
Bright terus menatap wajah Anna yang terlihat kurang nyaman duduk didekatnya.
"Kau tidak nyaman aku duduk didekat mu?"
"Iya memang gak nyaman!"
"Yasudah aku pergi ya!" Bright bangkit berdiri dari bangku lantas pergi membiarkan Anna sendiri.
Pelipis mata Anna melihat laki-laki itu sudah pergi dari sisinya.
Huh...
Sore harinya James sudah standby menunggu Anna selesai dengan pasien terakhirnya hari ini! James sangat bersemangat karena akan pergi double date dengan Jay dan Katlyn, tak lama berselang Katlyn dan Jay menghampiri James yang sedang berada di depan ruangan Anna.
"Dokter James, Anna belum selesai juga?"
"Belum sebentar lagi, kita tunggu dulu!" James melihat Katlyn menggandeng mesra Jay.
"Kenapa Dok, liat-liat begitu iri ya pengen digandeng juga? Truk aja gandengan, masa Dokter James sama Anna engga,"
Ckckck..
"Sayang engga boleh gitu ih!" Jay mencubit hidung Katlyn.
"Sayang? Kalian juga sudah jadian memang?"
"Iya dong, malah kita mau menikah iya kan Jay?"
"Ah? Apa?"
"Ih ga fokus gitu ditanya ah ah ah auh,"
Belum selesai obrolan Katlyn, Jay dan James! Anna keluar karena baru saja selesai dengan pasien terakhirnya.
"Maaf ya nunggu lama,"
__ADS_1
"Engga apa-apa dong An, seribu tahun juga aku pasti akan tetap menunggu mu,"
Anna setengah tersenyum, rasanya malam sekali sore ini harus pergi dengan James. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan James, dia laki-laki yang baik dan perhatian tapi emang dasarnya Anna justru tidak suka dengan yang datar-datar saja, karena Anna menyukai sebuah tantangan termasuk dalam hal memilih pasangan Anna lebih suka yang menantang, cuek, dingin, atau engga bad boy gitu ya seperti Bright contohnya.
(Eh dasar wanita zaman now, dikasih cowok yang baik mintanya yang bad boy dan cuek, nanti giliran kecewa bilangnya semua cowok sama aja, ckckck)
Lanjut..
Sore itu mereka pergi menggunakan dua mobil, Jay dengan Katlyn dan James dengan Anna mobil mereka jalan beriringan menikmati sejuknya angin sore menuju sebuah cafe kecil yang jaraknya lumayan dekat dari rumah sakit.
Cafe itu terdapat arena bermain anak-anak juga sehingga Anna sering sekali pergi ke cafe ini, baginya bisa bersantai sambil meneguk secangkir kopi dan memandangi anak-anak yang sedang bermain memiliki kebahagiaan tersendiri, Anna sangat merindukan calon anaknya rasanya sakit sekali karena sebagai seorang ibu Anna telah gagal menjaganya lahir ke dunia.
"Dokter Anna, kita ke toilet dulu yu Dok!"
"Katlyn, ini udah bukan jam kerja,"
"Eh ia sorry An, secinta itu sama rumah sakit jadi berasa masih di sana,"
Anna dan Katlyn pergi ke toilet sementara Jay dan James menunggu di meja yang terletak diujung sebelah kanan sambil memesankan menu untuk para kekasihnya itu.
"Hmm,"
"Aneh deh, menurut ku James itu engga kelihatan seperti sakit mental dia beneran melakukan terapi engga si?"
"Nah iya Kat, sebenarnya aku juga curiga dia bohong!"
"Ih ya sudah An, jangan kasih dia kesempatan untuk deket terus males banget sama cowok yang hobi bohong,"
"Ye kan belum terbukti dia bohong, kayanya aku perlu menyelidiki kalau terbukti James bohong hanya demi bisa jalin kedekatan sama aku, ya aku engga mau lah,"
Setelag dari toilet Katlyn dan Anna kembali ke meja, obrolan sore itu biasa-biasa saja dan terasa membosankan bagi Anna maupun Katlyn.
"An, aku sama Jay ke sana dulu ya!"
"Iya, jangan lama-lama ya!"
__ADS_1
"Oke!" Katlyn dan Jay memilih berjalan-jalan didekat tempat bermain anak-anak karena bosan terus duduk.
Jay pun menggenggam erat tangan Katlyn.
"Kau suka anak-anak ya Kat?"
"Hah? Tidak kok, aku tidak terlalu menyukai anak-anak yang suka dengan anak-anak itu ya Dokter Anna,"
"Oh gitu, pantas dia minta kita nongkrong di cafe ini,"
"Iya, mungkin Dokter Anna bisa mengobati kesedihannya kehilangan calon anaknya dengan melihat anak-anak itu bermain!"
Mendengar hal itu langkah kaki Jay langsung terhenti.
"Anna kehilangan anak?"
"Eh ya ampun ini mulut, keceplosan lagi!" menutupi mulutnya dengan satu tangan.
"Kat, anak siapa?"
"Aduh gimana ya, panjang deh ceritanya!"
"Coba ceritakan!"
"Se-sebenarnya temanmu itu mantan suami Anna apa kau tau?"
"Iya sebenarnya aku sudah tau, memang aku diminta oleh Bright mencari keberadaan Anna makanya kami pindah kesini,"
"Loh, kau sudah tau kenapa aku tidak diberitahu?"
"Sudahlah itu tidak terlalu penting sekarang, sekarang katakan apa yang tadi kau bilang!"
"Aduh Jay, tadi itu aku keceplosan nanti kalau aku ceritakan Anna pasti marah karena dia bilang tidak perlu bilang sama Bright,"
"Katlyn ini masalah serius, Bright berhak tau,"
__ADS_1
Katlyn yang sudah merasa terus disudutkan oleh Jay akhirnya mau tidak mau menceritakan tentang peristiwa keguguran saat Anna baru datang ke Desa ini.