Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 7


__ADS_3

Bright sama sekali tidak menjawab panggilan Anna, dia justru cepat-cepat masuk ke dalam kamarnya kemudian mengunci pintu kamar itu!


Dug.


Dug.


Dug.


"Bright keluar aku ingin bicara!"


"Anna kau benar-benar mengganggu ketenangan di rumah ini!" teriak Bright.


"Dengar ya, aku tidak akan berhenti menggedor pintu kamar mu sebelum kau membuka pintu kamar mu ini, cepat buka Bright kau seperti anak TK sedang merajuk jika seperti ini,"


Anna terus menggedor pintu kamar Bright, bahkan sampai memainkan gedorannya di pintu sebagai ajang seperti sedang main drum.


Dug.


Tak.. Tak..


Dug..


Tak.. Tak..


"Astaga wanita ini benar-benar sudah tidak waras!" Bright yang tidak tahan dengan bunyi akibat ulah Anna, segera membuka pintu itu dengan kasar.


Klek.


"Puas, aku buka pintunya!"


"Bright kau harus mencintaiku, aku ini sekarang istrimu lupakan Jennie, apa kau tidak penasaran kenapa aku bisa ada di rumah mu saat kau membawa Jennie?"


"Aku tidak punya waktu untuk penasaran apapun itu tentang mu Anna!"


"Bright aku beri tahu satu hal padamu, Jenni itu bukan gadis baik-baik jadi berhentilah membenciku dan berhenti menyukai Jennie,"


Bright kemudian menarik lengan Anna, membuat tubuh Anna mendekati tubuh Bright.


"Dengar Anna, Jennie gadis baik-baik atau bukan itu bukan lagi urusanku karena hubungan kami sudah berakhir dan itu semua karena kau, karena aku harus menikahi wanita yang tidak aku cintai!"


Bright melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Anna, namun Anna justru tersenyum setelah mendengar perkataan Bright bahwa Jennie tak ada lagi urusan dengan-nya karena hubungan mereka sudah berakhir.

__ADS_1


"Jadi kau tidak akan lagi menemui Jennie, Bright?" sambil senyum-senyum.


"Kau tidak waras Anna, tadi kau marah-marah dan sekarang kau senyum-senyum seperti itu membuatku merinding saja!"


Bright langsung kembali menutup pintu kamarnya! Sementara Anna masih terlihat bahagia, tadinya Anna berpikir bahwa karena menyukai Jenni, maka setelah Bright menikahinya Bright akan tetap menemui Jennie, ternyata dugaan Anna salah, justru Bright sekarang merasa tak ada hubungannya lagi dengan Jennie.


"Ututututu Bright sayang, aku jadi semakin mencintai mu!" Anna cengengesan sendiri.


Keesokan harinya Bright sudah berada didalam kamar mandi karena hari ini Bright dan Anna mulai bekerja seperti biasa. Namun setelah selesai mandi betapa terkejutnya Bright saat melihat Anna sedang duduk di ranjang kamarnya.


"Anna, apa yang kau lakukan di dalam kamarku?" teriak Bright.


"Sabar jangan langsung marah-marah dong, ini aku sudah siapkan pakaian ganti untukmu,"


Bright melihat memang telah disiapkan pakaian, celana, tas kerja, sepatu dan termasuk ********** juga.


"Anna dengar kau tidak berhak masuk dan mengambil itu!" Bright menunjuk kearah segita bermuda berwarna coklat tua.


"Aku hanya ingin meringankan tugas suamiku di rumah ini, ya sudah aku akan keluar karena tugasku sudah selesai! Anna segera beranjak dari ranjang itu, namun kembali menoleh kearah Bright.


"Ngomong-ngomong segitiga Bermuda itu ukurannya besar, apa memang punyamu sebesar itu Bright? Sayang pada malam itu aku terlalu takut untuk memperhatikannya!" goda Anna.


Membuat darah diotak Bright mendidih pagi-pagi.


Anna menunggu Bright di meja makan untuk sarapan bersama, namun saat turun dari lantai atas Bright langsung pergi ke depan rumah, membuat Anna mu tidak mau kembali mengejarnya.


"Bright tunggu dulu, kau sarapan dulu aku sudah siapkan!" Anna meraih lengan Bright.


"Anna jangan sentuh aku! Apa kau tidak paham bahasa manusia Anna? Aku tidak pernah menyukai mu Anna,"


Anna pun melepaskan lengan Bright, tak kaget memang dengan sikap ketus dan jutek Bright karena selama ini begitulah Bright bersikap pada Anna. Bright langsung naik ke dalam mobilnya, meninggalkan Anna begitu saja padahal dia dan Anna bekerja di rumah sakit yang sama, Bright sama sekali tidak memikirkan bagaimana nanti Anna berangkat ke rumah sakit dari rumahnya.


Bright tiba di rumah sakit, sementara Anna sarapan terlebih dahulu lalu bersiap untuk pergi bekerja! Anna harus memesan tadi online terlebih dahulu karena Bright meninggalkannya begitu saja. Meskipun Bright bersikap cuek terhadapnya, tapi itu tak pernah membuat Anna menyerah untuk mendapatkan cinta dari Bright.


Siang harinya, seperti biasa Anna membelikan makan siang untuk diberikan kepada Bright, dan suster Delma pun kebetulan lewat.


"Sus, ini biasa tolong berikan ya!"


"Dokter Anna kan sudah menikah dengan Dokter Bright, harusnya Dokter sendiri dong yang berikan pada orangnya langsung!" goda suster Delma.


Memang meskipun mendadak tapi semua orang di rumah sakit sudah mengetahui pernikahan keduanya! Mereka juga menganggap Anna dan Bright pasangan yang serasi.

__ADS_1


"Sudah jangan malu-malu Dok, tuh tinggal satu pasien lagi setelah itu sebentar lagi juga Dokter Bright akan break untuk makan siang!" kata Suster Delma.


Anna pun malu-malu dihadapan suster Delma, dia lalu berjalan untuk menuju ruang praktek Bright, karena penasaran Bright yang tengah memeriksa pasien terakhirnya, Anna pun mengintip dari kaca yang terdapat di pintu.


Kedua mata Anna langsung melotot saat melihat ternyata Bright tengah memeriksa Jennie dengan stetoskop! Bahkan dengan kegilaannya Jennie meliuk-liukkan tubuhnya dihadapan Bright yang tengah serius memeriksa keadaan Jennie.


Bahkan yang lebih gila lagi, Jennie berani menyentuh pipi Bright dengan tangannya membuat Anna bergegas pergi dari sana karena tak ingin melihat lebih lagi aksi keduanya.


"Jennie, tolong jangan menyentuhku!" Bright menurunkan tangan Jennie dari pipinya.


"Tapi kenapa Bright, bukankah kau menyukaiku?" Jennie terlihat kecewa.


"Memang aku menyukai mu, tapi sekarang aku sudah menikah dengan Anna, kita tidak bisa lagi seperti dulu!"


"Kau bisa menceraikan Anna lalu menikah denganku Bright, sekarang aku merasa cemburu melihat mu menjadi suami Anna!"


"Aku sudah selesai memeriksa mu, ini aku buatkan resep tubuhmu lemah karena kau tidur tidak teratur, perhatikan juga konsumsi buah dan sayurnya!" Bright memberikan resep obat pada Jennie.


Jennie yang kecewa karena sikap Bright kini berubah, segera pergi meninggalkan ruang praktek Bright.


Hahh...


Bright menghembuskan nafas panjangnya.


"Maaf Jen, aku memang masih sangat menyukaimu hingga detik ini tapi aku sudah menjadi suami Anna, kita tidak mungkin bersatu!"


Jennie keluar dari rumah sakit sambil menggerutu sepanjang langkah kakinya karena Bright berani menolak sentuhannya!


"Jennie tunggu!"


Langkah kaki Jennie terhenti saat ada seseorang yang memanggilnya.


"Kau, mau apalagi kau memanggilku hah? Belum cukup puaskan?"


Jennie bertolak pinggang bak seorang model hendak berjalan di sebuah catwalk yang ditonton ribuan orang.


♥️♥️♥️


Haduhh Jen, tubuh kamu meliuk-liuk begitu gatel panuan atau kurap si? Sini maak author garuk pake tutup botol sprite kebetulan othornya lagi aus nih 😅


Mending liat yang seger-seger dulu deh ah.

__ADS_1



__ADS_2