
Pandangan wanita bernama Tessa pun berubah dari yang tadinya senyum sumringah menjadi keheranan melihat sosok laki-laki dan wanita yang hanya berdiri mematung saja tak jauh dari tempat dia duduk.
"Itu siapa Paman Lan?"
Tuan Lan dan Larisha serta orangtuanya Tessa pun melirik kearah Bright dan Anna. Larisha tercengang melihat anaknya kembali bersama dengan Anna yang merupakan mantan istrinya, karena Bright selalu bilang sudah mengurus perceraiannya dengan Anna pada Tuan Lan dan Larisha.
"Bright, Anna!" Larisha dan Tuan Lan menghampiri Bright dan Anna.
Sementara Bright tetap menggenggam erat tangan Anna dan Anna hanya mampu tertunduk dihadapan Larisha dan Tuan Lan.
"Mom, Dad, aku datang bersama dengan Anna!"
"Kenapa Bright? Bukankah kalian sudah bercerai?" tanya Larisha.
"Tidak mom, aku tidak pernah menandatangani surat cerai itu, karena itu sekarang aku membawa Anna kembali bersamaku!"
"Tapi Dady sudah mengadakan pertemuan ini untuk mu Bright!"
"Pertemuan apa? Pertemuan dengan perempuan yang akan kalian jodohkan denganku? Maaf Dad, jelas jawabanku adalah tidak!"
"Bright, boleh momy meminta bicara denganmu empat mata sebentar saja?"
"Bright sebaiknya aku tunggu diluar dulu, aku rasa memang kau harus lebih dulu bicarakan semuanya!"
"Tapi Anna, aku tidak mau kau diluar!"
"Dia tidak perlu keluar, Anna tunggulah di ruang tamu!" kata Tuan Lan.
"Aku akan mengantar Anna terlebih dahulu, aku harus memastikan dia duduk dengan nyaman di rumah orangtua suaminya,"
Bright merangkul pundak Anna, keduanya pergi menuju sofa di ruang tamu dimana ada beberapa sanak saudara dari pihak Tessa ataupun dari pihak Tuan Lan.
"Kau tunggulah disini, aku akan selesaikan ini dengan orangtuaku, Anna aku harap kau percaya padaku aku berjanji tidak akan membiarkan mu pergi lagi dari hidupku!"
"Aku tidak akan pernah pergi lagi Bright, aku akan selalu bersamamu mulai sekarang,"
Bright pun lega akhirnya Anna tidak lagi memiliki niat untuk pergi lagi dari hidupnya. Bright kembali menghampiri Tuan Lan dan Larisha di ruang keluarga.
"Bright, sini nak momy kenalkan dulu pada Tessa dia anak yang sopan sekali Bright, Tessa kenalkan ini Bright,"
"Hai Bright, senang bertemu denganmu!"
Tessa mengulurkan tangannya, dan Bright menyambut uluran tangan itu namun hanya sesaat. Setelah melepaskan salaman itu, Bright duduk didekat Tuan Lan.
__ADS_1
"Bright sapa itu orangtuanya Tessa, mereka rekan bisnis Dady!"
"Halo Om, Tante!"
"Dokter Bright kau tampan sekali persis seperti momy dan Dady mu!"
Hahahha..
Tuan Lan sangat bangga mendapatkan pujian itu dari calon besannya.
"Dad, ayo ikut denganku dan kita bicara tentang hubunganku dengan Anna!" bisik Bright.
"Bright apa kau tidak lihat, kita sedang kedatangan tamu!"
"Kalau begitu, aku akan kembali ke Jerman karena percuma saja aku hadir disini kalian lebih mementingkan tamu!"
"Bright apa kau tidak bisa menunggu dulu sebentar, setidaknya hargailah orangtua Tessa,"
"Tidak mom, aku akan pergi sekarang!"
"Oke! Oke, Dad ayo kita bicara bertiga sekarang!"
Akhirnya Tuan Lan dan Larisha terpaksa menyetujui Bright untuk bicara hanya bertiga saja.
"Kami mau bicara sebentar, tidak apa-apa kan ditinggal dulu?"
"Baiklah, silahkan kalian keliling rumah kami dulu, anggap saja rumah sendiri!"
Tuan Lan, Larisha dan Bright berbicara di ruangan kerja Tuan Lan.
"Dad apa-apaan ini? Kenapa kalian hendak menjodohkan aku dengan wanita lain?"
"Kau yang apa-apaan Bright, yang kamu tau kau sudah bercerai dari Anna dan sekarang untuk apa kau membawanya kembali?"
"Tenang dad, jangan terpancing emosi!"
"Aku belum resmi bercerai dengan Anna, dan sekarang aku sudah menemukan Anna kembali itu artinya tidak ada perjodohan untukku!"
"Bright, jangan lagi masuk kedalam lingkaran masalah, momy tidak mau kau dalam masalah lagu jika meneruskan hubungan mu dengan Anna!"
"Apa maksud momy Anna itu lingkaran masalah begitu?"
"Semua juga tau, dia saja mampu menutupi identitas aslinya dari kami, dan nanti kebohongan apa lagi yang akan membahayakan kau nak!"
__ADS_1
"Cukup mom, sumber masalah itu telah tiada! Ibunya Anna sudah meninggal jadi tidak ada lagi alasan akan ada masalah yang terjadi, jadi aku mohon kalian mau kan menerima Anna kembali?"
"Bright, kenapa tidak kau lupakan masa lalu itu? Mulailah hidup baru dengan damai bersama Tessa, momy yakin kau akan bahagia!"
"Dan satu lagi Bright, Dady masih trauma dengan keturunan group brotherhood!"
"Apa lagi si ini dad? Tidak ada lagi group brotherhood, Anna sudah menutup semuanya, kami hanya ingin kembali bersama dan kalian memberikan restu itu,"
Tuan Lan dan Larisha masih belum bisa menerima kehadiran Anna kembali, sulit melupakan bahwa Anna merupakan keturunan group brotherhood.
"Terserah kau saja Bright, momy kecewa dengan keputusan mu ini!"
"Kalau Dady, jujur Dady berharap ku memulai hidup baru tanpa Anna disisi mu karena Dady yakin hidup mu akan jauh lebih bahagia dan nyaman,"
"Jika itu harapan kalian, maaf aku tidak bisa wujudkan! Aku rasa aku cukup paham dan memahami bahwa kalian belum bisa menerima Anna istriku, aku akan kembali ke Jerman dan hidup bersama dengan istriku, permisi!"
"Bright!" Tangis Larisha pecah dan hendak mengejar anaknya itu namun Tuan Lan mencegahnya.
"Biarkan saja anak itu hidup sesuka hatinya mom, dia tidak mau mendengarkan padahal yang kita lakukan untuk kebaikannya sendiri,"
Bright menuju ruang tamu lalu menarik tangan Anna.
"Loh Bright, bagaimana?"
"Ayo ikut!" Bright menuntun Anna keluar rumah mewah milik Tuan Lan.
Sementara Anna bingung dengan sikap Bright yang terlihat penuh kemarahan, Bright bahkan melangkah meninggalkan rumah mewah itu tanpa ragu sesampainya di halaman rumah Tuan Lan, barulah Bright melepaskan tangan Anna.
"Apa momy dan Dady belum bisa menerimaku kembali Bright?"
"Kita kembali ke Jerman ya! Ayo masuk kedalam mobil!"
"Bright jangan begini, kau harus bersikap baik pada orangtuamu,"
"Untuk apa aku bersikap baik jika orangtuaku tidak bisa menerima istriku sendiri? Anna yang mereka inginkan adalah aku love on dari mu dan memulai hidupku yang baru dengan orang baru, dan aku tidak akan pernah melakukan itu!"
Bright memaksa Anna akhirnya, keduanya masuk kedalam mobil dengan diantar supir pribadi Larisha keduanya kembali ke bandara untuk kembali ke Jerman.,
"Apa kita tidak menginap dulu Bright? Sudah sampai di negara ini loh, emang engga sayang mau langsung pulang gitu aja?" Anna berusaha mencairkan suasana.
Akhirnya wajah Bright tidak setegang tadi, Bright mulai bisa mengatur amarahnya dan sudah bisa tersenyum pada Anna.
"Kita cari hotel, besok baru kita balik ke Jerman?"
__ADS_1
"Setuju!"
"Anna maafkan aku, aku tidak menyangka momy dan Dady memanggil ku pulang ternyata untuk menjodohkan aku dengan wanita lain, lebih baik aku hidup bersama mu Anna,"