Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Season 2


__ADS_3

Anna pun menggendong Darrel namun sepasang matanya masih terus menatap kehadiran kedua orang dihadapannya, yang tidak lain itu adalah mertuanya sendiri. Rasanya dunia seperti berhenti berputar saat ini, suasana yang begitu mendadak dan pertemuan yang tanpa disengaja membuat Anna maupun Larisha dan Tuan Lan tidak tau harus bersikap bagaimana.


"Mereka adalah orangtua dari suamiku, aku harus menyapa terlebih dahulu!" Anna pun mulai menyiapkan hati dan mentalnya agar bisa menyapa Tuan Lan dan Larisha.


Namun belum sempat Anna melangkahkan kedua kakinya, Tuan Lan dan Larisha melangkah terlebih dahulu kearah Anna.


"Apa itu anak kalian?" suara berat khas dari mantan ketua mafia menanyakan hal yang membuatnya penasaran sejak tadi.


"Iya Dad, ini Darrel usainya 2 tahun 2 bulan," Anna mulai memberanikan diri memasang senyuman pada mertuanya.


"Tolong sampaikan padanya, kami kesini hanya untuk mengurus perusahaan yang ditinggalkan oleh anak kami Nick, bukan maksud ingin menemuinya!" bernada penuh kekecewaan.


"Dan sampaikan padanya jika kami mati, dia juga tidak perlu datang!" Larisha menimpali kedua pelupuk matanya sudah membendung bulir bening yang sejak tadi dia tahan.


Rasanya seperti tersambar petir mendapatkan perkataan-perkataan seperti ini dari kedua mertuanya, padahal Anna berharap pertemuan ini membuat keadaan diantara Bright dan orangtuanya bisa membaik, namun harapan Anna pun musnah karena ternyata Tuan Lan dan Larisha seperti masih dalam keadaan kecewa.


Tuan Lan merangkul pundak Larisha dan membalikkan badannya, mereka melangkah pergi dari hadapan Anna dan Darrel yang sejak tadi anteng dalam gendongan Anna. Melihat Larisha dan Tuan Lan pergi, Anna sangat ingin berlari dan berkata maaf karena membuat seorang anak terpisah dari orangtuanya, tapi apalah daya jangankan untuk berbicara kepada Tuan Lab dan Larisha melihat mereka saja Anna sulit bernafas.


"Oh Tuhan, aku tidak mau memisahkan seorang anak dari Ayah dan Ibunya sendiri, apa yang harus aku lakukan?"


Hah...


Diturunkannya Darrel lalu diambilnya kembali paper bag-paper bag yang tadi sempat Anna jatuhkan, Darrel pun ikut memunguti barang belanjaan Anna.


"Ni mom!" diberikannya satu paper bag itu pada Anna oleh tangan kecil Darrel.


"Terimakasih nak, maafin momy sayang! Seharusnya kau mendapatkan kasih sayang dari Oma dan opa tapi karena kesalahan momy kau harus lahir tanpa kasih sayang mereka," Anna mengelus wajah tampan anaknya yang belum mengerti apa-apa.


Sementara Larisha dan Tuan Lan memutuskan untuk berhenti berjalan terlebih dahulu. Larisha memukul-mukul dadanya sendiri, dan air matanya tumpah ruah mengalir deras.


"Mom sudahlah jangan terlalu dipikirkan,"

__ADS_1


"Bagaimana aku tidak terlalu memikirkan dad? Bright memiliki anak, kita memiliki cucu dari Bright tapi kau ingat selama ini? Bahkan Bright tidak berusaha kembali menemui kita dad, bahkan sekedar memberitahu bahwa anaknya lahir pun tidak!"


"Iya mom, harus bagaimana lagi Bright sudah hidup dengan pilihannya! Padahal Dady sangat khawatir suatu hari nanti Anna akan kembali membangun group brotherhood dan anak serta cucu kita bisa celaka karenanya!"


"Anna sudah membuat Bright menjauh dari kita Dad, sekarang aku seperti kehilangan satu orang anak yang sudah susah payah aku lahirkan dan aku besarkan sepenuh hati, rasanya sakit dad! Aku ini ibunya,"


Kepala Larisha jatuh kedalam pelukan Tuan Lan, menangis dan kecewa karena Bright tidak berusaha menemuinya dan kecewa karena bahkan mereka tidak mengetahui saat Darrel lahir ke dunia ini.


"Kita pulang sekarang, kau sepertinya perlu istirahat mom!"


Tuan Lan dan Larisha pun meninggalkan mall tersebut sementara Anna dan Darrel menunggu Bright menjemput mereka karena Bright memang tadi yang mengantarkan anak serta istrinya ke mall namun tidak bisa ikut menemani belanja karena harus ke rumah sakit sebentar untuk beberapa urusan.


Bright dan Anna memang telah pindah dari Desa kembali ke kota di Jerman ini, bekerja kembali di rumah sakit besar dan meninggalkan rumah sakit kecil di desa itu, sehingga Nick terpaksa menempatkan orang lain untuk mengurusnya.


Saat Nick membujuk Bright untuk pulang menemui Larisha pun, Bright selalu menolaknya karena tidak ingin Anna kembali terluka oleh sikap kedua orangtuanya. Bahkan demi menghindari Domanick yang terus membujuknya dengan berbagai alasan Bright mengajak Anna pindah rumah dan memulai hidup baru di pusat kota.


"Dady!" teriak Darrel sambil loncat-loncat kegirangan saat melihat Bright sudah datang menjemput.


"Iya, dady dali na?" (Dady dari mana?).


"Kerja dong nak, biar jagoan Dady bisa belanja sama momynya yang cantik, tapi Rell tau engga itu wajah momy kenapa sedih begitu?"


Darrel pun geleng-geleng kepalanya sambil menatap wajah Anna.


"Sayang kau kenapa? Apa ada orang yang jahat terhadap mu?"


"Bright, aku dan Darrel baru saja bertemu dengan momy dan Dady mu!"


"Momy dan Dady Lan? Mereka ada disini?" Bright langsung melihat kesemua arah untuk menemukan kedua orangtuanya.


"Mereka sudah pergi!"

__ADS_1


"Apa mereka kembali melukai perasaan mu Anna?"


"Tidak Bright, momy dan Dady bilang mereka senang bertemu denganku dan Darrel cucu mereka,"


"Kau pasti bohong!"


"Bright, kita tidak bisa terus menerus menghindari mereka kita harus berusaha mendekatkan diri kepada momy dan Dady Lan,"


"Apa kau tidak ingat Anna, mereka tidak ingin aku kembali padamu mereka ingin aku hidup dengan wanita bernama Tessa, berkali-kali Nick menemuiku dan mengatakan hal yang diinginkan oleh momy,"


Bright sebenarnya gelisah dan ingin sekali bertemu kedua orangtuanya apalagi mengetahui mereka ada di negara ini.


"Itu karena aku sebagai menantu kurang bisa mendekatkan diri dan kurang bisa meyakinkan mereka Bright, kita harus mulai sedikit demi sedikit meraih hati momy dan Dady Lan, aku tidak mau kau menjauhi orangtuamu sendiri karena aku!"


"Anna, aku perlu waktu untuk berpikir!"


"Ayolah Bright kita harus menemui mereka secepatnya!"


"Puyang!" Puyang!" (Pulang! Pulang!).


Darrel sudah rewel dan meminta untuk pulang karena sudah sangat lama dia dan Anna berkeliling dan belanja di mall ini.


"Anna nanti kita bicarakan lagi di rumah!"


Karena Darrel sudah mulai rewel dan tidak lagi betah didalam mall, Bright dan Anna pun memutuskan untuk pulang padahal niat Bright ingin makan dulu didalam mall ini, namun Darrel biasanya akan mudah tantrum jika sudah merasa bosan dan capek.


Setibanya di rumah mereka yang cukup mewah, Bright dan Anna turun dari mobil, Darrel pun sudah tertidur semenjak tadi dijalan pulang dalam dekapan Anna.


"Lihat, dia mirip sekali seperti aku kecil dulu tampan, lucu, dan gemas sekali!" Bright mengikuti langkah kaki Anna masuk kedalam rumah sambil memandangi wajah putranya.


"Bukankah barusan kau sedang memuji dirimu sendiri Bright?"

__ADS_1


__ADS_2