Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 48


__ADS_3

Tanpa terasa air mata menetes dipipi seorang Bright Limson saat menatap wajah Anna yang tengah tertidur pulas. Selama ini hanya kebencian yang Bright rasakan karena tidak mengetahui kenapa Anna menceraikannya.


Kini kebenaran itu sudah ia ketahui, rasa sesal didalam hati begitu besar pada Anna. Bright bersimpuh dihadapan Anna, betapa dia suami yang bodoh dan tidak bertanggungjawab membiarkan istrinya berada dalam bahaya saat itu.


"Maafkan aku sayang! Maafkan aku Anna!" lirih Bright.


Malam itu Bright tertidur dibawah sofa didekat tubuh Anna, hingga pagi harinya Bright membuka kedua kelopak matanya dan mendapati Anna tidak ada di sofa.


"Anna! Anna! Kau dimana?"


Bright mencari-cari Anna, hingga sebuah suara klakson terdengar didepan rumahnya.


Tit.


Bright buru-buru keluar dari dalam rumahnya, dan melihat Anna sudah berpakaian rapih dan cantik hari ini! Satu lagi pandangan mata Bright langsung menyoroti tajam sebuah mobil yang tidak asing baginya.


"James? Laki-laki sialan itu mau apa dia pagi-pagi begini datang ke rumahku?"


James keluar dari dalam mobil sambil tersenyum manis pada Anna, dan Anna pun membalas senyuman itu! James terlihat mengeluarkan buket bunga mawar merah dari dalam mobilnya dan diberikan buket bunga mawar yang indah itu pada Anna.


Bright langsung berlari kedepan halaman rumahnya untuk menghampiri Anna.


"Anna," dengan nafas tergopoh-gopoh.


"Dokter Bright kenapa berlarian begitu?" sapa James.


"Kau sedang apa di depan rumahku pagi-pagi begini?"


"Oh ini Dok, biasalah pasangan yang baru jadian kan memang sedang hangat-hangatnya harus sering bertemu," James menaikkan satu alisnya.


Anna hanya tersenyum mendengar jawab James, pikir Anna bagus jugalah dengan dia dekat dengan James tidak perlu lagi Aman berurusan dalam perasaan dengan Bright.


"Sayang, ayo masuk!" James merangkul pundak Anna.


"Tu-tunggu, kenapa kau tidak kaget Anna berada di rumahku?"


"Untuk apa aku kaget, Anna sudah menjelaskan kalau dia berhutang budi pada Dokter Bright karena sudah meminjamkan uang padanya, jadi Anna membantu mu beres-beres rumah kan?"


"Kau tau sedetail itu?"


"Loh Dokter Bright ini kaya engga pernah pacaran saja! Untuk mengawali sebuah hubungan memang diperlukan keterbukaan Dok, sayang Anna tidak mau aku melunasi hutangnya padamu!"

__ADS_1


"Dokter James, sebaiknya kita pergi dari sini sekarang!" sinis Anna.


"An-Anna tunggu!" Bright menahan satu lengan Anna.


James yang melihat tangan Anna dipegang oleh Bright, langsung menapak tangan Bright hingga Bright melepaskan tangan Anna.


"Tolong Dokter Bright jangan menyentuh Anna sembarangan begitu ya, ya meskipun kalian bersahabat tapi kan sekarang Anna kekasihku!"


"Tidak ada yang perlu dibicarakan Dokter Bright, semua kata-kata mu kemarin sudah cukup!"


Anna segera masuk kedalam mobil bersama dengan James mobil itu pun melaju meninggalkan halaman rumah Bright, membuat Bright mengoyak-ngoyak sendiri kepalanya.


"Sit, sial! Apa Anna benar-benar jatuh cinta pada James sampai dia mengabaikan aku? Aku bisa gila bila melihatnya dengan laki-laki lain begitu!" rengek Bright.


Bright belum sempat meminta maaf pada Anna karena Anna sepertinya sudah sangat kecewa dengan perkataan Bright kemarin.


Di rumah sakit, Anna bekerja seperti biasanya bahkan saat berjalan di lorong rumah sakit Anna berpapasan dengan Bright namun Anna tidak menoleh sama sekali.


"Anna mau sampai kapan kau menghindari ku, kita perlu bicara!"


"Aku sibuk!" Anna meneruskan langkah kakinya.


Bright hendak mengejar namun lagi-lagi James muncul dengan membawakan minuman yogurt untuk Anna.


"Terserah Dokter James saja!" jawab Anna kalem.


Pemandangan yang lagi-lagi membuat cemburu didalam hati Bright berkobar-kobar jika Bright adalah banteng mungkin James sudah diseruduknya.


"Ini minumlah yogurt ini karena ini baik dan sehat, meskipun kau Dokter yang teladan dan sibuk jangan lupakan kesehatan mu sendiri," James menyerahkan yogurt itu pada Anna.


"Terimakasih ya!" Anna menerimanya dengan sungkan namun karena melihat Bright masih memperhatikan Anna pun menerimanya dengan senyuman.


"Semangat ya kerjanya sayang!"


"Iya Dok, kau juga!"


"An sampai kapan kau akan kaku begitu memanggilku? Panggil saja aku James atau sayang,"


"Iya sayang, terimakasih ya!" Anna mengimutkan senyumnya.


Membuat Bright tidak tahan lagi dengan pemandangan dihadapannya, lalu pergi meninggalkan Anna dan James begitu saja.

__ADS_1


Huh..


Anna menarik nafas, saat James juga meninggalkannya untuk kembali bekerja!


"Malam sekali! Sampai kapan aku harus berpura-pura menerima cinta Dokter James, tapi dilihat-lihat dia seperti tidak sedang sakit mental seperti yang dikatakan oleh Ibunya?" Gumam Anna.


Anna memang tidak senang bersandiwara untuk menjadi kekasih James karena ancaman pemecatan, tapi dipikir-pikir lagi ada bagusnya juga James terus mengganggunya agar dia dan Bright tidak terlalu banyak berinteraksi.


Sore harinya Bright buru-buru pulang ke rumah dia berharap bisa berbicara dari hati ke hati dan meminta maaf pada Anna, tapi setibanya di rumah Bright tidak mendapati Anna didalam rumah ini.


"Kemana dia?" Bright mengeluarkan handphone dari saku celananya untuk menelpon Anna.


Namun telepon dari Bright justru dirijec oleh Anna, membuat kepala Bright mendidih kesal. Bright mondar mandir layaknya setrikaan di teras depan rumahnya! Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam.dan belum ada tanda-tanda Anna kembali.


Bright benar-benar frustasi hingga berpikir untuk mencari Anna keluar, Bright pun mengambil kunci mobilnya dan saat menuju mobil dilihatnya sebuah mobil terparkir didepan rumah Bright.


Bright segera menghampiri, dan benar saja firasat Bright mobil itu mobil yang sama dengan tadi pagi berhenti didepan rumahnya.


James turun dari mobil lalu segera membukakan pintu sebelahnya untuk memanjakan Anna turun dari mobil.


"Ka-kalian, habis darimana?"


"Kami habis dinner romantis Dokter Bright, lalu aku mengajak Anna nonton karena bioskop di desa ini cukup jauh jadi memakan perjalanan panjang, tapi kau senang kan Anna?"


"Iya aku senang terimakasih banyak ya James, kalau begitu aku masuk dulu!"


"Iya sayang, good night cantik! Dok, titip Anna ya!" James masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya.


Anna berlalu begitu saja dari hadapan Bright tanpa mempedulikan pria itu sudah menunggunya sejak tadi.


"Anna tunggu!"


"Apa lagi? Kau mau melontarkan kata-kata hinaan lagi padaku? Anggap saja semua hinaan itu benar dan aku akan menikah lagi dengan James, jadi jangan lagi bicara denganku!" Anna pergi dari hadapan Bright.


"Aku minta maaf Anna! Aku menyesali atas semua yang terjadi pada kita, aku minta maaf karena tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu, aku minta maaf sudah membiarkan mengalami masa sulit itu sendirian!"


Bright berjalan perlahan mendekati Anna, namun Anna menjauh rasanya sudah terlalu sakit hatinya.


"Aku sudah memaafkan mu,"


"Aku sudah mendengar penjelasan itu dari momy, penjelasan tentang kau yang dipaksa memilih!"

__ADS_1


♥️♥️♥️


Masih kuat baca kan?? Yu lanjut maak😁


__ADS_2