Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai

Sekedar Dinikmati Bukan Dicintai
Bab 22


__ADS_3

Setelah mengantar ke penginapan Anna dan Bright, Larisha dan Tuan Lan pun masuk ke dalam penginapannya!


Siang hingga sore harinya mereka sekeluarga bermain air dan pasir hingga Anna pun mengajak Bright tanding bermain voli pantai. Mereka seperti keluarga yang kompak dan bahagia, melihat Bright tertawa lepas saat bisa mengalahkan Anna di pertandingan voli pantai itu, Anna semakin takut kehilangan Bright.


Tiba-tiba hatinya terasa sakit, kedua pelupuk matanya sudah membendung bulir bening yang sebentar lagi akan tumpah ruah.


"Bright aku ke toilet dulu!" Anna berlari meninggalkan Bright yang berada diseberang net karena mereka masih bermain voli pantai.


Disamping penginapan, Anna menangis tersedu-sedu seorang diri, rasanya sesak seperti tidak ada oksigen yang bisa dirinya hirup. Anna sangat takut jika nanti Larisha dan Tuan Lan sampai meminta Bright untuk menceraikannya, sementara Anna sudah sangat mencintai Bright.


"A-aku takut Bright! Aku mohon jangan tinggalkan aku, aku mohon tetaplah menjadi suamiku Bright! Aku ingin menjadi istrimu, aku ingin dicintai olehmu dan diterima oleh keluarga mu dengan aku yang sebagai Valerie bukan Anna yang penuh kepalsuan." Anna masih terus terisak tangis.


Dari kejauhan Anna melihat, wajah bahagia Tuan Lan dan Larisha yang ternyata terus bermain voli pantai bersama dengan Bright. Keluarga yang utuh, keluarga yang saling menyayangi dan yang Anna butuhkan adalah keluarga seperti ini.


"Aku sayang kalian." Hiks,, hiks,, hikss.


Karena hari sudah mulai gelap, Bright pun menghentikan bermain volinya dan meminta izin menyusul Anna karena sejak tadi Anna belum juga kembali, sementara Larisha dan Tuan Lan tengah asik berswafo dengan pemandangan sunset yang begitu memukau.


"Mom, dad, aku ke penginapan dulu ya! Anna sepertinya langsung ke penginapan tidak kembali kesini lagi!"


"Eh Bright tunggu, Dady ada sesuatu untuk mu!" Tuan Lan mengeluarkan obat kuat dari saku celananya.


"Dad, apa ini?"


"Kau kan Dokter, jangan pura-pura tidak tau lah! Pokoknya jos Bright, buat Anna seperti momy mu saat berada dibawah penguasaan Dady, lunglai dan tidak berdaya!"


"Tidak dad, aku tidak membutuhkan ini!" Bright menolak dan hendak pergi.


"Bright, dengarkan Dady sekali ini saja! Kau itu anak Dady, kalau sampai kau tidak perkasa apalagi kalah oleh Anna mau tadi dimana muka Dady, nanti yang ada masa keturunan Alan Limson lemah seperti timun sayur!"


"Dad, kau sangat menggelikan!" Bright langsung merinding mendengar kata timun sayur.


"Makanya kau nurut, ini akan membuat timun mu seperti timun import! Dady jamin, ini cepat kantongi!" Tuan Lan memaksa Bright mengantonginya.


Hahh..


Mau tidak mau Bright akhirnya mengantongi obat kuat itu disaku celananya, lalu berjalan menuju penginapan. Bright membuka pintu penginapan, dan melihat Anna tengah murung duduk didekat jendela penginapan.


"Kau sudah kembali?" Anna menyapa Bright lebih dulu.


"Iya, nanti jam 19.00 malam, momy dan Dady mengajak kita makan malam bersama!"

__ADS_1


"Baiklah!"


"Kau baik-baik saja Anna?"


"Aku tidak pernah baik-baik saja selama menjalani hidupku!"


"Anna, aku akan menunggu waktu yang tepat untuk jujur pada momy dan Dady tentangmu!"


"Lalu, setelah itu jika momy dan Dady Lan memintamu menceraikan aku, kau akan langsung melakukannya kan? Kenapa tidak kau lakukan sekarang saja itu Bright?"


"Anna, aku akan mandi! Kau juga sebaiknya bersiap untuk makan malam!" Bright pergi begitu saja setelah mengalihkan pembicaraan tentang perceraian dengan Anna.


Anna, Bright, Larisha, dan Tuan Lan pun makan malam bersama, sepanjang makan malam Larisha terus mengedipkan matanya pada Anna, begitu juga Tuan Lan yang menendang-nendang kaki Bright dari bawah meja.


Anna pun mengangguk, begitu juga Bright yang mengangkat jari jempolnya pada Tuan Lan.


"Hoammm dad, momy ngantuk nih tidur yuk!"


"Ayo mom, Dady juga sudah sangat ngantuk! Kalian juga kembalilah ke penginapan ya, kami duluan karena sudah ngantuk!" Tuan Lan menggandeng Larisha menuju penginapan.


Malam ini angin di pantai sangat dingin, membuat Anna sedikit menggigil.


"Memang kau sudah ingin masuk ke penginapan?"


"Iya, udara malam tidak baik untuk kita!" Bright beranjak dari tempat makan malam itu, diikuti oleh Anna yang mengekor dari belakang.


Bright dan Anna pun masuk kedalam penginapan, dan handphone Anna langsung berdering panggilan video dari Larisha.


Kring..


"Duh, mati aku! Momy beneran ngecek aku sudah ganti baju dengan lingerie atau belum! Gimana ini?" Anna menggigit kuku dijari telunjuknya.


"Anna, aku mau menelepon Dokter Frans dulu sebentar! Dia dari tadi menghubungiku!"


"Yasudah, aku juga mau ganti baju dulu!" Anna pun masuk kedalam kamar mandi sementara Bright menelpon rekan sesama Dokternya diteras penginapan.


Didalam toilet Anna mengangkat video call dari Larisha.


"Iya mom," Anna menundukkan wajahnya.


"Loh kok belum ganti si An, cepet dong ganti biar Bright klepek-klepek!"

__ADS_1


"Iya mom, Anna ganti baju dulu ya mom!"


"Oke, nanti momy video call lagi buat mastiin oke!"


Anna pun mau tidak mau mengganti bajunya dengan lingerie yang tembus pandang dan mirip seperti jaring laba-laba atau saringan tahu! Lingerie berwarna merah lengkap dengan b r a dan c dnya yang berwarna senada dipakai oleh Anna.


Tak lama Larisha kembali video call untuk mengecek apakah Anna benar-benar memakainya atau tidak.


Kring..


"Iya mom, Anna sudah pakai!" Anna memasang wajah malu-malu.


"Wah pas sekali An, oke sekarang momy matikan video callnya, selamat berjuang Anna!"


Larisha pun mematikan video callnya, dan Anna pun keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai lingerie berwarna merah itu, disaat yang sama Bright baru saja selesai menelpon dan masuk kedalam penginapan.


Bright sangat terkejut saat melihat Anna memakai lingerie yang sangat seksi seperti itu! Tubuh tinggi langsing serta lekuk tubuh indah Anna jelas terpampang nyata dihadapan Bright saat ini. Bright pun menelan salivanya dan buru-buru memalingkan wajahnya.


Tapi laki-laki mana yang tidak bernaf su, saat melihat gadis secantik Anna berpakaian sangat minim dan seksi serta tembus pandang sampai b r a dan c dnya dapat terlihat dengan jelas.


"Bright, momy yang menyuruhku! Aku tidak enak menolak pemberian momy!"


"Iya Anna tidak apa-apa aku mengerti kok!"


"Kau mau tidur di sofa lagi?" Anna mengangkat wajah cantiknya.


Membuat jantung Bright naik turun semakin tak beraturan, belahan dadaa Anna membuat timun import milik Bright mulai bereaksi dengan mengeras dan membesar.


"Ah apa An? Tadi kau tanya apa?" Bright sampai tidak fokus.


Anna pun mendekat kearah Bright, berhadapan dengan Anna yang super seksi seperti ini membuat tembok pertahanan Bright retak-retak parah dan sebentar lagi akan jebol.


"Kau mau tidur di sofa lagi, atau tidur diatas ranjang bersamaku?"


"Anna, aku! Aku minta maaf!"



♥️♥️♥️


Hayo kira-kira Bright minta maaf karena belum mau nganu-nganu atau Bright minta maaf karena udah ga bisa tahan lagi???😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2