Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 24


__ADS_3

Anna dan Bright masih terus saling berpagutan, sementara dibawah sana Bright sudah bersiap untuk menekan timun import miliknya kedalam lubang donat yang pernah sekali ia datangi itu.


Ditekannya timun import milik Bright itu, hingga Anna melepaskan ciumannya karena masih merasakan sakit saat sesuatu dibawah sana kembali menerobos donat miliknya.


"Ah Bright, oughttt,"


"Anna sudah masuk An, ah sempit sekali An,"


Untuk pertama kalinya Bright merasakan donat dengan keadaan sadar sehingga sangat terasa bagaimana timun itu mendapatkan sambutan baik didalam sana, merekat dan sempit itulah yang Bright rasakan. Andai dulu saat menodai Anna Bright melakukannya dengan keadaan sadar, rasanya pasti sama seperti saat ini.


"Bright kau menyukainya sayang?"


"Iya An, aku menyukainya sayang! Ahhh, stt,"


Bright mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur secara perlahan membuat Anna menyembunyikan wajahnya kedalam bantal, karena malu pada Bright bila raut wajahnya menunjukkan wajah penuh kenikmatan.


"Anna, aku melihat wajah mu! Ahh, Anna perlihatkan wajahmu,"


"Ah, ahhh Bright ahhh, ini enak sekali Bright," Anna terus men d e sah saat Bright terus maju mundurkan pinggulnya dibawah sana.


Bright pun berhenti bergerak, dan memandangi wajah Anna yang masih sembunyi dibalik bantal. Anna yang merasakan kenikmatannya terhenti, segera mengeluarkan wajahnya yang tadi sempat dia sembunyikan.


"Bright kenapa berhenti?"


"Kalau kau kenikmatan yang aku berikan seperti tadi, jangan sembunyikan wajahmu An!"


"Bright aku malu!"


Deru nafas keduanya masih tidak beraturan, namun wajah Bright sangat terlihat tampan saat ini.


"Bright lakukan lagi!" rengek Anna.


"Aku akan melakukannya lagi dan lebih nikmat lagi, tapi aku ingin melihat wajahmu Anna!"


Anna pun tersenyum lalu mencubit perut Bright.


"Aw, sakit An,"


"Kau juga membuatku sakit barusan!" Anna tersenyum.


Bright pun segera melu mat bibir Anna, dan langsung memaju mundurkan pinggulnya dengan sangat cepat membuat Anna melepas ciuman yang dilakukan oleh Bright.


"Ah, Bright oh my God ahhh aku menikmatinya Bright, ah,"


Anna sangat seksi dengan wajah yang sudah diselimuti oleh bir a hi seperti saat ini, membuat Bright menyukai wajahnya saat seperti ini, Anna tak lagi menyembunyikan wajahnya dibalik bantal karena tak ingin Bright kembali menghentikan kenikmatannya seperti tadi.


Anna mele nguh, men de sah, dan meng e rang penuh nikmat dengan wajah seksinya dihadapan Bright. Bright semakin gemas sampai dia menggerakkan pinggulnya dengan kecepatan tinggi, membuat ranjang di penginapan itu sedikit ikut bergerak saking cepatnya gerakan pinggul Bright.

__ADS_1


"Oh my God Bright, ahhh, ahhh, ahhh,"


Anna gelisah dan kedua tangannya terus meronta-ronta, mencengkram sprei lalu mencengkram dadaa Bright lalu mencengkram pundak Bright. Sementara Bright masih betah dan menyukai melihat Anna gelisah seperti ini.


Bright terus menatap wajah Anna sambil terus menghentakkan timun importnya pada donat itu.


"Ah Anna, kau nikmat sekali An ahh Anna,"


Bright juga tak kalah gelisah dari Anna, dia terus men de sah sepanjang gerakan pinggulnya, dan setelah hampir satu jam Bright menghantam donat milik Anna, Bright merasakan sesuatu dibawah sana mulai berkedut, begitu juga dengan Anna yang merasakan hal yang sama.


Tubuh Anna bergetar hebat sementara Bright terus menggerakkan pinggulnya.


"Bright a-aku, aku ingin,"


"Tunggu Anna, aku ingin kau mengeluarkannya bersamaku!"


"Bright aku tak tahan lagi, Ahhhh,"


"An, Anna aku,,"


Bright meng e rang saat miliknya berhasil menyemburkan lahar putih didalam Dinah Anna, begitu juga dengan Anna! Tubuhnya bergetar hebat saat miliknya juga meledak bersamaan dengan Bright.


Bright menjatuhkan tubuhnya disamping Anna, deru nafas keduanya masih tak beraturan. Bright dan Anna masih sama-sama menikmati sisa-sisa dari permainan keduanya.


"Kau dingin An? Mau aku pakaikan selimut?"


"Tidak Bright,, aku masih gerah!" Anna tidak menatap wajah Bright.


"Anna, aku sedang berbicara padamu! Kenapa tidak menatapku?"


"Untuk apa aku menatapmu!"


"Tatap aku An, aku masih ingin melihat wajah cantikmu yang seksi itu!" Bright tidur menyamping menghadap Anna.


"Ish, masih belum puas juga?"


"Belumlah, tadi sangat nikmat sekali!"


"Yasudah puas-puaskan, karena nanti jika kau menceraikan aku kau tidak akan mendapatkan hal seperti tadi dariku!"


Bright pun menarik tubuh Anna kedalam dekapannya! Membuat Anna akhirnya menatap wajah tampan Bright.


"Memang siapa yang bilang akan menceraikan mu? Kau selalu mengatakan hal itu!"


"Memang benar kan?"


"Anna, aku akan bicara pada Dady dan momy tentang identitas mu tang sesungguhnya, bersabarlah ini memerlukan waktu yang tepat!"

__ADS_1


"Kenapa repot mengatakan pada momy dan Dady Lan? Kenapa tidak menjauh saja dariku dari sekarang?"


Bright pun meriah tulang pipi Anna, lalu mencium bibirnya dan menggigitnya dengan kasar.


"Emm, sakit Bright!"


"Kau ini, apa kau tidak sadar kenapa aku mencari waktu yang tepat untuk bicara pada momy dan dadyku karena apa?"


"Memang karena apa?" Anna serius menatap wajah Bright.


"Aku mencintaimu Anna,"


Wajah Anna langsung berseri-seri saat Bright untuk pertama kalinya, setelah belasan tahun lamanya Anna mendekati Bright, dan belasan tahun juga Bright selalu menolaknya mentah-mentah, kini dihadapannya Bright mengatakan kata-kata cinta itu. Kata-kata yang mungkin bagi setiap wanita diluar sana sering mereka jumpai, tapi tidak dengan Anna. Karena untuk pertama kalinya, Bright mengatakan itu.


"Bright apa kupingku harus diperiksa ya? Aku seperti salah dengar!"


"Tidak kau tidak salah dengar Anna! Aku memang sudah jatuh cinta padamu, aku mencintaimu Anna, aku mencintaimu!"


Anna pun menyambar bibir Bright lalu kedua matanya menitihkan air mata bahagia.


"Hei nona Valerie, jangan menangis! Aku tidak suka dengan wajahmu yang menangis seperti ini!" Bright menghapus air mata dipipi Anna.


"Aku bahagia Bright, terimakasih kau telah mencintaiku! Terimakasih Bright, impianku terkabul hari ini!"


"Anna, aku berjanji akan memperjuangkan hubungan kita! Pernikahan ini, akan aku terus perjuangkan,"


"Tapi bagaimana jika momy dan dady Lan meminta kita untuk berpisah?"


Hahhhh...


Bright menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya.


"Aku akan memilihmu!" Bright menatap serius wajah Anna.


"Apa Bright?"


"Aku akan memilihmu Anna, jika momy dan Dady memberikan pilihan itu! Aku akan memilih istriku,"


Anna sebenarnya sangat bahagia saat Bright mengatakan akan lebih memilihnya, tapi Anna juga bersedih karena itu berarti Bright akan menentang orangtuanya sendiri dan menjadi anak durhaka! Saat Anna masih termenung didalam dekapan Bright, Bright melepaskan tubuh Anna dan beranjak dari atas ranjang.


"Kau mau kemana Bright?"


"Mau ambil minum untuk minum obat!"



♥️♥️♥️

__ADS_1


Waduh itu si timun mau minum obat apa maak? Emang sakit apa ya maak😀😀😀husss awas jangan kasih tau Anna ya, Anna pasti bingung mendadak suaminya mau minum obat😅


__ADS_2