
Para pelayan bahkan tidak dapat berkata-kata karena mereka ditodongkan pistol!"
"Cepat jawab! Dimana Alan Limson?"
"Tu-tuan Lan dan Nyonya sedang berlibur bersama nona Anna dan Tuan muda Bright, me-mereka tidak ada disini, sungguh!"
Namun Ibu kandung Anna tidak langsung percaya begitu saja dengan jawaban para pelayan di rumah ini! Dua orang anak buahnya menyisir seisi rumah mewah ini demi mendapatkan Tuan Lan, mereka akhirnya kembali ke lantai bawah setelah lima lantai rumah ini sudah mereka cek dan tidak ada tanda-tanda Tuan Lan serta Larisha berada didalam rumah ini.
"Nyonya, kami sudah menyisir seluruh ruangan rumah ini hingga ke lantai lima, namun kami tidak menemukan mereka!"
"Brengsek!! Alan Limson, aku bersumpah akan menemukanmu!" Ibu kandung Anna berteriak.
Belum selesai kekesalannya di rumah ini karena tidak berhasil menemukan Tuan Lan, tiba-tiba handphone miliknya berdering!
Kring..
"Ada apa? Kau bodoh dan tolol, mengapa disaat sedang menyerang markas group Limson malah menghubungi ku hah?"
"Aa-ampun nyonya tapi rencana kita gagal, dan putramu," anak buah Ibunya Anna berhenti bicara.
"Rencana gagal? Putraku, ada apa dengannya? Rencanaku tidak mungkin gagal!" Ibu kandung Anna semakin berteriak frustasi setelah mendengar telepon itu, ia lantas membanting handphone miliknya ke tembok di rumah mewah itu.
Membuat para pelayan di rumah itu tidak mengerti ada apa sebenarnya, dan siapa wanita ini.
"Kita kembali ke markas!"
"Baik Nyonya!"
Ibu Anna, beserta para anak buahnya meninggalkan kediaman Tuan Lan setelah apa yang mereka cari tidak mereka dapatkan! Mereka memutuskan untuk kembali ke markas, dan setibanya di markas group brotherhood! Terdapat banyak mayat anak buah mereka yang kalah akibat serangan group Limson, dan diantara mayat-mayat itu, tubuh kakak laki-laki Anna sudah terkujur kaku.
"Tidak! Anakku, anakku kau tidak boleh mati, kenapa! Kenapa bisa jadi seperti ini?" Ibunya Anna menangis histeris sambil memeluk jenazah kakak laki-laki Anna yang ikut tewas karena serangan balik group Limson.
"Nyonya, sepertinya rencana kita sudah mereka ketahui! Itu sebabnya, mereka membuat jebakan untuk kita!"
"Anna, ini pasti ulahnya! Anna, dasar anak setan! Anak tidak tau diri! Anak tidak berguna!"
"Kami juga yakin ini pasti nona Anna yang membocorkan skema penyerangan kita malam ini Nyonya,"
__ADS_1
"Dasar anak sial! Anak bodoh, bisa-bisanya dia lebih memilih melindungi suami dan keluarga suaminya dibandingkan aku dan kakaknya sendiri! Anna, kau pikir kau akan bisa bebas begitu saja hah? Lihat Anna, aku akan membuat mu berpisah dari laki-laki sialan itu." Pekik Ibunya Anna.
"Nyonya apa kami perlu menjemput nona Anna sekarang juga?"
"Tidak! Aku sendiri yang akan datang menjemput Anna dan aku akan membawakan hadiah untuk keluarga Limson!"
Malam itu, adalah malam yang membuat Ibu kandung Anna menangis terus menerus, dia tidak rela putranya tewas akibat ulah group Limson, dan Anna yang sudah membantu mereka.
Berbeda dengan keadaan Ibu kandungnya yang penuh dengan kesedihan! Anna dan Bright justru memanen sebuah kebahagiaan setelah keduanya yakin bahwa, pernikahan mereka memang layak untuk terus dipertahankan! Anna dan Bright sudah mengakui perasaannya masing-masing, sehingga masalah kali ini hanyalah mengungkapkan identitas Anna pada kedua orangtuanya, diwaktu yang tepat.
Keesokan harinya!
Bright menggandeng Anna menuju mobil, karena masa bulan madu mereka sudah usai! Disana, Larisha dan Tuan Lan sudah berada didalam mobil.
"Sekarang gandengan terus nih!" ledek Larisha.
"Mom, jangan mulai!" Bright masuk kedalam mobil begitu juga dengan Anna yang duduk disampingnya! Mereka akan pergi menuju bandara dan kembali ke rumah Tuan Lan.
"Jadi, kapan kalian akan pindah saja? Dady tidak mau kau dan Anna terus menerus menetap di Jerman! Pindah sajalah Bright,"
"Tapi Bright, aku setuju dengan Dady! Aku ingin secepatnya kita pindah saja!"
"Tuh kan Bright, Anna saja sudah setuju! Turuti lah keinginan istrimu!" Larisha menimpali.
"Benar itu, kasihan Anna kalau nanti dia hamil lalu kalian masih di Jerman, kalau disini kan ada momy yang akan menjaganya!" saran Tuan Lan.
"Iya Dad, aku dan Anna akan pikirkan ini secepatnya!" supir mulai melajukan mobil yang akan mengantarkan keluarga itu ke bandara.
Sepanjang perjalanan pulang, didalam hati Anna sebenarnya ada rasa gelisah memikirkan nasib ibu dan kakaknya! Walau bagaimanapun perilaku mereka, tapi Anna tidak pernah berharap sesuatu yang buruk menimpa mereka.
"An, kenapa melamun?" Bright merasa khawatir karena raut wajah Anna seperti menyimpan banyak beban pikiran.
"Tidak ada Bright, aku hanya kelelahan saja!"
"Yasudah, nanti begitu sampai di rumah aku akan memijat tubuhmu agar mengurangi rasa lelah itu,"
"Yakin hanya pijat saja?"
__ADS_1
"Anna jangan memancing, nanti kau jerit-jerit lagu seperti semalam," Bright merangkul pundak Anna.
Larisha yang melihat Bright sudah luluh oleh Anna, imut merasa bahagia menyaksikan kebahagiaan pasangan suami istri baru itu.
Setelah melakukan perjalanan cukup panjang, akhirnya mereka tiba di kediaman mewah itu! Kedua security membukakan pintu gerbang dengan keadaan terlihat menahan sakit, karena luka tembak kemarin oleh ibunya Anna.
Kedatangan Tuan Lan dan yang lainnya langsung disambut oleh para pelayan yang tak sabar untuk menyampaikan berita yang terjadi di rumah ini.
"Dad, ini tumben sekali mereka semua menyambut kita di depan pintu!"
"Ada yang ingin kami sampaikan Nyonya!" supir menjawab.
Larisha dan yang lainnya pun semakin penasaran! Mereka turun dari mobil, dan langsung menghampiri para pelayan.
"Apa ada yang terjadi selama. Kami pergi?" tanya Larisha.
"Nyonya, seseorang menyerang tempat ini! Seorang wanita seusia Tuan Lan, dan beberapa anak buahnya!"
"Iya Tuan, Nyonya, kami tertembak!" kedua security menunjukkan perban dilengan dan perut mereka akibat luka tembak.
"Apa? Tapi siapa dad, kau kan sudah terlibat dengan bisnis hitam lagi? Kenapa masih saja ada yang melakukan ini?" Larisha langsung merasa khawatir jika selalu saja keluarganya diteror seperti ini.
"Mom tenang lah! Dady janji akan mencari tahu semua ini! Kita istirahat didalam ya!" Tuan Lan merangkul Larisha lalu membawanya masuk kedalam rumah karena Larisha terlihat sangat shock.
Sementara Anna yang mendengar penyerangan ini terjadi oleh seorang wanita seusia Tuan Lan, sudah mengetahui bahwa ini pasti ulah Ibunya! Begitu juga dengan Bright yang tau ini pasti ulah Ibunya Anna.
Anna sangat sedih mendengar penyerangan yang dilakukan oleh ibunya! Yang Anna sesali adalah, ibu dan kakaknya tidak pernah mau berdamai dengan masa lalu, mereka hanya mementingkan dendam yang akhirnya berbuntut panjang seperti ini.
"Anna, jangan dipikirkan! Kau sudah menyelamatkan nyawa Dady dan momy ku An, coba kau bayangkan jika mereka tetap di rumah ini kemarin? Pasti terjadi sesuatu pada Dady atau momy!"
Pak Dokter seger banget si abis honeymoon, jadi iri ini maak, pengen juga honeymoon 😃
♥️♥️♥️
Maaf ya maak othor kalau weekend up nya pelit dikit-dikit 😁 Besok baru up banyak lagi😊
__ADS_1