
Sore itu Bright dan Anna pulang bersama keduanya memutuskan untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk mereka bawa pulang ke negara asal mereka dan memberikannya pada Tuan Lan dan Larisha.
Jantung Anna dag dig dug tidak karuan sebentar lagi dia akan kembali bertemu dengan Larisha dan Tuan Lan yang entahlah apakah kedua mertuanya itu masih kecewa atas ketidakjujuran Anna dulu, atau keduanya akan dengan senang hati bahagia menerima Anna kembali sebagai menantu mereka.
Keduanya tiba di toko yang menyediakan makanan khas dari desa ini, Anna dan Bright pun turun dari mobil untuk berbelanja.
"Bright apa kau sudah memberitahu kalau aku ikut juga?"
"Belum Anna aku akan memberikan kejutan untuk momy dan Dady!"
"Bright kalau tiba-tiba aku muncul begitu dihadapan momy dan Dady mu apa itu tidak menimbulkan kecanggungan? Beritahu saja dari sekarang!"
"Tidak Anna, momy dan Dady justru akan senang melihat mu kembali ke rumah mereka! Biarkan ini jadi kejutan untuk momy dan Dady!"
"Aku hanya khawatir kehadiran ku tidak mereka harapkan,"
"Aku yakin kehadiran mu adalah hal yang dinantikan oleh mereka, jadi kau jangan terlalu gugup,"
Sore itu juga Katlyn buru-buru meninggalkan rumah sakit karena takut berpapasan dengan Jay, pria yang sangat menyebalkan saat ini menurut Katlyn. Niat hati ingin menghindari Jay, ternyata orang yang dihindarinya justru sedang anteng bersandar dibody depan mobil Katlyn.
Katlyn tidak peduli dengan kehadiran Jay dan langsung menyalakan mobil!"
"Kat, ayolah aku minta maaf!" Jay menghalangi Katlyn yang ingin segera membuka pintu mobilnya.
"Minggir Jay semuanya sudah berakhir kan!"
"Kat tadi itu kita sama-sama sedang emosi! Ini lihatlah!" Jay memberikan kartu nama pemilik butik untuk gaun di acara pertunangan yang sudah keduanya rencanakan.
Hati Katlyn mulai mencair saat Jay memberikan kartu nama itu!
"Aku sudah mengatur waktu sore ini untuk kita bisa fitting disana, kau mau kan?"
"Jay, kau ini benar-benar membuat pikiranku kacau dasar!" Katlyn memukul dadaa Jay.
__ADS_1
"Kita pergi sekarang?"
"Baiklah, pakai mobilku saja!"
"Kebetulan aku sedang tidak bawa mobil!" Jay segera masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Katlyn mereka berdua menuju butik kecil yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit.
Malam harinya Jay baru saja tiba di rumahnya!"
"Darimana saja kau? Apa kau pikir tempat ini adalah hotel yang bisa bebas kau keluar masuk kapan pun itu?"
"Leya aku capek, tidak bisakah kau menyuruhku masuk atau membawakan tas kerjaku seperti istri normal lain?"
"Maksud mu aku tidak normal? Jay kau itu harus belajar tau diri, kau siapa dan aku siapa!"
"Iya aku sangat tau diri nona Leya yang terhormat, aku juga sangat berterimakasih karena kedua orangtua mu sudah sudi mengadopsi ku hingga aku menjadi seorang Dokter sekarang, tapi Leya aku ini juga seorang manusia,"
"Cih bahkan hidup anjing peliharaan ku pun jauh lebih berharga dari hidup mu Jay!"
"Lantas kau mau apa? Kau mau menceraikan aku dan anak ini hidup tanpa ayah? Kau mau jadi anj ing yang lupa dengan jasa tuannya?"
"Cukup Leya, jangan lagi sebut anak itu! Kalau kau bisa menjaga pergaulan kau tidak akan sampai hamil, dan aku yang diminta menikahi mu! Aku berhutang budi pada orangtuamu Leya, tapi aku lelah kau perbudak seperti ini!"
"Sudahlah tidak usah drama! Cepat buatkan aku susuu ibu hamil, dan siapkan juga buah-buahan dipotong kecil-kecil, ingat itu!"
Jay membanting tas kerjanya dengan penuh kekesalan! Segera dia pergi ke dapur untuk membuatkan Leya susuu ibu hamil dan juga buah-buahan, begitulah sikap Leya setiap hari sejak beberapa bulan lalu Jay menikahinya karena permohonan orangtuanya Leya yang merupakan orangtua angkat Jay sejak Jay masih kecil.
Jay tidak berani menolak karena kedua orangtua Leya sangat berjasa dalam hidup Jay, mereka memperlakukan Jay dengan sangat baik tapi tidak dengan Leya, anak semata wayang orangtua angkatnya itu bersikap arogan dan tidak pernah menganggap Jay sebagai manusia, karena dianggap laki-laki hina yang dipungut dari panti asuhan.
Leya hamil entah oleh siapa, dan tidak ada satupun laki-laki yang mau bertanggungjawab hingga akhirnya Jay diminta untuk menikahi Leya oleh orangtua angkatnya! Tapi sebagai seorang istri, Leya tidak pernah mau menjalankan tugasnya sebagai seorang istri, bahkan Jay saja tidak pernah mendapatkan nafkah batin sekalipun dari Leya.
Malam ini Anna mulai mengemasi beberapa pakaian yang akan dia bawa pulang bertemu dengan mertuanya, begitu juga dengan Bright yang sangat semangat untuk membawa pulang Anna agar hubungan keduanya tidak lagi terhalang oleh apapun termasuk kesalahpahaman yang pernah terjadi diantara mereka.
Akhirnya hari yang dinantikan oleh Bright dan Anna tiba, keduanya baru saja selesai melakukan perjalanan panjang untuk pulang ke negaranya ini.
__ADS_1
"Bright senang rasanya bisa kembali kesini!"
"Iya Anna, momy bilang dia mengirimkan supir untukku mana ya?"
Setelah menunggu beberapa menit Bright melihat supir pribadi Larisha menghampiri Anna dan Bright.
"Tuan muda, maaf menunggu lama!" sapa supir tersebut sambil melirik kearah Anna, mungkin supir pribadi Tuan Lan pun sedikit terkejut Bright pulang membawa mantan istrinya karena yang orang lain tau, Bright dan Anna sudah bercerai.
"Tidak apa! Bawakan koperku dan koper istriku!"
"Baik Tuan!" Meskipun tidak berbicara apapun tapi supir pribadi Larisha dibuat bingung oleh Bright yang membawa kembali mantan istrinya, sementara di rumah Larisha dan Tuan Lan sudah mempersiapkan semuanya hanya untuk Bright.
Setibanya di halaman rumah Tuan Lan dan Larisha! Bright dan Anna dibuat keheranan oleh ramainya situasi di depan rumah mewah itu, dalam hati Bright dan Anna tumben sekali banyak mobil terparkir dan orang-orang asing yang mereka tidak kenal berlalu-lalang di teras dan halaman rumah mewah itu.
"Ada apa kenapa ramai sekali di rumah?"
"Tuan sebaiknya menemui nyonya dan Tuan saja untuk mengetahuinya!" ujar supir pribadi Larisha.
"Yasudah, paling sedang diadakannya pesta kecil oleh momy dan Dady yang mengundang teman-teman mereka, ayo kita turun Anna!"
"Iya Bright,"
Bright pun menggandeng Anna, begitu masuk kedalam rumah terlihat orang-orang menatap sambil tersenyum kearah Bright.
"Itu dia, iya yang itu!" terdengar suara-suara obrolan dari orang-orang itu.
Bright dan Anna hanya tersenyum kembali tanpa bertanya kepada mereka yang sedang berkumpul didalam rumahnya. Ketika tiba di ruangan keluarga, Bright dan Anna melihat Tuan Lan dan Larisha bersama beberapa tamu asik mengobrol.
"Iya tidak menyangka Tessa ini cantik, kalem dan pintar ya Bu, Bright pasti akan mudah menerimanya sebagai pendamping hidup!"
"Benar itu, Tessa sangat cocok untuk Bright! Lagipula sudah terlalu lama anak kami itu hidup sendiri,!" timpal Tuan Lan.
Pembicaraan itu terdengar oleh Bright dan juga Anna, seketika raut wajah Anna yang semula penuh senyuman mendadak senyum itu tak lagi terlihat.
__ADS_1