
Keesokan harinya Anna yang hari ini libur kerja, tetap bangun pagi untuk membuatkan sarapan untuk Bright. Tak lama, Bright turun dari lantai atas dengan menenteng tas kerjanya seperti biasa.
"Morning suamiku!" Anna tersenyum manis pada Bright.
Bright duduk di meja makan, membuat Anna bahagia akhirnya Bright mau memakan sarapan buatannya lagi.
"Ini sarapannya, utututu pagi ini kau semakin tampan suamiku! Bagiamana tidurmu nyenyak semalam atau kau gelisah karena ada yang mengganjal?" Anna terus menggoda Bright.
"Heh burung belibis sekali lagi kau berisik maka aku akan,"
"Akan apa? Aku penasaran?" Anna mendekatkan wajahnya pada wajah Bright sambil menaruh sandwich diatas piring Bright.
"Anna, menyingkir dari hadapan ku!" Bright mendorong dadaa Anna yang justru mengenai kedua labu import milik Anna.
"Bright kau menyentuhnya!"
Bright buru-buru melepaskan kedua tangannya walaupun tak dipungkiri sempat dia rasakan betapa kenyalnya ketika kedua tangan itu berhasil menyentuh labu import yang ukurannya besar.
Anna pun tersenyum, kemudian membuatkan jus untuk Bright minum nantinya.
"Besar sekali!" Gumam Bright sambil tersenyum nakal.
Ting nong..
Suara bel bunyi pagi-pagi begini membuat Anna dan Bright saling melirik, Anna pun pergi untuk melihat siapa yang datang.
Klek..
"Hai morning girls," Jennie langsung menerobos masuk ke dalam rumah.
"Jennie keluar dari rumahku!"
"Anna, sebaiknya kau bersikap baik padaku atau aku akan memberitahukan semua tentang dirimu pada Bright, karena memegang buku catatan mu!"
"Jennie kau mengancam ku?"
"Anggap begitu, jadi bersikap baik dan santun lah padaku dan jangan pernah halangi aku untuk menemui Bright,"
"Jennie, kau tidak mengenal aku seperti apa! Aku bisa membuat mu seperti butiran debu jika kesabaran ku sudah habis!"
"Uuu takut, kita lihat gadis lugu seperti mu bisa apa?" Jennie tersenyum meledek lalu tetap masuk ke dalam untuk mencari Bright.
"Oke Jennie, aku sudah memperingatkan mu! Maka aku akan tunjukkan sedikit apa yang bisa aku lakukan!" Anna mengibaskan rambutnya.
__ADS_1
Di meja makan!
"Hai Dokter tampan calon suamiku, kau sedang sarapan ya!" Jennie duduk di samping Bright.
"Jen jangan pernah datang ke rumahku!"
"Bright jujur sajalah terhadap perasaan mu sayang, kau masih menyukaiku kan Bright?"
Anna pun datang dan ingin mendengar apa yang dikatakan oleh Bright, melihat Anna sedang memantaunya Bright jadi berpikir untuk membuat Anna membencinya agar nanti mempercepat keduanya saling melepaskan jika sudah saling benci. Sejujurnya Bright sudah sama sekali tidak ada rasa pada Jennie setelah mengetahui Jennie wanita murahan, apalagi semalam ketika sudah mencium Anna rasanya hanya Anna saja yang saat ini memenuhi isi kepala Bright.
"Jen, aku tau tidak akan mudah untukku melupakan mu begitu saja! Tapi tidak enak kan kalau kau datang kesini walau bagaimanapun aku sudah menikah!"
"Sudah menikah dan akan bercerai kan Bright?"
"Kau benar Jen,"
Mendengar ucapan Bright hati Anna benar-benar hancur pagi ini, hatinya seperti ditusuk benda tajam dengan sangat dalam. Tapi Anna tidak akan terlihat menyedihkan di depan Bright apalagi Jennie.
"Bright ini sudah siang, apa kau tidak ingin cepat berangkat dan sebelum itu kita ciuman dulu seperti semalam?"
"Apa? Whatt? Ciuman?"
"Kenapa kau kaget aku berciuman dengan suamiku? Bukankah kau tau kalau Bright juga sudah meniduriku makanya kami bisa menikah?"
"Anna kau,"
"Anna kau benar-benar wanita murahan!"
"Jennie stop!" Bright menggebrak meja saat Jennie menghina Anna dengan sebutan wanita murahan.
"Bright kau!"
Bright pergi meninggalkan Anna dan Jennie, rasanya percuma saja memanas-manasi Anna karena Anna bukan wanita yang lemah. Bright masuk ke dalam mobil meninggalkan Jennie yang terus mengejarnya, Jennie sebenarnya ingin melanjutkan pertengkarannya dengan Anna tapi hari ini dia ada janji temu dengan sutradara film agar dia bisa bermain di film tersebut.
Jennie pun pergi dari kediaman Anna, lalu Anna segera menelpon seseorang untuk mengikuti Jennie. Anna pergi menggunakan hoodie berwarna hitam lengkap dengan topi hitam dan masker berwarna hitam yang menutupi wajahnya. Tak lama seseorang datang mengantarkan sebuah motor sport berwarna hitam ke depan rumah Bright, lalu Anna pergi menggunakan motor itu.
Tibalah Anna di sebuah hotel tempat anak buahnya mengikuti Jennie tadi.
"Nona Vale, anda sudah sampai!" Pergilah ke tempat Jennie, cungkil saja jendela kamar tamu di lantai satu dan ambil buku catatan ku! Rusak saja cctv-nya, lalu pasang alat penyadap di sana!"
"Baik nona! Oh ya, Ibu dan kakak anda meminta bertemu dengan Anda nona!"
"Aku akan menemui mereka nanti setelah membereskan tikus kecil seperti Jennie!"
__ADS_1
"Baik nona!"
Satu orang anak buah Anna pergi ke rumah Jennie untuk mencari buku catatan milik Anna dan menaruh alat penyadapnya sesuai perintah Anna. Sementara Anna menunggu sampai anak buahnya memberikan kabar, di loby hotel.
Hampir dua jam, dan akhirnya anak buahnya mengirim pesan "BERES NONA". Anna pun langsung menuju ke kamar tempat Jennie dan sutradara itu sedang jas jos pagi-pagi begini.
Tok.
Tok.
Tok.
Anna mengetuk pintu kamar hotel, lalu seorang laki-laki tua yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya membukakan pintu.
Klek.
"Kau siapa?"
Blam..
Anna meninju perut sutradara film tersebut hingga tersungkur kelantai, membuat Jennie yang sedang dalam kondisi polos tanpa sehelai benangpun gelagapan dan ketakutan.
"Siapa kau? To-tolong!"
Anna menodongkan pistol dikepala Jennie, membuat Jennie ketakutan setengah mati, lalu setelah Jennie hanya diam dan menangis sutradara film itu berusaha melawan Anna, namun dengan sigap Anna menangkis tangannya kemudian memutar tangan sutradara film itu kebelakang hingga laki-laki tua itu kesakitan.
"Aaa ampun ampun!"
Anna menendang bokong sutradara film itu hingga tubuh laki-laki itu tersungkur diatas ranjang bersama Jennie.
Anna mengeluarkan audio untuk menyuruh cepat lakukan kembali dengan Jennie.
"Baik-baik aku akan melakukannya!"
Sutradara itu kemudian menarik selimut yang sejak tadi dipakai Jennie untuk menutupi tubuhnya.
"Tidak, aku tidak mau melakukannya dihadapan orang!"
"Jennie, kau tidak lihat dia memegang pistol! Sudahlah lagian ini hanya enak-enak seperti tadi!"
"Kau brengsek!" Jennie kekeh menolak namun sutradara itu tetap melakukannya kembali, dan Anna pun merekamnya. Setelah selesai melakukan itu, Anna pergi meninggalkan hotel, lalu berlari menuruni tangga darurat. Sementara sutradara film itu sudah menelepon bagian keamanan untuk mengejar Anna.
Anna pun sempat tertangkap ketika hampir sampai di tempat motornya terparkir oleh dua orang security.
__ADS_1
♥️♥️♥️
FYI : saat dulu Bright memperkosaanya bisa saja Anna melumpuhkan Bright dengan mudah ya maak, tapi itu tidak Anna lakukan karena Anna memang mengharapkannya juga 😁