
"Mom, apa Dady baik-baik saja?" Bright benar-benar khawatir saat ini.
Namun Larisha tak kuasa untuk menjawab pertanyaan Bright, dia hanya bisa menangis dipelukan Anna.
"Heh Anna, bagaimana keadaan Dady ku?" dengan ketus Bright bertanya.
Belum sempat Anna menjawab, seorang Dokter kepercayaan Tuan Lan pun selesai memeriksa keadaan Tuan Lan, Bright segera menghampiri Dokter tersebut.
"Bagaimana dok, Dady tidak apa-apa kan?"
Dokter menggeleng-gelengkan kepalanya! Membuat Bright semakin putus asa.
"Kau masuklah, mungkin Dady mu memiliki hal yang harus dia sampaikan!"
Bright semakin panik mendengar Dokter mengatakan hal yang seolah-olah, hidup Tuan Lan tidak akan lama lagi. Bright membuka pintu ruangan tempat Tuan Lan terbaring lemah.
"Dad, kau kenapa?" Bright menangis tertunduk didadaa Tuan Lan.
"Bright, dulu saat Dady koma selama lima tahun, momy sedang mengandung mu, Nick, dan Britney, dia berjuang hamil sendiri tanpa ada perhatian dari Dady, momy mu melahirkan sendirian tanpa ada Dady di sampingnya," lirih Tuan Lan.
"Iya Dad, aku tau karena banyak yang menceritakan hal itu! Aku sayang kalian Dad," Bright kembali bersedih bila mengingat Larisha dulu sendirian membesarnya, karena Tuan Lan baru sadar dari koma saat dirinya berusia 5 tahun, sangat tidak enak hidup tanpa sosok Ayah di samping kita.
"Bright, kau sudah melakukan itu dengan Anna. Kasihan gadis itu kalau sampai ada benih mu disalah rahimnya bagaimana? Apa kau akan membiarkan Anna mengalami nasib yang sama seperti momy? Melahirkan seorang diri tanpa seorang suami disisinya?"
Bright terdiam mendengar perkataan Tuan Lan, sebenarnya hatinya sangat tidak bisa menerima Anna namun perkataan Tua Lan juga tidak salah. Bagaimana kalau Anna hamil anaknya.
"Bright satu permintaan Dady, nikahi Anna!"
Jleb..
Rasanya dunia Bright terasa runtuh saat ini, tapi benar juga apa yang dikatakan oleh Tuan Lan bagaimana kalau sampai Anna hamil akibat perbuatannya dan dia akan seperti momynya melewati masa-masa hamil dan melahirkan sendirian?
"Baiklah Dad, aku akan menikahi Anna!"
"Terimakasih Bright, kau memang anak Dady yang paling baik!" lirih Tuan Lan.
"Dad, aku akan panggilkan momy untuk bicara denganmu!"
"Iya Bright!"
__ADS_1
Bright pun keluar dari ruangan rawat Tuan Lan, Bright menghampiri Larisha yang sedang duduk dikursi bersama Anna.
"Mom masuklah, Dady mungkin ingin bicara denganmu!" kata Bright.
"Baiklah Bright, kau temani Anna dulu ya disini!"
Bright mengangguk sambil terus berdiri karena tidak mau duduk didekat Anna. Larisha segera masuk ke dalam ruangan, di dalam ruangan Tuan Lan dan Larisha langsung melakukan TOS.
"Bagaimana Dad, apa Bright curiga dengan Elektrokardiogram (EKG) error itu?"
Larisha menunjuk alat EKG yang error disebelah kiri Tuan Lan. Memang Tuan Lan dan Larisha serta dokter kepercayaan Tuan Lan sudah sepakat untuk menyusun kebohongan ini dengan memakai alat EKG yang sudah error, jadi seolah-olah terjadi gangguan irama jantung ( aritma ), ritme jantung lebih juga.
"Kita beruntung mom, karena kepanikannya Bright sampai tidak mengecek sendiri kondisiku dan alat error yang sudah membantu kita ini,"
Hahaha..
Memang Larisha dan Tuan Lan sedikit jahat melakukan kebohongan ini untuk membuat Bright menuruti keinginan mereka, namun mereka memang tidak rela bila Bright jatuh ke tangan wanita nakal seperti Jennie. Bisa-bisa setelah menikah pun Jennie akan tetap mengobral tubuhnya pada para produser.
Sementara itu, Anna yang melihat sejak tadi Bright hanya berdiri agak jauh darinya, langsung memulai obrolan.
"Duduklah Bright, jika kau tidak mau duduk di sampingku, kau bisa duduk dikursi paling ujung sana!"
"Tidak usah bicara denganku, jika tidak perlu!"
"Aku tidak Sudi bicara denganmu!"
"Bright aku tidak sejahat itu, aku tidak mengadu pada kedua orangtuamu, tapi apapun itu semua sudah terjadi Bright,"
"Ya, dan aku akan menikahi mu! Puas kau Anna?"
Bright hendak pergi menjauh dari Anna karena entah kenapa melihat wajah Anna hatinya terus semakin kesal.
"Apa ini artinya kau melamarku?"
"Terserah kau menganggap apa ucapanku ini,"
"Kalau begitu dengan senang hati, aku mau menjadi istrimu Bright!"
"Tunggu Bright, apa semua ini karena Dady mu sakit?"
__ADS_1
"Bukan, Dady ku hanya berpura-pura sakit saja! Aku mau menikahi mu karena aku tidak mau sampai kau hamil akibat kejadian itu dan sendirian menanggung segalanya!"
"Apa berpura-pura sakit?" Anna pun menghela nafasnya, benar-benar calon mertuanya segitunya memperjuangkan dirinya agar bisa bersanding dengan Bright, sudah tau anaknya Dokter masih aja usaha.
"Sudahlah kau jangan harap aku akan antusias dengan pernikahan bodoh ini!"
Pernikahan Anna dan Bright akhirnya diselenggarakan dengan dihadiri sanak saudara Anna maupun Bright, terlihat juga Domanick dan Britney serta suaminya ikut meramaikan pernikahan ini. Sepanjang acara pernikahan berlangsung, Bright sama sekali tidak tersenyum wajahnya ketus, dan melirik Anna dengan tatapan sinis.
Setelah menikah Bright memutuskan untuk tetap tinggal di Jerman yang artinya hidup mandiri kembali jauh dari orangtuanya! Karen memang sejak SMA, Bright hidup mandiri di Jerman, apalagi sekarang sudah sangat nyaman dengan pekerjaannya ya g seorang Dokter.
Untuk pertama kalinya Anna menginjakkan kaki di rumah Bright, dengan status sebagai istrinya! Anna tersenyum bahagia hingga pipinya mengembang sementara Bright naik ke ke lantai atas, Anna pun segera menyusul Bright.
"Anna ini kamar mu!"
"Kamarku? Kamar kita?"
"Jangan mimpi, kamarku di sebelah sana!"
"Tapi Bright aku kan istrimu sekarang,"
"Tidak usah protes, besok kau pindahan dari rumahmu, lakukan saja sendiri aku tidak akan membantumu!"
"Baiklah Bright, kita lihat sampai kapan kau kuat berbeda kamar denganku!" Anna segera masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintu kamarnya dengan sedikit kencang.
"Cih, memangnya siapa dia!" Bright pergi masuk ke dalam kamarnya.
Sore harinya, Anna sedang sibuk di dapur memasak makanan untuk makan malam. Hingga hampir satu jam Anna baru selesai masak dan menatanya di meja makan, tak lama Bright turun dari lantai atas, dalam hatinya Bright pasti turun karena mencium aroma masakan yang dibuatnya.
"Bright kau sudah lapar ya, sini ini makanannya sudah siap!"
Bright melengos begitu saja, rasanya melihat Anna didalam rumah ini membuatnya kesal dan malas menatapnya, tak berselang lama Bright kembali dan menentang sebuah box makanan. Rupanya Bright memesan makanan via online.
"Bright kau memesan makanan? Kau tau kan sejak tadi aku sibuk memasak untuk mu?" Anna protes dan terus menyusul langkah kaki Bright.
Namun Bright tidak menoleh sama sekali dia terus menaiki anak tangga untuk menuju ke dalam kamarnya.
"Bright apa seorang Dokter seperti mu memiliki gangguan pendengaran?"
♥️♥️♥️
__ADS_1
Ini saran aja ya An, kamu mending bawa spatula atau tutup panci biar kalau si Bright pura-pura ga denger kamu manggil dia, kamu timpuk aja tuh palanya😂😂😂