Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 45


__ADS_3

Jay berusaha menenangkan Bright disaat seperti ini Bright memang tanpa sadar mengeluarkan api cemburunya hanya saja dirinya terlalu gengsi untuk mengakui itu semua.


Sore itu Ibunya James belum mengizinkan rekan-rekan kerja putranya untuk pulang, karena Ibunya James sudah menyiapkan makan malam untuk mereka semua, James juga sudah mulai membaik dan mulai ceria kembali mengobrol dengan rekan-rekannya berkat Anna yang sudah mau membuka hatinya.


Meskipun itu hanya pura-pura tapi Anna sangat tidak nyaman dengan seperti ini, mau apa lagi daripada dia dipecat dari pekerjaannya itu akan menyengsarakan hidupnya lebih-lebih dari ini.


Anna duduk disamping James, sementara Bright duduk diujung meja sana! Tapi masih bisa dia lihat James yang terus menatap wajah cantik Anna.


"Cih, membuatku ingin melemparkan piring kewajahnya." Gumam Bright.


Jay terus menerus mendengar umpatan yang keluar dari mulut Bright, merasa tindakan Anna memang ada baiknya juga lama kelamaan Bright pasti tidak akan kuat memendam rasa cintanya pada Anna bila terus dipanas-panasi oleh James seperti itu


Jay yakin tidak lama lagi Bright akan mengakui perasaannya sendiri bahwa dia sebenarnya masih sangat mencintai Anna.


"Vale, bisakah kau menyuapi ku?"


"Wow," orang-orang disana bersorak mendukung tindakan James yang terus bermanja-manja dengan Anna.


Anna pun pasrah dan menyuapi James, sehingga rekan-rekan kerja yang menyaksikan keromantisan James dan Anna saling berbicara bahwa mereka serasi, membuat wajah Bright memerah seperti kepiting rebus karena menahan amarah dihatinya.


Selesai makan malam bersama, Anna dan yang lainnya berpamitan untuk pulang.


"Hati-hati ya Vale, lusa aku pasti sudah kembali ke rumah sakit!"


"Cie Dokter James, yang disuruh hati-hati cuma Dokter Vale aja nih? Kita engga?" goda salah seorang Dokter lainnya.


Hahaha.


"Tidak begitu maksudnya, kalian juga hati-hati dijalan dan terimakasih sudah mau menjenguk!"


Bright dan Anna masuk kedalam mobil, wajah Bright terlihat menahan kekesalan, sinis dan menakutkan membuat Anna tidak berani melirik terlalu lama. Mobil Bright melaju dengan kecepatan tinggi begitu keluar dari halaman rumah James.


Mungkin itu salah satu cara meluapkan kekesalannya atau kecemburuannya karena Anna memutuskan untuk membuka hatinya untuk orang lain.


Lain hal dengan Bright yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Jay yang sedang bersama dengan Katlyn didalam mobilnya melajukan mobilnya dengan santai.


Satu tangan Jay digenggam oleh Katlyn, kemudian ditengah jalanan yang sepi Jay yang terus mendapatkan godaan dari Katlyn segera menepikan mobilnya.


"Kok kita berhenti disini?"


"Kat, aku nyaman sekali denganku! Maukah kau menjadi bagian dari hidupku?"


"Maksudnya? Apa kau mau aku menjadi kekasihmu Jay?"

__ADS_1


"Iya, aku rasa aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu!"


"Iya aku mau Jay, aku juga jatuh cinta padamu!"


Jay menarik tengkuk leher Katlyn lalu menyatukan bibir keduanya hingga keduanya berciuman didalam mobil itu! Jay yang sudah terpancing oleh ga i rah, segera menurunkan ciumannya keleher Katlyn sambil kedua tangannya membuka kancing kemeja Katlyn satu persatu, namun Katlyn pun menahan ciuman dilehernya dan menahan kedua tangan Jay.


"Jay tahan, ini masih terlalu cepat!"


"Kau ragu padaku Kat?"


"Bukan begitu, aku minta waktu Jay aku masih takut,"


"Padahal aku akan akan melakukannya perlahan Kat, tapi jika memang ini terlalu terburu-buru baiklah aku mengerti dan aku akan menunggu sampai kau siap!"


"Terimakasih Jay, aku hanya ingin mengenal mu lebih dalam lagi setelah itu aku akan memberikannya untuk mu Jay, percayalah!"


"Iya aku percaya Kat, maaf ya sudah membuatmu tidak nyaman,"


"Tidak Jay, kau tidak pernah membuatku tidak nyaman, aku selalu nyaman denganmu!"


Obrolan keduanya berlanjut saat Katlyn yang menanyakan kenapa Bright pergi bersama dengan Anna.


"Oh itu, rumah mereka kan searah Kat, jadi Bright mengajak Anna untuk ikut dimobilnya!"


"Aku tidak menyangka orang sombong dan cuek seperti Dokter Bright mau mengajak Dokter Vale ikut dimobilnya!"


"Wah bisa-bisa Dokter Bright jatuh cinta tuh sama Dokter Vale,"


"Kenapa kau bisa seyakin itu?"


"Karena Dokter Vale itu cantik, dan baik sekali dia wanita sempurna mana ada laki-laki yang tidak menyukainya!"


"Ada,"


"Siapa?"


"Aku, karena aku hanya mencintai mu!"


"Ih gombal deh Jay," Katlyn tersipu malu.


Setibanya di rumah Bright, Anna keluar dari dalam mobil dilihatnya Bright masih terdiam seribu bahasa dengan nanar yang serius dan sedikit menyeramkan bagi Anna sampai Anna tidak berani bertanya apapun pada Bright.


Keduanya masuk kedalam rumah, dan Bright masih terdiam.

__ADS_1


"Kau mau mandi duluan atau aku dulu?"


Bright menjatuhkan tubuhnya diatas sofa namun belum mau berbicara dengan Anna, untuk sekedar menatap kearah Anna saja Bright enggan.


"Aku akan buatkan kopi hangat untukmu siapa tau pikiran mu jadi lebih rilex!"


Anna melangkah menuju dapur untuk membuatkan Bright kopi hangat, barulah setelah itu dia akan mandi.


"Kenapa si dia? Aku jadi serba salah kan kalau begini." Gumam Anna.


Dibukanya satu sachet kopi lalu dituangkan kedalam cangkir oleh Anna, setelah itu Anna menuangkan air panas dan mengaduk-aduk kopi didalam cangkir itu oleh sendok kecil, dirasa kopi hangat itu sudah siap Anna kemudian membawa secangkir kopi hangat itu lalu meletakkannya diatas meja ruang tamu tepatnya dihadapan Bright.


"Bright minumlah! Aku sekarang akan mandi dulu!"


Prang.


Belum sempat kaki Anna melangkah meninggalkan meja di ruangan tamu itu, cangkir yang berisi kopi hangat itu sudah tergeletak dilantai. Bright melemparkan cangkir itu ke lantai hingga pecah dan kopi hangat itu tercecer dilantai.


"Bright, kau kenapa si? Kenapa harus memecahkan cangkir segala?" Anna segera memunguti pecahan cangkir di lantai.


"Kau sangat murahan Anna!"


Sejak tadi mulutnya diam seribu bahasa kini sekalinya berucap langsung membangkitkan emosi Anna yang sudah tertahan selama ini. Anna melemparkan kembali pecahan cangkir itu ke lantai padahal tadi sudah dia kumpulkan ditelapak tangannya.


"Tutup mulutmu itu Bright, ucapan mu sangat melukai hatiku! Tuduhan mu sangat tidak berdasar!"


Anna sudah menaikkan nada bicaranya beberapa oktav! Bright kemudian menghampiri Anna dan langsung menarik tangan Anna.


"Bright apa yang kau lakukan! Bright lepaskan tanganku!"


Namun Bright terus menarik tangan Anna membawa Anna menuju kamarnya.


"Bright jangan sampai aku melukai mu!" ancam Anna.


Anna berhasil melepaskan cengkraman tangan Bright lalu mendorong tubuh Bright ke tembok, Anna tidak lagi bisa bersabar dan akhirnya mengeluarkan kepiawaiannya dalam bertarung.


Bisa saja Anna membanting tubuh laki-laki yang terus membuatnya terluka ini, tapi menatap wajah tampan Bright selalu saja melemahkan emosi Anna dan membuat emosi Anna mereda saat memandangi wajah tampan mantan suaminya itu.


Bright menarik pinggul Anna dengan satu tangannya hingga mengikis jarak antara tubuhnya dan tubuh Anna.



♥️♥️♥️

__ADS_1


Maak bikin ceritanya agak slowly ya! Engga bisa jedag jedug di novel ini karena emang feel-nya dapet banget kalau dibikin slow begini.


Like ya jangan lupa ya!!


__ADS_2