter jatuh cinta pada Dokter Bright?"
Uhuk...
Uhuk..
"Suster Katlyn, kau pikir aku laki-laki apaan? Aku hanya doyan donat bukan timun, enak saja,"
Siang itu saat jam istirahat suster Katlyn terus saja membuntuti Jay dan berusaha mendekati Jay, padahal Jay sudah tidak merespon namun suster Katlyn sangat bersemangat memberikan perhatian pada Jay.
"Dok, kau libur hari apa?"
"Aku, libur hari Kamis!"
"Wah pas kalau begitu Dok, aku juga hari Kamis mau tidak kalau jalan-jalan bersamaku aku akan mengajakmu berkeliling menikmati tempat-tempat bagus di sekitar Desa ini?"
"Aduh bagaimana ya sus, em,"
"Ayolah Dok, kan kita sudah jadi teman kalau sesekali pergi bersama bukankah tidak ada salahnya?"
"Iya juga ya kita teman, boleh deh!"
"Yes, yasudah nanti aku akan telepon ya untuk memastikan lagi!"
"Iya sus atur saja!"
Suster Katlyn pun kegirangan dan tak sabar menantikan hari Kamis agar bisa pergi berduaan dengan Dokter Jay.
__ADS_1
"Padahal aku libur hari Rabu, tapi tak masalah aku akan meminta tukar libur dengan suster Merry asalkan disogok oleh makanan dia pasti mau!"
Hihihi..
Sementara disalah satu rumah sakit terbesar di kota, Anna masih tertunduk didepan ruang perawatan ibunya bersama dengan Dokter James, saat ini ibunya Anna sedang dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh Dokter di rumah sakit ini.
"Vale, jangan khawatir setelah operasi pengangkatan ginjal itu ibumu masih bisa hidup dengan satu ginjal dan pastinya dia tidak akan merasakan sakit lagi Vale,"
"Tapi biaya operasinya sangat besar Dok!"
"Aku akan meminjamkan uang untuk operasi ibumu Vale, tidak bukan hanya meminjamkan aku akan memberikan uang itu untuk mu!"
"Apa? Tapi itu jumlah yang sangat banyak Dok,"
"Tidak masalah Vale uangku sangat banyak, tapi aku ingin meminta syarat padamu!"
"Syarat? Syarat apa Dok?"
"Menikah lah dengan ku Vale, kau tau kan aku mencintaimu jika kau jadi istriku aku akan menjamin biaya perawatan ibumu!"
Deg..
Laki-laki yang ada dihadapan Anna saat ini memang tidak pernah mau menolong dengan cuma-cuma, selalu saja memakai syarat padahal dia sudah jelas-jelas sering ditolak oleh Anna tapi masih saja usaha terus.
Bukannya membuat Anna jatuh cinta padanya justru sikap dia yang seperti ini membuat Anna semakin yakin bahwa memang keputusan Anna untuk terus menolaknya adalah keputusan yang tepat.
Bright yang sejak tadi berada dibalik tembok didekat ruangan perawatan ibunya Anna dapat dengan jelas melihat expresi wajah Anna yang penuh tekanan.
"Maaf Dok, tapi saat ini aku hanya mementingkan kesehatan ibuku belum mau memikirkan soal menikah!"
"Tapi Vale, apa kau tidak melihat ibumu sekarat! Sudahlah terima saja cintaku ini, aku janji akan membahagiakan mu!"
"Dokter James, bisa Dokter tinggalkan aku sendiri? Aku sedang butuh sendiri!"
"Baiklah Vale, aku akan membiarkan mu merenungi semua tawaran ku, dan jangan sungkan untuk menelpon ku ketika kau sudah memutuskannya!"
James meninggalkan Anna sendirian, saat ini memang Anna dalam kesulitan besar dan hanya James yang dapat menolongnya! Tapi apakah harus menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak Anna cintai.
Anna menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, rasanya lelah dan letih menghadapi semua cobaan ini sendirian.
Bright pun hendak melangkah untuk memberikan bantuan untuk Anna, tanpa meminta imbalan apapun darinya! Bright memang membenci Anna, tapi melihat Anna berada dalam kesulitan seperti ini, anggaplah ini bantuan manusia sesama manusia.
"Sepertinya aku memang harus menerima tawaran Dokter James." Gumam Anna.
Langkah kaki Bright terhenti setelah mendengar perkataan Anna, Bright melangkah mundur dan tak jadi mendekati Anna setelah mendengar Anna mengucapkan akan menerima penawaran Dokter James yang artinya Anna mau dinikahi oleh James.
__ADS_1
"Dasar bodoh kau Bright, sudah kuduga wanita murahan itu akan menerima tawaran itu, dia saja bisa meninggalkan mu begitu saja tentu saja dia bisa menikah lagi dengan mudahnya dengan laki-laki lain. Dan bodohnya aku sampai menyusulnya kesini." Bright pergi meninggalkan rumah sakit setelah hatinya kembali merasakan kekecewaan terhadap Anna.
Baginya Anna yang dulu dan Anna yang sekarang sama saja, mulai hari ini Bright berjanji tida akan pernah lagi mempedulikannya!